RSS

Restoran Kesuma

image

Makan di restoran Kesuma di Jogjakarta membawa kesan tersendiri.  Meskipun di tripadvisor no 3., tapi di google muncul no 1. Itu yang membuat saya pengen mencoba.

Makanan yang disajikan begitu fresh, suasana begitu rumahan dan terasa sekali jawa nya. Sampai sampai untuk mengusir nyamuk pakai yang bakar.. terasa klasik nya. Tempat duduk nya sangat terbatas, ada outdoor indoor, dan lesehan. Disarankan jangan ramai ramai, atau jangan makan ketika ramai, karena mereka menyadari proses pembuatan makan nya sangat lama. Bahkan saya sempat main bola dulu sama anak anak..

Tapi dengan harga kelas bule .. memang rasa nya pas dan lezat.. puedes nyeplus sambel di nasi goreng nya juga yahud..  dan disarankan juga kalau ke restoran ini, jangan bawa mobil karena ndak ada tempat parkir nya.. kalau bisa jalan kaki atau naik motor aja..

Okay.. monggo jika yang mau coba..

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada 13/04/2014 in Journal

 

Tag:

Memerangi Plagiarisme

‘Many people say that it is the intellect which makes a great scientist. They are wrong: it is character’ (Albert Einstein).

4 prinsip dalam menulis (singapore statement of research integrity):

  1. Honesty in all aspects of research
  2. Accountability in the conduct of research
  3. Professional courtesy and fairness in working with others
  4. Good stewardship of research

Definisi Plagiarisme = plagiarius = pencuri

  • Taking over the ideas, methods, or written words of another, without acknowledgement and with the intention that they be taken as the work of the deceiver
  • Deliberate plagiarism: rewriting, copying & pasting
  • Accidental plagiarism: not knowing when & how to cite; now knowing how to pharapharase.

Dari tahun 1970 sampai 2013, publikasi artikel yang mengangkat isu misconduct and plagiarisme semakin banyak (terakhir sekitar 300an artikel)

Pedoman penulisan

  1. Penulis yang etis selalu menyebutkan kontribusi penulis lain dan sumber  ide-idenya.
  2. Pneulis harus berusaha keras untuk memperoleh (membaca langsung) actual published paper
  3. Penetapan tim penulis dibahas sebelum melakukan kolaborasi riset dan mengacu pada panduan misalnya ICMJE
  4. Ghost author tidak etis, tidak dapat diteirma. Ada beberapa syarat seseorang dapat dikatakan author, yakni orang yagn berkontribusi secara substansi, penulisan draft, menyetujui, dan bertanggungjawab atas isi. Tempat terimakasih adalah acknowledment.

Meskipun penelitian yang sederhana, namun jika memiliki metodologi yang baik dan terus tekun, maka akan dapat tetap publish.

Langkah lebih lanjut, baca referensi, pilihan journal (3 pilihan). untuk dosen, harus masuk ke dalam scopus.

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada 28/03/2014 in Kuliah

 

Tag:

Day 0, Holiday in Hongkong

IMAG0137IMAG0141

Oke, kali ini perjalanan ke Hongkong diawali dari mencari agen tour yang paling murah dengan paket wisata yang paling mendekati lengkap (harus ke Disneyland Hongkong, Shenzhen dan Macau). Lalu penerbangan yang paling murah juga. Akhirnya dapat! Walau di kemudian hari gondok banget karena maskapai yang sama mengadakan promo tiket yang jauh lebih murah dari yang kudapat. Mangkeeel.. kan selisihnya bisa untuk bayar wahana ocean park. hiks! ya sudah diterima-terima aja.

Ditunggu-tunggu hari keberangkatan, mendekati makin excited plus sedih karena harus berpisah dengan anak-anak. Senang karena bisa meluangkan waktu berdua bersama suami.. sedih karena ga sama anak-anak.. senang karena selama beberapa hari bebas dari tangisan anak-anak.. sedih rasanya hanya bersenang-senang sendiri.. yah dilakukan ajalah… sebenarnya pengen pergi rame-rame, tapi emang masih berat di biaya.

Berangkat menuju Jakarta dulu dari Jogja, menunggu sekitar 5 jam an di terminal 3 hingga penerbangan berikutnya ke Hongkong. Agak waswas karena suami nggak yakin kami berangkat dari terminal 3, tapi aku cek di internet memang bener kalau di sini.. jadi santai ajalah sambil menikmati sajian di lounge, walau ngiler liat menu makanan di resto lainnya (harus tahan diri ah).

-Maudi-

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada 13/03/2014 in Journal

 

Tag:

Diskusi ASM 2014: capaian dan tantangan JKN

image

Bram (Industri Farmasi)
1.Fornas, RS mengalami kebingungan karena restriksi. Kode kode tertentu tapi tidak ada penjelasan. Restriksi untuk sediaan yang mana. Bahkan di Fornas ada brand tertentu.. ini tidak benar

Wamen menjawab: E katalog adalah upaya untuk membantu pemerintah daerah dalam proses pengadaan barang dan jasa. kemenkes membantu dengan kontrak pembelian yang sudah termasuk distribusi. Sehingga tidak perlu tender lagi agar tidak tersangkut korupsi lagi ke depan. Dan diharapkan sudah yang paling murah. Namun seringkali memang ada yang masih lebih murah di luar e katalog. Dan sekarang sudah ada 700an jenis obat dari 900an obat yang dibutuhkan.

Fornas, disusun dari DPHO, obat esensial dan input. Dicarikan obat yang paling cost effective. Sebagai contoh banyak obat yang digunakan dalam stroke (citicoline) tapi tidak masuk karena tidak ada evidence nya.
Selain itu, seringkali ada edukasi yang salah tentang penggunaan obat generik, bahwa karena murah dianggap tidak manjur. Ini yang menyebabkan sering kali dianggap buruk.
Apakah boleh menggunakan obat diluar Fornas? Boleh , dengan izin direksi dan komite medis.
Sekali lagi ditekankan, Cost effective tidak berarti obat nya harus murah. Tapi bagaimana juga dampak nya. Kalau memang belum ada obat padanannya, tolong kemenkes diberitahu sehingga bisa direvisi.

2. INA CBGs, dibagi menjadi 5 regional. Tapi belum ada SE sampai sekarang. Ada harga yang asimetris antara LKPP tidak sinkron dengan regional INA CBGs

NCC menjawab: Regionalisasi menggunakan data BPS dengan indeks harga konsumen. Sehingga terbagi menjadi 5 regional. LKPP menggunakan variabel yang lain, yakni kedekatan dengan pabrik. Sehingga memang berbeda.

3. Semestinya dalam  penyusunan INA CBGs menggunakan FORNAS. Sehingga jelas pembatasan pembatasannya.

NCC menjawab: Dalam menghitung INA CBGs digunakan data costing tahun sebelum nya. Sehingga untuk mengetahui bagaimana dampak dari Fornas, baru bisa dilihat tahun depan.

Diah (balikpapan)
1. Ada pasien tidak bisa mendapatkan hak kelas nya karena penuh. Giliran pulang harus membayar selisih nya. Mohon ada juknis nya terpaksa masuk karena tidak mendapat hak kelasnya.

Persi menjawab: Bisa dinaikkan tapi batasannya 3 hari. Tapi berikut nya adalah jiwa sosial dari rumah sakit,

2 ambulance antar faskes, ternyata rumahsakit tidak mau memfasilitasi. Karena ketidakjelasan pembayaran

Persi menjawab: Kenapa dibuat susah? Rumah sakit harus punya jiwa sosial, dan ada banyak layanan ambulance gratis. Lagian tidak sering rujukan terjadi. Mestinya tidak masalah.

BPJS menjawab: Tarif mengacu ketentuan yang berlaku.

3. Bagaimana jejaring untuk bidan? Karena dengan 650rb tidak ada peminat nya di balikpapan. Apakah akan ada regionalisasi juga? Dan aturan pembagian jasanya?

NCC menjawab: Telah coba di desain, namun masih kesulitan. Data tarif ini sangat penting dan dibutuhkan untuk menghitung perbedaan antar kelas dan daerah.

4. TB, kendala pasien sudah terdaftar melalui web kepesertaan nya . Ada yang di puskemas dan klinik swasta. Apakah boleh membagi obat program ke klinik swasta. Bagaimana PMO nya? Bagaimana DOTs nya?

Hafidz menjawab:  ke depan, kita akan mengusulkan regulasi terkait akses obat untuk swasta terpilih yang sudah terlatih atau tersertifikasi, termasuk hak nya dengan mekanisme pay for performance  dan kewajibannya seperti  Mematuhi DOTS, termasuk sistem informasi nya.
PMK 71, dan SE 32 sebagai landasan untuk mekanisme rujukan.

Edi purwanto (survey meter)
1. Peserta jamsostek juga pasangan PNS, sehingga double. Sehingga terjadi pembayaran double juga dengan benefit yang sama.

BPJS menjawab: Kalau suami istri sudah tercover salah satunya di badan usaha , maka sudah disurati sehingga badan usaha tidak perlu membayar lagi iurannya. Kecuali PNS.. masih double memang aturannya

Ombudsman daerah
1. Verifikasi, ada komplain ketika pasien harus mendapatkan medis berulang ulang, apakah verifikasi harus dilakukan berulang. Persyaratan sama, rujukan dari primer dan sekunder, harus diulang terus menerus.

Dengan SE 32, maka dengan surat keterangan dokter yang menuliskan harus berapa kali kunjungan berikut nya, sehingga tidak perlu rujuk berkali kali.

3. Faskes kesehatan tingkat pertama. Saya tidak berada di wilayah, karena penjelasan harus BPJS harus ke ppk1 dulu. Terutama untuk persalinan

BPJS menjawab : Karena sudah ada tarif tersendiri, maka tidak menggangu kapitasi. Dan di rumah sakit juga di jogja bisa dan ada tarif nya di INA CBGs.

4. Standar minimal faskes primer bagaimana? Apakah harus ada dokter jaga atau tidak? Ini masalah kepercayaan peserta.

Sigap (difable)
1. Sosialisasi tidak sampai ke kelompok marginal.
2. Pengalaman. Pasien dilempar lempar sehingga akhirnya meninggal. Apa indikator darurat?

TIDAK TERJAWAB.. ATAU SAYA TIDAK MENDENGAR.. HEHEH

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada 13/03/2014 in Dunia Kesehatan, Kuliah

 

Tag:

Pelayanan TB dalam JKN

Oleh Subdit TB Kemenkes (drg. Dyah Erti Mustikawati)

Dalam pengantarnya, beliau mengingatkan kembali bahwa TB merupakan penyakit yang memiliki eksternalitas yang sangat tinggi, dapat menular 10-15 orang dari 1 orang yang terinfeksi. Indonesia merupakan no 4 pemberi kontribusi penyakti TB di Dunia. Dengan jumlah kasus sebesar 450 ribu kurang lebih, namun temuannya masih sekitar 330 ribu kasus yang diobati. Kematian secara tidak langsung diakibatkan oleh TB merupakan no.1, sehingga kematian ibu tidak akan turun secara signifikan, jika TB tidak ditangani.

Di sisi pembiayaan, TB di indonesia masih sangat bergantng oleh donor, yakni GF, sebesar 70%. padahal negara lain seperti India dan China sudah say no to GF. Padahal ke depan, pendanaan GF ini belum tentu berlanjut, oleh karena itu untuk meningkatkan kemandirian, melalui JKN dapat menjadi exit strategy. Pendanaan MDR-TB masih ditanggung oleh GF, yang kemudian ke depan diharapkan dapat bertransisi ke JKN.

Sebagian besar layanan TB dilakukan di Puskesmas (70%), sisanya di swasta dan rumah sakit. Rumah Sakit sebagian besar menangani layanan TB ektrapulmonary dan dengan komplikasi. Yang menjadi permasalahan adalah, dokter primer dalam JKN tidak semuanya dapat menatalaksana dengan benar. Oleh karena itu, harus diakreditasi, atau kredensial terlebih dahulu sebelum dapat merawatnya. Obat TB juga perlu aturan sehingga layanan dapat mengakses obat ini.

Mengenai sistem rujukan, pasien TB suspek MDR-TB, ketika hanya bisa diterima di rumah sakit tertentu yang mampu menatalaksana. Oleh karena itu, diperlukan aturan khusus dalam proses rujukan. Karena dengan pasien keliling keliling dulu, maka akan berpotensi untuk menularkan selama proses tersebut.

Diagnosis TB dalam JKN, terutama untuk ICD-X untuk proses grouping INA-CBGs diperlukan kode khsusu terutama untuk MDR-TB, sehingga kegiatan survaillance dan monitor TB dapat dilakukan lebih ketat.

Karena jika JKN tidak dapat mengakomodasi layanan TB yang baik, maka beban biaya sosial TB menjadi sangat besar. saat ini dengan 70an% detection rate, beban ekonomi yang ditanggung mencapai 2 milyar dollar US atau 20 triliun rupiah. Sehingga harapannya mekanisme pendanaan layanan publik dan private harus dapat terintegrasi dan harmonis.

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada 13/03/2014 in Dunia Kesehatan, Kuliah

 

Tag: ,

Evaluasi Pelaksanaan INA-CBGs sudut pandang RS

Oleh PERSI cabang DIY

Permasalahan yang ditemukan:

1. Terkait surat kerjasama, seharusnya duduk sama tinggi. Faskes tidak memiliki kekuatan untuk merevisi surat kerjasama. jawaban BPJS pokoknya tidak bisa.
2. Verifikator terkadang melebihi spesialis, diagnosis dicoret-coret.
3. Pemborosan administrasi. Bisa dibayangkan klaim 1 bulan bisa sampai 1 lemari, dan harus ada fotokopi ktp, kartu keluarga, dll yang mestinya tidak diperlukan.
4. Sistem rujukan. Banyak pasien yagn dilempar-lempar. Sehingga diperlukan sosialisasi yang lebih baik.
5. Pembayaran klaim. Alur klaim sangat panjang, sehingga harapannya bisa disederhanakan.
6. software INA-CBGs, ditemukan operasi ORIF, namun ketika ada tindakan tambahan yakni penaymbungan tendon, malah menurun tarifnya.
7. Jumlah koder, di RS PKU, dengan menggunakan 3 orang, saat ini dirasa kurang. Dan apa wewenang verifikator? Namun pada ujung-ujung nya nurut juga sama verifikator dokterya, karena biar bisa diklaim.. hehe
8. Jumlah verifikator berpa idealnya? ternata sangat kurang.
9. pembayaran yang dicicil, adakah aturannya? sesuaikah dnegan UU?? = mengganggu cash flow.
10. Dokter tidak lengkap dalam mengisi rekam medis –> perlu sosialisasi. Hal ini sejalan dengan akreditasi, sehingga ke depan, tidak boleh ada dokter yang tidak melengkapi rekam medis.
11. Diakui oleh rumah sakit, bahwa penggunaan obat generik harus terus digalakkan, karena Indoneisa harmpir 90%, penggunaan obat paten, jauh berbeda dengan negara-negara lain.
12. Diperlukan komuniakasi yang lebih baik antara koder dan dokter.

Solusi
1. Aspek untuk mendukung cost dan quality control: 1) obat dan BHP; 2) Jasa medis; 3) Penggunaan clnical pathway, dll
2. Diperlukan sistem remunerasi yang baik.
3. Perubahan paradigma pelayanan oleh dokter

 
1 Komentar

Posted by pada 13/03/2014 in Dunia Kesehatan, Kuliah

 

Tag:

Capaian BPJS

Oleh dr. Doni mewakili dr. Fachmi

Jumlah peserta per 28 february 2014, sudah mencapai 117,5 juta jiwa. Dengaan peserta PBI ada tambahan dari Jamkesda sebanyak 3 jutaan, dan jumlah peserta bukan penerima upah yang sudah mencapai 856 ribu telah mendaftar. dengan animo yang terus meningkat.

Progress migrasi data peserta eks JPK Jamsostek, mengalami kendala karena ketika data diberikan, badan usaha banyak yang inaktif. Sehingga saat ini masih dalam proses verifikasi ulang. Kendala lain, faskes Jamsostek sangat dinamis datanya, karena ternyata sudah ada yang meninggal dokternya, pindah, dan tidak bersedia bergabung dengan JKN. sedangkan, Pengalihan data peserta TNI-POLRI berjumlah 2,045.488 jiwa. Dengan harapan per 1 april TNI POLRI telah terdistribusi

.Upaya penangan keluahan peserta antara lain:

1. Membeirkan jawaban atas keluahn yang disampaikan pesreta melalui:
a. Email/ website
b. Media (surat kabar), Di Jogjakarta, telah bekerjasama dengan surat kabar KR, untuk diberikan feedback.
c. surat tertulis
d. Secara langsugn datang ke kantor BPJS (ada tempat khusus yang privasinya bisa dijaga, sehingga dapat menyampaikan keluhan lebih baik tanpa mengganggu operaisnal layanan lain). Kegiatan ini dilakuan oleh kantor BPJS kesehatan

2. Pemberian informasi langsung/ sosialisasi kepada peserta (instansi, organisasi peserta). BPJS di Yogyakarta, telah melakukan penjadwalan bersama Dinas Kesehatan untuk penyuluhan hingga tingkat Kecamatan dan RW.

3. Melakukan kegiatan forum kemitraan yang melibatkan manajemen RS, Dinas Kesehatan Organisasi Peserta dan Pemda. Telah dibentuk PIC dengan SK direktur rumah sakit, sebagai penerima informasi pertama untuk berkoordinasi dengan rumah sakit.

4. Meningkatkan pemanfaatan aplikasi suara pelanggan yang berfungsi sebagai alat monitoring terhadap kualitas layanan frontliner di kantor cabang dan akses center. Telah ada call center 500400 yang online 24 jam.

5. Melakukan kegiatan pertemuan kelompok dengan manajemen RS untuk membahas keluahan/ masukan dari peserta/ organisasi peserta.

Terkait iuran, pembayaran dilakukan di Bank yang selama ini ada 3 bank yagn sudah bekerja sama yakni BNI, BRI dan Mandiri. Terdapat bank daerah yang sudah mengajukan tapi mesih harus menunggu keputusan dari pusat.

JKN sangat mengharapkan tagihan/ klaim dapat dilakukan per minggu dari rumah sakit sehingga tidak terjadi keterlambatan pembayaran.

Mekanisme pembayaran:

1. Rawat jalan dan rawat inap menggunakan inacbgs untuk rumah sakit dan klinik utama. Pengajuan klaim faskes lanjutan per januari 2014 mencapai 2 triliun dengan 568 milyar yang sudah dibayarkan, 572 milyar belum adijukan dan sisanya masih diverifikasi. Rata-rata jumlah hari penyelesaian klaim selesai dibayar 4,7 hari dan Jateng, DIY 3,8 hari.
Permasalahan sering terlambatnya klaim adalah: 1) belum menguasai INA-CBGs 4.0 2) kekuarngan tenaga; 3) SEP belum terintegrasi, sehingga sedang diusahkan bridging agar tidak perlu entri ulang. Agar tidak terganggu cash flow nya, BPJS telah memberikan ruang untuk uang muka 50-75%.
2. Kapitasi diberikan tepat waktu selama 3 bulan ini dengan besaran kurang lebih 660an milyar per bulan. Namun yang jadi masalah adalah bagaimana penggunaanya. Sehingga, sudah akan terbit aturan presiden untuk hal tersebut
3. Peresepan obat maksimal 7 hari, sisanya dapat ditagihkan secara terpisah. termasuk alat kesehatan di luar tubuh.
4. Sedangkan ambulance dan ditagihkan sesuai besarannya (fee for service, hanya untuk rujukan antar Faskes.

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada 13/03/2014 in Dunia Kesehatan, Kuliah

 

Tag:

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.