RSS

BERTANDANG KE RUMAH ALLOH: ANTARA INDONESIA DAN INGGRIS PART 1: Persiapan keberangkatan

22 Sep

 

Enam tahun yang lalu, Alhamdulillah saya dan istri diberi rejeki untuk bisa mendaftar sebagai calon jamaah haji melalui salah satu bank syariah lokal dengan menyetorkan uang muka dalam rekening haji. Tentu saja, pada saat itu belum terbayangkan saya akan mengambil studi S3 di luar negeri ataupun mempunyai anak masih kecil yang harus ditinggalkan. Ketika datang panggilan dari Kemenag kira-kira 6 bulan sebelum keberangkatan jamaah haji, kami sedang berada di Leeds, UK, juga setahun yang lalu dikaruniai putra ketiga kami. Cukup membingungkan bagi kami untuk memenuhi proses panggilan tesebut, yang meliputi banyak undangan pembekalan calon haji maupun pengurusan administrasinya. Alhamdulillah, kami memiliki orang tua luar biasa yang senantiasa membantu kami, meringankan beban pikiran kami. Mewakili kami, orang tua saya mendatangi pertemuan-pertemuan yang diadakan, juga menerima perlengkapan haji yang diberikan.

1

Dikarenakan untuk melunasi biaya haji tidak bisa melalui transfer dari luar negeri, jadi kami membuat dan mengirimkan ke Indonesia surat kuasa beserta dokumen lainnya supaya bapak saya bisa menyetor secara kontan untuk kemudian ditindaklanjuti bank tersebut dalam urusannya dengan Kemenag. Total pelunasan embarkasi Solo (SOC) sebesar 34.841.414 dengan syarat: 1) KTP asli dan fotokopi; 2) Buku tabungan mabrur; 3) Setoran awal BPIH yang asli; 4) Pas foto 3×4 (6 lembar); 5) Materai 6000; 6) Pastikan dana untuk pelunasan sudah CUKUP. Pelunasan dilaksanakan pada periode 19 Mei – 10 Juni 2016, perpanjangan 20 Juni – 30 Juni 2016.

Kurang dari 2 bulan sebelum jadwal keberangkatan haji, saya dihubungi kolega yang menanyakan kapan akan datang melakukan pemeriksaan Kesehatan calon jamaah haji, karena ternyata hanya tertinggal kami berdua yang belum. Tentu saja, untuk yang satu itu tak bisa diwakilkan. Satu hal lain yang membuat kami pusing. Kami berusaha menego agar pemeriksaan bisa dilakukan mendekati jadwal keberangkatan, karena kami tak mampu untuk hanya pulang ke Indonesia beberapa hari periksa ke Puskesmas lalu terbang kembali ke Inggris. Alhamdulillah, Alloh mudahkan urusan kami, karena dokter pemeriksa juga teman kuliah dan penanggung jawab pemeriksaan Kesehatan calon jamaah haji paham dengan kesulitan kami, tak ada keberatan bagi kami untuk datang periksa menjelang keberangkatan. Hanya saja vaksinasi meningitis diharuskan diterima dalam waktu sebulan sebelum kedatangan di tanah suci, jadi kami mencari penyedia vaksin tersebut di Inggris dan Alhamdulillah karena banyak pula calon jamaah haji yang berangkat dari Ingris sini tak susah kami temui Apotek yang bisa menyuntikkan vaksin meningitis yang dibutuhkan dengan biaya £35, lengkap dengan sertifikat yang bisa kami cantumkan dalam buku Kesehatan haji.

