RSS

Transfer PhD di Leeds University

14 Agu

Tanggal 12 Agustus 2015 yang lalu saya melewati sebuah ujian dengan istilah transfer viva sebagai assessment untuk menentukan apakah saya layak menjadi mahasiswa PhD atau belum di Leeds University. Kata-kata transfer selalu menjadi hal yang menyeramkan di tahun pertama studi PhD, karena berdasarkan cerita cerita dari senior, ada yang hanya sekedar mendapatkan masukan, atau mendapatkan perubahan metodologi, diperpanjang waktu studinya karena perlu perbaikan mayor, hingga ada yang dipulangkan karena dianggap tidak layak menjadi mahasiswa PhD.

Karena kecemasan dari cerita cerita tersebut, saya mencoba menyiapkan diri secara intensif selama sebulan sebelumnya. Jadi sederhanya saya tidak ngutak ngatik data, belajar hal lain dulu, bahkan tawaran pekerjaan dengan terpaksa saya tolak,.. hiks.. Beberapa hal yang saya siapkan selain laporan transfer itu sendiri, adalah penguatan teori, diskusi dengan rekan sejawat terkait topik kita, dan yang tidak kalah penting bahan presentasi, termasuk cara kita mengkomunikasikannya.

Tahapan dalam transfer viva tersebut adalah : pengantar dari penguji, presentasi mahasiswa selama 10 menit, diskusi, 5 menit diskusi hanya antara mahasiswa dan penguji, 10 menit diskusi hanya antara penguji dan supervisor, dan yang terakhir pemberian informasi hasil keputusan.

Beberapa tips yang bisa saya bagi diantaranya adalah:

  1. Mempersiapkan transkrip presentasi termasuk potensi tanya jawab yang akan terjadi. Meskipun supervisor saya mengatakan jangan dihafal, tapi setidaknya dengan kita mencoba membacanya beberapa kali, struktur speaking kita lebih tertata dan mengurangi blank kita bicara.
  2. Mempersiapkan bahan presentasi. Supervisor saya juga memberikan saran yang cukup unik kali ini. Dalam benak saya, namanya presentasi pakai power point, tapi kali ini dia menantang saya untuk mempresentasikan bahan tesis dengan cukup dengan selembar kertas. Ternyata hal ini tidak mudah, karena seperti membuat poster tapi dalam kertas A4. Oleh karena itu akhirnya saya membuatnya dengan struktur: 1) Aim; 2) Context/ background; 3) Originality; 4) Plan. Keuntungan dari menggunakan selembar kertas ini, tidak hanya memberikan kesan simple, tapi juga memberikan suasana lebih informal dengan penguji. Akan terasa aneh mempresentasikan kepada hanya 2 orang di ruangan dengan layar besar power point, dan harus berdiri.
  3. Melakukan mock viva dengan supervisor. Saya benar-benar salut kali ini dengan superivor, karena di saat dia masih sakit dan harus tinggal di rumah, dia mengundang ke rumah nya untuk geladi bersih viva. Dia memberikan tips berbicara, membangun kepercayaan diri, dan yang tak kalah penting, dia memberikan infromasi apa saja yang dinilai oleh penguji. Sehingga dia memastikan pertanyaan pertanyaan dalam mock tidak terlewatkan untuk dicoba dijawab.
  4. Membaca tulisan penguji. Sempat saya membaca salah satu tulisan penguji terkait topik saya, dan ini saya jadikan bahan diskusi ketika dalam ujian tersebut. Saya bisa melihat wajah dia, bahwa dia sangat senang kita membaca hal-hal kecil, dan terkesan luas wawasan karena kebetulan tulisan tersebut masih dalam bentuk working paper.
  5. Beberapa hal yang ditanyakan dalam ujian dalam kasus saya beliau menanyakan urut berdasarkan chapter: a) terkait background penelitian kita, b) literature review termasuk aim dari literature review, metdologi yang digunakan, bagaimana mengases kualitas literature review, bagaimana mensisntesis literature review; c) metodologi, kenapa menggunakan metodologi tersebut; terkait teknis ketika terjadi masalah dalam data sebagai contoh ketika ada missing value; hingga rencana software yang akan digunakan; d) hasil, bagaimana mengintepretasikan hasil, terutama ketika terjadi hasil yang tidak sesuai dengan harapan kita; e) plan: apakah ada jadwal yang dirasa kurang sesuai; pelatihan-pelatihan apa saja yang dibutuhkan selama studi ke depan.

Alhamdulillah, hampir semua pertanyaan dapat saya jawab meskipun ada istilah teori-teori yang saya lupa, tapi setidaknya saya bisa memberikan secara teknis bagaimana menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Dan bahkan ketika saya tidak bisa menjawab, saya pun mengatakan belum tau jawabannya dan akan mempelajari lebih lanjut.

Ketika diumumkan hasilnya, beliau langsung memberikan selamat kepada saya, dan memberikan masukan yang konstruktif untu perbaikan ke depan. Yang lebih membuat saya sangat bahagia adalah tidak perlu adanya revisi dokumen, dan saya lihat dalam komentarnya tidak ada komentar terkait writing seperti grammar, struktur, yang sepertinya membuat dia happy membaca report saya. Sehingga bisa liburan dan menenangkan pikiran untuk sementara waktu (nego supervisor untuk bertemu lagi bulan depan aja ya… hahaha). Okay, happy face today..

20150814012119

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 14/08/2015 in Kuliah

 

2 responses to “Transfer PhD di Leeds University

  1. Ery Setiawan

    24/11/2015 at 12:34 pm

    Semoga lançar kuliahnya mas hafidz dan sehat selalu sekeluarga disana.
    Ery-CHEPS FKM UI

     
    • Hafidz

      24/11/2015 at 3:23 pm

      Terimakasih mas, amin. Sukses selalu juga

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: