RSS

Tips melakukan focus groups discussion/ diskusi kelompok terarah (FGD) dalam penelitian

30 Jan

By Dr. Karen Vinall / Dental Public Health/ academic unit of health economics.

Sebuah diskusi grup terarah, tidak hanya menangkap apa yang dikatakan oleh responden, tapi juga bagiamana interaksi dan dinamika yang terjadi ketika diskusi tersebut. Sebagai peneliti, yang paling penting adalah kita harus tetap konsisten ketika terjadi perbedaan pendapat, contoh antara pendapat dokter dan pasien.

Secara ideal, jumlah orang yang ideal adalah antara 6-8 orang, sehingga tidak terlalu ramai. Siapa saja yang di dalam nya? Kita harus memikirkan, apakah harus terpisah stakeholder nya, atau harus dicampur? Karena dimungkinkan salah satu akan tidak berbicara, atau mungkin terjadi emosi negative yang tidak diinginkan ketika terjadi konflik pendapat.

Waktu yang ideal sebenarnya tidak ada, sesuai dengan kesepakatan, tapi rata-rata 45-90 menit. Yang perlu dipikirkan adalah bagaimana peserta FGD, sebagai contoh, apakah nyaman dengan waktu tersebut, dan ketika pendapat sudah jenuh, maka disudahi. Atau ketika orang tidak mau berbicara, mulai lah dengan hal-hal yang mudah, seperti memperkenalkan nama, bagaimana pengalaman umum dia, dll.

Untuk di awal kegiatan, bisa diberikan pengantar seperti video, atau drama, statement yang provokatif , newspaper clipping, statistic dan gambar, dll yang dapat membangun dan mencairkan suasana. Dan ketika berdiskusi pun bisa menggunakan metaplan, membuat prioritas, dll. Yang paling penting adalah mulai dengan general/ broad lalu ke spesifik.

Terkait dengan data, jangan lupa merekam dengan audio recorder, yang tentu saja membutuhkan ethical approval. Bahkan jangan berhenti merekam terlalu cepat ketika diskusi disudahi, karena seringkali masih ada perbincangan di akhir. Atau ketika di akhir diskusi masih ada follow up interview terhadap beberapa orang. Tapi pastikan semua orang tau bahwa hal ini masih direkam.

Setiap diskusi menggunakan pendekatan yang berbeda tergantung analisis yang akan digunakan: Content analysis – how often something is discussed?; thematic analysis – what are the things discussed?; interpretative phenomological analysis – who said what under which circumstances; discourse analysis – the language used to describe?

Informasi lebih lanjut:

– Silverman D. Doing qualitative research. London: Sage Publications, 2000

– Kitzinger J. The methodology of focus groups: the importance of interaction between research participants. Social Health Illn 1994; 16:

– Morgan D L. The focus group guide book. London: Sage Publications, 1998

– Bloor M, Frankland J, Thomas M, Robson K. Focus groups in social research. London: Sage Publications, 2001.

– Stewart D W, Shamdasani P M. Focus grpus. Theory and practice. London: Sage Publications, 1990.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 30/01/2015 in Kuliah

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: