RSS

Aplikasi Hukum Waris Islam

Tulisan ini saya buat sebagai bahan diskusi acara KIBAR Leeds bulan Januari 2015 lalu. semoga bermanfaat

Aplikasi Hukum Waris Islam

Latar Belakang: Semua manusia pasti akan meninggal dan membagi harta yang dimilikinya. Namun tidak jarang pembagian warisan menjadi permasalahan dalam hubungan sebuah keluarga. Hal ini disebabkan karena pengetahuan mengenai pembagian warisan untuk masyarakat awam sulit dikuasai.

Tujuan: 1) Mencari aplikasi hukum waris islam; 2) Membandingkan aplikasi hukum waris islam

Metode: search google: dengan kata kunci: hukum waris* dalam islam aplikasi software

Search google play: dengan kata kunci: waris islam

Hasil dan pembahasan:

Aplilkasi yang diperoleh:

1. iWaris. Sumber: http://iwaris.or.id

a. Software

b. Web

c. Google chrome , android, windows tablet, Ipad, kindle fire,

2. At-Tashil Version 4.2. Sumber: http://kaisansoft.com/

a. Web

b. Software

c. Google play

3. FARO’IDH. Sumber: http://www.faroidh.webs.com/faroidh.html

a. Web

4. Hak Waris menurut hukum islam (google play)

5. Pembagian Harta Warisan (google play)

6. Pembagian Warisan (google play) à dikeluarkan karena tidak ada kalkulatornya, hanya ilmu dan contoh.

Perbandingan :

1. Semua aplikasi bersifat gratis.

2. Aplikasi dikembangkan oleh pihak yang berbeda-beda, meskipun hasil FARO’IDH dan “Hak Waris menurut hukum islam” terlihat sama persis.

3. Aplikasi at-tashil memiliki fitur diagram keluarga sebagai awal simulasi, sehingga tidak membuat rancu dalam isitlah silsilah keluarga.

4. Semua aplikasi secara umum menghasilkan angka yang serupa. 2 aplikasi, yakni At-tashil, dan pembagian warisan memberikan hingga 2 digit decimal. Meskipun ada sisa uang pada aplikasi pembagian warisan.

5. Aplikasi iWaris memberikan fitur “Harta gono gini” untuk istri

Secara rinci dapat dilihat pada table di halaman belakang.

Kesimpulan

- iWaris memiliki fitur yang paling kaya dan compatible dengan berbagai operating system.

- At-tashil bermanfaat jika ada bingung terkait istilah silsilah keluarga. Dan sangat cocok jika ada perlu komunikasi dengan orang asing (inggris, dan arab), anda bisa menggunakan at-tashil dan meyimpannya, sehingga tidak perlu mengulang lagi. Bahkan anda bisa melatih ilmu anda dengan berlatih

- Faro’idah cocok untuk anda yang suka dengan tampilan simple dan memerlukan informasi terkait penggunaan software dan cara pembagian warisan.

- Hak Waris menurut hukum islam: cocok untuk anda yang menyukai tampilan simple, tapi sangat sulit dalam entri datanya, karena dijadikan dalam satu lembar.

- Pembagian harta warisan: pilihan yang cocok untuk anda ketika tidak bisa membagi warisan secara rata pada akhirnya karena sifatnya decimal, sehingga memberikan harta sisa. Ccocok untuk hp atau tablet android anda,

Namun pada intinya, kita harus mendahulukan hukum islam meskipun pada akhirnya terjadi kesepakatan musyawarah mufakat, karena tidak semua harta dapat dibagi secara murni dengan angka.

Perbandingan:

iWaris

At-Tashil ver.4.2

Developer

Masjid Raya Al-Azhar, Jakarta

Kaisansoft.com

Iliustrasi Tampilan hasil

clip_image002[6]

clip_image004[6]

Fitur

- Terdapat konten syariah

- Terdpat Bait Zauijiah (Harta Gonogini): 50% istri ikut bekerja, 30% istri ibu RT

- 9 tahapan, dan penejelasan kenapa seorang saudara terhalang.

- Ada Bahasa inggris dan Bahasa Indonesia, dan arab

- Tampilan diagram keluarga

- Daftar warisan dapat disimpan, versi desktop.

- 2 digit desimal

- Ada kegiatan latihan perhitungan

Hasil

1 Istri (1/8): 12.500

1 Ibu (1/6): 16.667

3 Anak Laki-laki (1:1A): Rp.18.056

1 Ayah (1/6): 16.667

*hasil dapat berbeda ketika mencantumkan bait Zauijilah.

Bapak: 16.666,67

Ibu: 16.666,67

Anak laki-laki: 18.055,56

Sdr. Kandung laki-laki: terhalang

Sdr. Kandung perempuan: terhalang

Istri: 12.500

 

FARO’IDH

Hak Waris menurut hukum islam

Pembagian Harta Warisan

Developer

Ashilah Shop

Andi Andriansyah (Universitas Putra Indonesia) Cianjur

XLabour Inc.

Iliustrasi Tampilan hasil

clip_image002[4]

clip_image004[4]

clip_image006[4]

Fitur

- Tampilan simple

- Ada menu bantuan: cara penggunaan program, batasan program, ilmu faro’idah, perincian pembagian harta warisan.

- Terdapat konten: pengertian, penggugur hak waris, syarat, studi kasus

- Ada iklan

- Perhitungan hingga 2 digit decimal

- Ada sisa pembagian??

- Ada iklan

Hasil

Jatah tiap Saudara Kandung : 0 (karena dihalangi oleh Anak Laki-Laki)

Jatah tiap Saudari kandung : 0 (karena dihalangi oleh Anak Laki-Laki)

Jatah tiap Istri (1/8): 12.500

Jatah tiap Anak Laki-laki (Sisa) : 18.055

Jatah Bapak (1/6): 16.667

Jatah Ibu (1/6): 16.667

Jatah tiap Saudara Kandung : 0 (karena dihalangi oleh Anak Laki-Laki)

Jatah tiap Saudari kandung : 0 (karena dihalangi oleh Anak Laki-Laki)

Jatah tiap Istri (1/8): 12.500

Jatah tiap Anak Laki-laki (Sisa) : 18.055

Jatah Bapak (1/6): 16.667

Jatah Ibu (1/6): 16.667

Untuk masing2 anak laki-laki: @18,055.33

Untuk istri (1/8 bagian): @12,500.00

Untuk Ayah(1/6 bagian): @16,666.00

Untuk Ibu (1/6 bagian: @16,666.00

Untuk adik/ kakak laki-laki: 0.00

Untuk adik/kakak perempuan: 0.00

Sisa pembaigan: 2.00

Dasar hukum:

Allah mensyari´atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagahian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta. Dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

(QS: An-Nisaa Ayat: 11)

Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika isteri-isterimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) seduah dibayar hutangnya. Para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para isteri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutang-hutangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudharat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syari´at yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.

(QS: An-Nisaa Ayat: 12)

(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam surga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar.

(QS: An-Nisaa Ayat: 13)

Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.

(QS: An-Nisaa Ayat: 14)

Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah: “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu): jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan), jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki dan perempuan, maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bahagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

(QS: An-Nisaa Ayat: 176)

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 05/02/2015 in Journal, Pemikiran

 

Tag: ,

Tips melakukan focus groups discussion/ diskusi kelompok terarah (FGD) dalam penelitian

By Dr. Karen Vinall / Dental Public Health/ academic unit of health economics.

Sebuah diskusi grup terarah, tidak hanya menangkap apa yang dikatakan oleh responden, tapi juga bagiamana interaksi dan dinamika yang terjadi ketika diskusi tersebut. Sebagai peneliti, yang paling penting adalah kita harus tetap konsisten ketika terjadi perbedaan pendapat, contoh antara pendapat dokter dan pasien.

Secara ideal, jumlah orang yang ideal adalah antara 6-8 orang, sehingga tidak terlalu ramai. Siapa saja yang di dalam nya? Kita harus memikirkan, apakah harus terpisah stakeholder nya, atau harus dicampur? Karena dimungkinkan salah satu akan tidak berbicara, atau mungkin terjadi emosi negative yang tidak diinginkan ketika terjadi konflik pendapat.

Waktu yang ideal sebenarnya tidak ada, sesuai dengan kesepakatan, tapi rata-rata 45-90 menit. Yang perlu dipikirkan adalah bagaimana peserta FGD, sebagai contoh, apakah nyaman dengan waktu tersebut, dan ketika pendapat sudah jenuh, maka disudahi. Atau ketika orang tidak mau berbicara, mulai lah dengan hal-hal yang mudah, seperti memperkenalkan nama, bagaimana pengalaman umum dia, dll.

Untuk di awal kegiatan, bisa diberikan pengantar seperti video, atau drama, statement yang provokatif , newspaper clipping, statistic dan gambar, dll yang dapat membangun dan mencairkan suasana. Dan ketika berdiskusi pun bisa menggunakan metaplan, membuat prioritas, dll. Yang paling penting adalah mulai dengan general/ broad lalu ke spesifik.

Terkait dengan data, jangan lupa merekam dengan audio recorder, yang tentu saja membutuhkan ethical approval. Bahkan jangan berhenti merekam terlalu cepat ketika diskusi disudahi, karena seringkali masih ada perbincangan di akhir. Atau ketika di akhir diskusi masih ada follow up interview terhadap beberapa orang. Tapi pastikan semua orang tau bahwa hal ini masih direkam.

Setiap diskusi menggunakan pendekatan yang berbeda tergantung analisis yang akan digunakan: Content analysis – how often something is discussed?; thematic analysis – what are the things discussed?; interpretative phenomological analysis – who said what under which circumstances; discourse analysis – the language used to describe?

Informasi lebih lanjut:

- Silverman D. Doing qualitative research. London: Sage Publications, 2000

- Kitzinger J. The methodology of focus groups: the importance of interaction between research participants. Social Health Illn 1994; 16:

- Morgan D L. The focus group guide book. London: Sage Publications, 1998

- Bloor M, Frankland J, Thomas M, Robson K. Focus groups in social research. London: Sage Publications, 2001.

- Stewart D W, Shamdasani P M. Focus grpus. Theory and practice. London: Sage Publications, 1990.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 30/01/2015 in Kuliah

 

Tag:

Stochastic Frontier Modeling – Estimasi efisiensi (Pengantar: Aplikasi World Best Health Care)

Betapa beruntungnya memiliki kesempatan untuk belajar langsung dari ahli efisiensi yakni William Greene, atau sering kali dengan panggilan Bill Greene, di UCL, London. Dalam dua hari tersebut, kami belajar mengenai fondasi teori efisiensi, metodologi ekonometrik, membangun model, dan contoh-contoh aplikasi secara hands on dengan data yang ada.

Di awal presentasinya, beliau memulai dengan presentasi berjudul “The World’s Best Health Care?”. Berkaca dari laporan WHO terkait analisis efisiensi dari 191 negara, Amerika sangat terpukul dengan hasil analisis yang menempatkan posisi nya di no 37 di antara Negara Costa Rica dan Slovenia. Jauh dari lima teratas, yakni Prancis, Italia, San Marino, Andorra, dan Malt.  Amerika di tahun 2010 berdasrkan OECD data memiliki pengeluaran kesehatan paling besar yakni 8,233 USD per kapita atau 17.6% dari GDP. Input lainnya adalah pendidikan. Dari kedua input ini dibandingkan dengan output yakni ekspektasi (kemungkinan maksimal) harapan hidup di Negara tersebut dengan menggunakan data panel dari tahun 1994-1998. Melihat gambar 1, pengukuran efisiensi = c  / (b+c). Nilai index efisiensi Amerika adalah 0.838, dengan Prancis memiliki index 0.994.

1. estimasi efisiensi negara

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1. Pengukuran efisiensi (sumber: Greene, 2015, Presentation, Cemmap, London)

Sebagai tambahan, hasil laporan dari Commonwealth Fund, yang menempatkan Amerika di rangking terakhir dari tujuh Negara maju terkait kinerja kesehatannya, baik dari segi aspek kualitas dan keamanan dari layanan kesehatan, obat yang efektif, dan teknologi kesehatan.

Namun jika  WHO  menggunakan index gabungan sebagai outcome yang terdiri dari:  1) 25% untuk  harapan umur atau Disability adjusted life expectancy (DALE); 2) 25% untuk health inequlity; 3) 12.5% untuk level of responsiveness; 12.5% untuk distribution of responsiveness; dan 25% untuk fairness in financing - bobot yang diperoleh dari survey yang dilakukan oleh WHO-, Amerika menempati posisi ke-15.  Meskipun demikian, sebenarnya nilai DALE dan index gabungan memiliki keterkaitan sangat erat.

Sehingga dengan i= 1, … 191 negara bisa digambarkan sebagai berikut hasil regresinya:

LogCOMPi  =  Maximum attainablei – inefficiency­i

LogCOMPi  = α + β1logHealthExpi + β2logEduci + β3(logHealthExpi)2 + β4(logEduci)2 + β5(logHealthExpi)(logEduci) +   ui

Jadi kita focus pada u sebagai nilai inefisiensi.

Di tahun 2001, Greene memiliki kesempatan untuk melakukan analisis ulang. Pertanyaan yang diajukan cukup sederhana, apakah pengeluaran biaya kesehatan dan pendidikan (sebagai variable input X) cukup menjelaskan variasi dari outcome kesehatan (sebagai variable output Y)? Oleh karena itu, Greene mencoba menambahkan variable Z (heterogeneity) dengan data yang sama namun menambahkan data: Gini, Freedom and democracy, Governement effectiveness, location in tropics or temperate climate, population density, public share of health care expenditures,  per capita GDP, and World Bank region designation. Dengan analisis ulang tersebut menempatkan ranking Negara yang berbeda untuk DALE sebagai outcome dari urutan 1-5 yakni: Japan, Greece, Jamaica, Spanyol, dan Chile.

Link sumber bacaan yang direkomendasikan:

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 14/01/2015 in Health economics, Kuliah

 

Tag:

Berbagi pengalaman tes CPNS Dosen UGM

Secara kebetulan ada rekan saya -Evan Arif Raharjo- yang ikut ujian CPNS dosen UGM. Beliau telah lulus tes tertulis awal, dan maju ke tahap berikutnya yaitu te tertulis, microteaching dan wawancara. Berikut adalah pengalaman dan tulisan beliau yang saya copy, semoga bisa bermanfaat untuk tes rekan-rekan di tahun berikutnya agar bisa mempersiapkan diri:

Tes dari UGM ada 2 hari, kemarin dengan tadi pagi. Kemarin berupa tes tertulis hanya 3 pertanyaan saja:

  1. Bagaimana dosen yang ideal menurut anda?
  2. Apa yang sudah anda lakukan untuk menjadi dosen ideal seperti yang anda gambarkan?
  3. Apa menurut anda masalah terbesar dari pendidikan kedokteran di negeri ini? Dan bagaimana mengatasinya?

Hari ini tesnya wawancara dan microteaching, yaitu simulasi mengajar di depan penguji dengan bahan yang kita persiapkan sendiri, lama waktu hanya 8 menit. Pertanyaan yang saya ingat waktu wawancara tadi..

  1. Jelaskan mengenai diri anda
  2. Jelaskan kekurangan dan kelebihan diri anda
  3. Visi misi UGM/FK/RSA 
  4. Pengalaman berorganisasi?
  5. Pengalaman research?
  6. Sebelum interview ini kerja apa di mana, bila tidak lolos interview kerja apa
  7. Ada yang disuruh nyanyi Hymne UGM, ada yang ditanya tentang undang-undang.

Pertanyaannya agak bervariasi antara penguji satu dan penguji lainnya, hanya mungkin pakemnya spt yang di atas ya.

Okay.. semoga tulisan pendek ini bisa bermanfaat memberikan kisi kisi rekan-rekan sekalian. Tetap semangat.. karena PNS hanya 1 pintu dari sekian banyak rezeki yang tersebar di muka bumi.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 18/12/2014 in Journal

 

Tag:

Markov Model

Halo rekan-rekan, kali ini saya akan berbagi sekilas terkait bagaimana kerja sebuah markov model. Dari 4 tahun yang lalu saya pertama kali mendengar dari Prof. Siswanto terkait hal ini ketika berdiskusi dengan Prof. Tim Ensor. Akhirnya baru sekarang benar-benar bisa terealisasi belajar dengan teman health economist PhD di sini dari Thailand –Pritapon Ashley Kingkaew-, staff HITAP lulusan York University.

Jadi menurut saya markov model adalah sebuah model probabilitas dari suatu peristiwa terhadap peristiwa itu sendiri, dan kepada peristiwa lain, dengan periode siklus tertentu. seperti gambar di bawah ini

markov model example

lalu lebih lanjut dengan mengetahui probabilitas dari masing-masing peristiwa tersebut kita bisa menghubungkannya dengan biaya yang terjadi. Sebagai tambahan, tidak hanya dengan biaya, tapi kita juga menghitung berapa kualitas hidup seseorang pada masing-masing siklus (waktu).

Untuk lebih jelasnya bisa langsung deh lihat contoh file excel exercise yang saya buat (https://www.dropbox.com/s/57yhbhejhwbsy1i/markov%20model%20exercise%20by%20Pritaporn.xlsx?dl=0).. Cuma perlu diingat ini masih satu model. Jelas, kalau mau membandingkan dengan intervensi lain yang merubah kejadian probabilitas, atau biaya yang berbeda, kita buat dua model untuk dilihat incremental costnya = perbedaan cost/ perbedaan qaly.

Selamat belajar dan berdiskusi bersama

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 15/12/2014 in Health economics, Kuliah

 

Tag:

Writing Difficulties?

by Kate Taylor, 2014

There are three main difficulties of writing. First, it can be mechanic problems such as accuracy of grammar, and spelling, or structuring the information logically. Second, it happens because  writers do not understand the subjects. Last but not least, it needs more time to re-draft to ensure it has no problems of mechanics and logic of information anymore.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 03/12/2014 in Kuliah

 

Tag:

Resensi buku: Timebomb

Judul Buku : Timebomb: the global epidemic of multi-drug resistant tuberculosis

Penulis : Lee B. Reichman, and Janice Hospkins Tanne

Penerbit : McGraw-Hill

Tahun: 2002

Harga : 24.95 USD

Jumlah halaman : 240 halaman

Buku ini merupakan jenis non fiksi ilmiah tentang hal terkait tuberkulosis (TB) sebagai pengalaman pribadi yang disajikan secara ringan oleh penulis. Dilihat dari segi isi, buku ini menceritakan mengenai tantangan menghadapi TB sebagai penyakit menular yang tidak hanya dialami oleh Negara berkembang tetapi juga menjadi ancaman bagi Negara Amerika sekalipun. Bahasa inggris yang digunakan cukup sederhana sebagia Bahasa sehari-hari sehingga mudah dicerna meskipun terdapat istilah istilah medis yang membutuhkan waktu untuk memahaminya. Sebagai pendahuluan, penulis membukanya dengan cerita tentang seseorang imigran yang datang ke Amerika dengan membawa penyakit TB. Namun bukan sekedar penyakit TB biasa, melainkan MDR-TB. Di bab-bab berikutnya beliau menceritakan bagaimana sikap Rusia yang menolak pengobatan standar TB yang ditetapkan secara global oleh WHO. Secara rinci dan ringan, penulis juga menceritakan terkait tantangan dan harapan pengobatan, jalannya sebuah operasi, pengawasan obat oleh petugas, pengembangan vaksin, dan pembiayaan TB. Di bagian akhir dari buku, penulis memberikan beberapa rekomendasi penting terkait bagaimana seharusnya program TB dijalankan dan tetap menjadi perhatian publik meskipun ketika kejadiannya sudah sangat menurun, karena hal tersebut dapat menjadi bom waktu.

Sebagai kesimpulan, buku ini sangat direkomendasikan bagi pembaca umum yang ingin mengetahui seluk beluk terkait TB secara ringan namun cukup mendalam. Namun, pengalaman beliau yang diceritakan lebih sempit yang terjadi di Rusia dan Amerika, dengan perspektif beliau yang mengkritik sikap Rusia. Sehingga alangkah baiknya jika pembaca juga membaca lebih lanjut bagaimana perspektif pengobatan TB di Rusia dari perspektif penulis dari Negara tersebut.

20140930_194236

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 01/10/2014 in Dunia Kesehatan

 

Tag:

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 28 pengikut lainnya.