Tantangan berikutnya adalah anak-anak yang harus kami tinggalkan. Ada 2 opsi, membawa mereka pulang ke Indonesia untuk dititipkan pada sanak family atau meninggalkan mereka di Inggris. Bagi kami opsi pertama adalah jalan terakhir yang harus kami pilih, karena berbagai pertimbangan. Kami tak ingin mengubah atmosfer kehidupan anak-anak, dengan rutinitas sekolahnya, pertemanannya, dan lingkungan tempat tinggalnya. Karena sangat berbeda sekali cuaca dan kehidupan sosial negara ini dengan tanah air, sehingga pastilah mereka harus beradaptasi lagi. Memang mereka akan ditemani keluarga yang akan sangat terasa familiar, namun kami juga tak ingin membebani keluarga yang pasti sibuk dengan rutinitas sehari-hari mereka. Akhinya dengan kesepakatan keluarga, kami mendatangkan orang tua dan salah satu kakak laki-laki istri saya ke Inggris yang bersedia menjaga anak-anak kami selama kepergian haji.

Tentu saja, di balik itu ada perhitungan biaya yang harus kami keluarkan, perbandingan antara kami semua yang pulang ke Indonesia dengan keluarga yang datang ke Inggris. Banyak pertanyaan diajukan pada kami. Kenapa tidak berangkat haji dari Inggris saja? Bagaimana jika berangkat hajinya ditunda menunggu saya selesai studi dan kembali pulang ke Indonesia? Sempat terpikir mengenai pertanyaan kedua, namun segera saya tampik. Jika kami memang diberikan kesempatan sekarang, kenapa harus ditunda? Sementara banyak orang yang ingin bersegera berangkat haji. Sedangkan untuk pertanyaan pertama, tak lepas dari selisih biaya yang harus kami tambahkan, karena berangkat haji dari Inggris biayanya sekitar 2x lipat dari haji regular Indonesia, pelayanan yang diberikan, dan lamanya kesempatan beribadah haji dari Indonesia. Teringat pesan seorang teman, pasti ada saja cobaan yang menggoyahkan niat kita untuk berangkat haji. Jadi kami berusaha meyakinkan diri, inilah saatnya untuk kami dan InsyaAlloh akan dimudahkan jalan kami. Tak berhenti di situ, cobaan datang lagi menyangkut pengurusan visa haji. Karena paspor kami pegang di Inggris, kurang dari 3 bulan sebelum keberangkatan kami kirimkan paspor ke Indonesia untuk diurus visanya di Jakarta. Sebelumnya diinfokan visa akan selesai dalam jangka waktu 1 bulan sehingga sekitar 1 bulan sebelum keberangkatan kami bisa pesan tiket untuk pulang ke Indonesia setelah paspor bisa dikirim kembali ke tangan kami. Namun nyatanya masa pengurusan visa terulur hingga akhirnya kami baru aman memesan tiket pulang seminggu sebelum keberangkatan. Itu pun cukup membuat pusing karena dengan mepetnya pencarian tiket, harga pun sulit ditemui yang murah. Oleh karena itu, meski kita ke agen travel, kita harus tetap mencari juga secara Mandiri sehingga bisa membuat perbandingan dan mendapatkan yang paing murah. Terkait pengiriman dokumen dari Indonesia kami sarankan menggunakan DHL, dengan biaya sekitar 600 ribuan dengan lama waktu 3-4 hari kerja. Memang cukup menguras dompet, tapi kami berusaha ikhlas lah, tak perlu terikat pada materi. Alloh Maha Tahu…

2.jpg

Kala tiba saatnya kami harus berpisah dengan anak-anak, menjadi hal terberat di awal perjalanan kami. “Tak perlu khawatir, Alloh akan menjamin keluarga yang ditinggalkan bagi yang berangkat menunaikan rukun Islam ke lima itu,” seorang teman menenangkan. Ikhlaaaas.. Alhamdulillah kami tiba di Jogja keesokan harinya, setelah istirahat semalam lalu mendatangi puskesmas ditunjuk untuk melengkapi pemeriksaan Kesehatan. Laboratorium berupa pemeriksaan darah dan air seni, pemeriksaan fisik serta kejiwaan. Semua bisa dipenuhi di satu atap, dan dikenakan biaya yang harus dibayar pribadi. Karena kami tidak mengira saat itu, jadi harus bolak balik ke ATM saat berada di puskesmas, sekitar 150ribu rupiah dibutuhkan per orangnya. Namun untuk pemeriksaan EKG dan rontgen dada tidak perlu karena kami berusia di bawah 40 tahun dan tidak memiliki faktor resiko penyakit jantung dan paru. Jangan lupa bawa materai, untuk surat kesanggupan pembatalan haji jika ternyata hamil. Pemeriksaan ini terdiri dari 2 tahap untuk kembali lagi ke puskesmas setelah beberapa hari menjalani pemriksaan ulang tanda vital untuk dicatat dalam buku Kesehatan haji. Ketika pemeriksaan dengan Psikolog ditawarkan pula terapi relaksasi jika dibutuhkan untuk mengatasi gejala nyeri yang muncul berkaitan dengan emosi calon jamaah haji, terutama menyangkut perasaan sedih dan khawatir terhadap anak-anak yang ditinggalkan. Kembali kami ditenangkan, bahwa anak-anak sebagai titipan Alloh kepada kita akan selalu terjaga karena kali ini kita titipkan mereka kepada Yang Maha Memiliki.

3.jpg

Kini saatnya kami menyiapkan barang-barang yang akan kami bawa untuk perjalanan haji kami dengan sisa waktu beberapa hari, karena dua hari sebelum masuk embarkasi haji di Solo koper-koper besar harus sudah dikumpulkan terlebih dahulu di Pemda. Bank syariah tempat kami membuka rekening haji memberi baju ihram untuk saya dan mukena untuk istri serta kain batik untuk kami jahitkan sendiri membuat seragam nasional yang akan dipakai saat hari masuk embarkasi haji dan terbang menuju tanah suci. Maskapai penerbangan nasional memberi koper bagasi, koper kabin, tas paspor dan jerigen air zam-zam ukuran 5 liter masing-masing 1 per jamaah. Meskipun tak pernah mengikuti latihan manasik haji yang diadakan, kami mendapat buku panduan tata cara dan doa-doa ibadah umroh dan haji. Ada pula aplikasi haji pintar yang bisa diunduh di hp berisi lengkap jadwal dan segala info yang sangat membantu kami untuk mempelajari proses ibadah ini. Alhamdulillah kami sempat berkumpul dengan para calon jamaah haji dalam regu yang sama dan saling mengenal satu sama lain. Selain mereka, semua calon jamaah haji juga tergabung dalam forum whatsapp termasuk para petugas medis dan paramedisnya. Segala info mengenai keberangkatan haji disampaikan di sana, termasuk daftar barang-barang yang harus dibawa dan jangan dibawa. Tak sulit untuk melengkapi daftar itu, karena banyak toko yang menjual perlengkapan haji dan umroh. Orang tua kami berpesan, meski banyak calon jamaah haji yang membawa bahan-bahan makanan dan sarpras penunjang kebutuhan sehari-hari kami tak perlu merepotkan diri sendiri karena situasi di tanah suci sekarang jauh berbeda dengan dahulu yang belum banyak dimudahkan fasilitasnya. Tak perlu bawa kompor, alat masak, terlalu banyak makanan, karena di sana banyak warung kita bisa membeli makan dengan harga yang tidak mahal ketika makanan katering untuk jamaah haji tidak diberikan.

Refleksi:

Rasanya refleksi utama dalam tahap awal ini adalah memantapkan niat. Kemudian, be update tentang perkembangan pengumuman haji, karena posisi kita yang di Inggris, sehingga tidak bisa dihubungi oleh pihak Kemenag jika ada apa-apa. Nggak usah rempong dalam mempersiapkan koper, Kemenag telah hampir memnuhi seluruh kebutuhan pokok kita, dan sisanya bisa belanja di Arab Saudi, kecuali jika anda pencinta makanan tertentu, seperti abon (belum ketemu di Arab).

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 22/09/2016 in Journal

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: