RSS

CERPIN (Cerita pendek inspirasi) 2

06 Jul

Ada bapak bercerita, dia telah kehilangan satu dari kedua orang tuanya, dan salah satu saudara yang tumbuh besar bersamanya sedari kecil. Namun rasa sedih yang melanda, tak sebesar ketika dia harus kehilangan salah satu anaknya. Meski baru beberapa saat berada dalam pelukannya, sama saat dia kembali harus kehilangan cucunya. Puluhan juta telah dikeluarkan tapi nyawa tak tertolong juga. Mungkin Tuhan punya rencana lain, akhirnya dia berpasrah. Dan mulai memanjat keluar dari lubang kesedihannya, setelah beberapa bulan tidak memiliki gairah untuk hidup.

Aku tak tahu bagaimana perasaan yang dialaminya. Aku tidak pernah mengalaminya. Dalam hati, aku
sebenarnya tak ingin mendengar cerita itu karena aku tak tahu bagaimana harus merespon. Aku hanya terdiam, khawatir apa yang kulontarkan akan mengorek luka lama. Karena mata si bapak pun masih berkacakaca ketika menceritakannya, dan terdengar menahan isakan tangis.

Aku teringat kedua anakku yang masih balita. Aku berharap tak terjadi sesuatu yang buruk terhadap mereka. Aku hanya bisa membayangkan tak punya arti hidup jika mereka tiada. Walaupun begitu, aku masih tak bisa menahan emosiku kala mereka memancing kemarahanku. Aku berteriak, menatap tajam, dan menggeram.

Ya Allah, ampuni aku. Kau beri anugerah paling sempurna dalam hidupku, tapi terkadang aku lupa mensyukurinya. Kuatkan aku, bimbing aku, dan lindungil anak-anakku selalu.

IMG-20140705-WA0007

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 06/07/2014 in Pemikiran

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: