MONKEY AND THE BANANA

 

By Azka

One day there was a monkey climbing a tree to get a banana but he falls of and made a loud nose. OUCH

Suddenly a tiger came to eat the monkey but the monkey got away so the tiger chases the monkey. AHHHH

Then a spider scared the tiger and the tiger ran away and the spider got a mouse. ROAR

The monkey got the banana but there was a nose saying help so he saw the spider want to eat the little mouse then the monkey got the mouse the felt proud and happy after all.

 

HOARAY

THE END.

Iklan

All about us

by: Syafiq

Me I play games achily lots of games and eats lots of sweats and chewing gums and Haribo there is lots of sugar and I play on my computer all the time.

My baby he do lots of funny things and we all love my baby and we have 5 people and he like fighting and we laugh at him and my baby like watching YouTube and YouTube kids and he eats candy as well.

My brother likes candy and he likes Roblox and he likes play diep.io and me and my brother love playing with everyone except for me and that is sad but I give him candy then he plays with me and my whole family is a youtuber and that is good.

My mom she always work but she never work at school but she always cook delicious foods and she always the leader of our family and she always want to cook new foods.

My dad he always go to school like me and my brother except my mum and he has lots of money and share  people are poor and the poor people buy a house.

Oh and also so my baby birthday is in 6th of April and me is in 27 of January and my brother is in 25 of September and my mum Is in 4 of February and last one my dad is in 15 of may and goodbye see you in the next story have a good day good bye.

The end.

 

 

They were bored again

Chapter 2

By: Syafiq

Once upon a time the children wake up and the door ring and they said who ring the bell then it take all time to find the key so they decided to tell dad to find the key then they get there mobile phone and they watch some youtuber called dantdm,ashdubh,ballistic squid and final one sinxbadx then dad found the key and it was.

GRAN!

And gran said hello everyone then she bring  some surprise then she got golf tennis and final one is foot ball then gran said lets make it like a club ok every one and every one said yes then they get in to equal and then they had turn each time and it was so fun then they finish they were so bored again so they watch for 10 hours!

Then mum said it is bedtime so they went to the bath room and do the right thing to do in the bath room. After that they read lots and lots and lots and lots of books then they write in there reading record and they cover up and get there teddy bears and they went to bed and they said zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz and that was silly and make Shure to subscribe to our channels called firdaus hafidz and wait for   chapter 3 and wait patiently good bye every one have a nice sweets dream and the had lots and lots and lots and lots and lot and lots of dreams and so many dreams so good night have a nice dream.

DSC01782.jpg

 

 

The Fire Engine

By: Syafiq

Once upon a time there were lots of children in the house the children saw lots of fire engine out side they thought they can imagine they were a fire engine and get money so they get the toy and the boy is the fire engine and save the girl in the house and the girl give him money and all the children was having a turn then they were tired so they brush their teeth and read a story and went to bed and they said zzz and zzz and zzz.

 

The end.

The Fun Fair

by: Syafiq

Chapter 1

Once upon a time the children were bored in home then they decide to go to the fun fair and the children said yes! Then they told mum and dad I guess what they both said yes of course you.

It took so long to get there so they tell my dad to put the internet on and said yes then they play their mobile games. They had such fun playing their mobile then they arrived at the fun fair it looks so much fun! Said the children.

The children wanted to go to the roller coaster and they went to the Ferris wheel then they went to the carousel then they were hungry but guess what.

They saw an ice cream van!!!!!!!

After that they went to the sandy beach and it was so so so so warm they saw lots of bird in the beach.

Then they went to the playground and they saw a big slide all the children were six years old and it said only six years old and if you are not six years old get a parent then they went there and they said weeeeeeee! They had such fun exploring the whole place. They can find the only place. They went home and went to sleep whhhhhhh.

 

Main pasir di sykes lane rutland water beach

Chapter 2 is coming soon.

Tell a bit of the story next: they are going to build a big castle.

Please wait patiently for chapter 2

Tips menulis untuk PhD

Writing techniques for your PhD; oleh: Dr Nilam Ashra-McGrath

#PhD #PhDchat

@NilamAMcGrath @Ridnet_Leeds

WhatsApp Image 2017-07-13 at 00.44.53

Saya berkesempatan untuk bertemu dan mendengarkan langsung dari penulis buku “A PhD rollercoaster”. Beliau adalah mahasiswa legenda di Leeds University karena dapat menyelesaikan PhD di tahun 2008 tanpa koreksi. Dalam pengantarnya, beliau memberikan rekomendasi website berikut sebagai panduan untuk menulis:

  • Manchester http://www.phrasebank.manchester.ac.uk/
  • Thesis whisperer: thesiswhisperer.com
  • TW backline masters  google.com/site/twblacklinemasters/
  • Patter Patthomson.net
  • nextscientist.com/writers-block-students
  • com/daily-routines-writers

Disarankan sebagai mahasiswa untuk subscribe dengan twitter untuk alert jika ada artikel yang menarik. Kita perlu mengenal diri kita, apa yang sesuai untuk memotivasi kita untuk menulis. Sebagai contoh menetapkan deadline, target rutin 500 kata per hari. Diperlukan disiplin yang kuat sebagai penulis. Penulis buku fiksi menulis 80-100 ribu kata per buku. Oleh karena itu perlu mengatur diri sendiri, rutin, lingkungan termasuk teknologi dan alat, jangan merasa salah dengan menulis bebas (tetap menulis apa yang ada di pikiran), terus menulis draft, istirahat dari layar, dan olah raga setiap hari.

Berikut adalah beberapa contoh penulis buku terkenal: Penulis da vinci code menulis mulai jam 4 pagi meskipun natal. Secara rutin akan berhenti untuk melakukan push up, sit up, dan stretching. E.B. White mengatakan bahwa jangan pernah menunggu suasana yang ideal dalam menulis, just start. Haruki Murakami mengatakan repetisi adalah hal penting agar bisa menjadi kebiasaan. sebagai contoh duduk pada jam tertentu setiap hari. Stephen King menulis dengan ruang yang terdedikasi dan sunyi. Jodi Picoult memproduksi buku setiap 18 bulan, dan saran beliau adalah ” anda tidak bisa mengedit kertas kosong”. Khaled Hosseini menulis baik anda suka atau tidak. Inilah yang selalu menjadi masalah sebagai akademia, kita menulis dengan harapan harus sempurna dulu  di kepala.

Hal penting lain dalam proses menulis adalah mengetahui apa distraksi kita. Sebagai contoh makan, tv, kopi, internet. Hal ini tidak masalah, tapi harus juga dibuat sebagai hal yang rutin dan dikurangi secara bertahap. Beliau memberi contoh rutinitasnya dalam menulis:

  • 8 pagi, bangun dan membaca tulisan terakhir, dan diimuli dengan bullet point untuk tahapan tulisan berikutnya.
  • 11 pagi, istirahat, makan, dan nonton.
  • 12 siang, menulis selama 3 jam
  • 3-4 sore istirahat dengan snack dan nonton.
  • 4-6 sore menulis
  • Berhenti dulu untuk waktu keluarga sampai pukul 11.
  • 11 malam hingga 1 pagi menulis lagi terakhir. Hal ini menjadi penting karena kita sempat memikirkan selama istirahat dan bisa wrap up semuanya sebelum tidur.
  • Tidur 6 jam. tidur yang tidak terlalu lama akan baik karena masih ingat apa yang sedang ditulis pada malam sebelumnya.

Dalam proses menulis ini tidak perlu merasa bersalah ketika tidak produktif. Tapi yang paling penting adalah rutinitis yang secara konsisten dilakukan.

Membuat perencanaan meulis juga merupakan hal yang akan sangat membantu. Sehingga dalam proses menulis kita mengetahui gambaran besar puzzle yang akan kita tulis. Penggunaan flip chart, postaid, mind-map secara fisik seringkali lebih membantu karena mudah dan flexible.

Terkadang memang kita membuat alasan sendiri yang menjadi hambatan dalam menulis, sebagai contoh: harus menulis kalimat yang sempurna sebelum memulai, menunggu mengumpulkan semua informasi sebelum menulis, menunggu membaca satu artikel sebelum menyimpulkan sebuah tema, kehilangan pena keberuntungan, terlalu sibuk, pencuri waktu seperti twitter, email, dll yang seharusnya dapat dilakukan ketika jam istirhat. Oleh karena itu just begin, don’t wait and be confidence.

Sebagai penutup beliau menyimpulkan hal-hal penting tips tahpan dalam proses menulis:

  • Tulis dengan bullet point di awal.
  • Tulislah dengan bahasa bicarau
  • Gabung tulisan tersbut sehingga menjadi sebuah kalimat
  • Hilangkan duplikasi
  • Setelah terlihat strukturnya, kita bisa mengurutkan kembali
  • Isi gap bagian bagian yang mungkin masih kurang.
  • Telah terbentuk draft awal
  • Rubah kalimat-kalimat bicara menjadi bersifat akademik
  • Draft berikutnya yang mungkin sudah bisa dikirim ke supervisor untuk mendapatkan feedback.

Demikian tips menulis kali ini, semoga bermanfaat.

 

 

iHEA 2017 – Leeds to Boston

Leeds, 6/7/2017. Pagi yang benar-benar nggak enak rasanya karena harus meninggalkan keluarga. Saya hendak pergi selama 6 malam untuk mengikuti acara international health economic association 2017 di Boston. Ini kedua kalinya saya mengikuti acara setelah di tahun 2011 di Toronto.

Subuh, masih ada pekerjaan rumah yang harus dikerjakan, makasih buat istri yang lebih mengetahui kebutuhan isi koper dan disiapkan secara lengkap. Bongkar-bongkar tas punggung, baru nyadar kalau mouse tertinggal di kantor. Setelah mandi langsung ambil ke kantor sebentar. Setelah itu, booking uber untuk berangkat ke stasiun kereta. Karena panik, sarapan, handuk dan kamera ketinggalan. Terimakasih lagi buat teman ku Mas Daeng yang bersedia saya ganggu pagi pagi dan mengantarkannya ke stasiun.

IMG_20170706_072512.jpg

Ini kali pertamanya juga saya menggunakan mobile ticket. Ternyata ticket di hp harus diaktifasi terdahulu untuk melewati gerbang ticket. Ternyata saya membeli tiket tanpa reservasi tempat duduk, jadi ya duduk sembarang, beruntung ada tempat duduk reservasi yang tidak ada orangnya. Ternyata di kereta juga ketemu Mas Darius dari York yang akan berangkat ke acara yang sama. Sesampainya di terminal airport ternyata pemeriksaan tiket kereta api dilakukan secara manual oleh petugas, jadi jangan sampai hp anda batreinya habis untuk menunjukkan e-ticket nya.

Perjalanan pesawat yang saya pilih kali ini menggunakan AerLingus rute Manchaster – Ireland – Boston. Ketika check in petugasnya menanyakan alamat saya tinggal, dan saya baru nyadar ternyata di booking confirmation akomodasi nggak ada alamatnya. Jadi bikin tambah panik, beruntung google maps masih nyimpan sedikit data gambar lokasi, karena internet three di banda Manchaster agak kacau termasuk wifi nya. Pemeriksaan barang di Manchaster saya rasa cukup ketat, karena semua elektronik, jaket, tas harus diletakkan terpisah, dan pemeriksaan manual dilakukan kepada hampir semua bawaan. Saya sempat ditegur karena hasil scan menunjukkan banyak kabel, dan ada power bank besar yang tidak saya keluarkan. Tas juga diusap usap nggak tau pemeriksaan apa, baru bisa diambil tasnya.

Penerbangan dari Manchaster menuju Ireland menggunakan pesawat baling-baling. Yah jadi ingat penerbangan Jogja – Bandung. Kebetulan juga tidak ada penumpang di sebelah saya, jadi nyaman. Penerbangan juga memakan waktu 1 jam an, dan saya habiskan untuk tidur saja.

Setelah mendarat di Ireland, dasar saya nggak teliti saya sempat masuk jalur untuk keluar ke arah imigrasi bukan transfer pesawat, karena petunjuknya memang hampir bersamaan dengan pemeriksaan ke Amerika (U.S. Preclearance). Mas Pugo yang sehari sebelumnya sudah melewati hal yang sama menyampaikan kalau pemeriksaan yang dilakukan di sini seperti pemeriksaan imigrasi ketika di Amerika biasanya, jadi nanti ketika di Amerika kita tidak perlu diperiksa lagi. Pemeriksaan meliputi barang bawaan, kemudian pemeriksaan dokumen, pasang sidik jari, dan ditanya-tanya tujuan ke Amerika. Orang yang menanyakanpun ramah, bahkan sempat menanyakan penelitian saya apa dan bagaiamana metodenya. Dari sini saya jadi sadar, bahwa saya harus bisa menjelaskan kepada orang awam dengan singkat dan bisa dapat dimengerti, hehe, susah juga ternyata. Sambil menunggu penerbangan berikutnya, bandara di Ireland ini menyuguhkan foto foto sejarah presiden Amerika yang pernah mendarat di Ireland, serta ada foto-foto pemandangan yang indah di Ireland. Bagus juga jadi contoh, dibandingkan hanya tembok modern atau kaca besar di sebagian besar bandara.

Perjalanan dilanjukan menuju Boston ditempuh dalam waktu 7 jam. Secara umum pengalaman selama penerbangan cukup  menyenangkan, karena kebetulan mendapatkan orang Amerika yang ramah di sebelah saya, kita share pengalaman dari tentang musik, mobil, budaya dan politik. Kalau untuk hiburan di pesawatnya menurut saya kurang, karena earphone yang diberikan kurang nyaman, sempat error tv nya, dan nggak ada subtitle. Snack diberikan 2 kali, makan besar 1 kali.

Mendarat di Boston langsung menuju pengambilan bagasi. Terimakasih sekali buat Mas Pugo yang bersedia menjemput orang ndeso yang datang ke Amerika. Karena tidak biasa naik transportasi publik. Jadi kalau mau menggunakan transportasi publik dari airport, kita langsung keluar menyebrang jalan, di sana ada shuttel bus no 33 ke arah terminal utama (Free). Nah setelah itu, kita membeli di mesin yang menerima maksimal uang 20 dollar untuk membeli metro 7 days passes dengan harga 21 an dollar. Nah setelah masuk ke terminal metro ini saya sangat terbantu dengan Mas Pugo, karena beliau tau jalur jalurnya naik turun basement jalur biru hijau, dll. Saya cuma ngikut aja pindah pindah lalu akhirnya kita turun di Pleasant Street station dan sampai ke hotel tepat dibelakang nya Agganis arena. Melelahkan perjalanan hari ini, berikut terakhir di atas foto kamar di 33 Harry Agganis Way, Boston University.