RSS

Relative Value Scales (RVS)

06 Mei

ZOE_0095_1

Oleh: John Langenbrunner

15% dari biaya BPJS untuk primary care. Biaya ini sangat rendah, karena menurut Depkes hanya 45% dari pasien yang berkunjung primary care. Hal ini jauh dibandingkan di UK, sebanyak 85%. Tapi hal ini harus dibarengi dengan primary care yang kuat. Selain perlu menguatkan SDM, sarana dan prasarana di primary care, tapi juga status. Di UK dan Jepang, status dan bayaran dokter primary care lebih baik dibandingkan spesialis.

Semakin detail unit pembayaran, semakin kecil tingkat pembayaran. Namun semakin besar unit dan pembayarannya, meskipun semakin sederhana, tapi semakin sulit memprediksi pembiayaan secara rinci.

Fee for services

– banyak digunakan di US, kanada, jepang, Taiwan, Cina, dan secara selektif di UK, dan Belanda untuk layanan preventif.

– Dengan fee for service, menignkatkan akses/ demand. Sedangkan untuk kualitas lumayan, karena mungkin berusaha memberikan yang terbaik, tapi juga sering unnecessary treatment. Hal ini tentu saja tidak membuat pengendalian biaya.

– Sehingga mungkin FFS, cocok daerah yang selektif, seperti di rural area, atau di daerah yang susah akses dalam layanan kesehatan.

– Dengan menggunakan FFS, banyak Negara membengkak biayanya, seperti US, Kanada, Croatia, Czech, Iran, Russia, Chian, Taiwan, dimana terjadi 15-20% peningkatan biaya, admisi yang berlebihan, layanan yang tidak diperlukan, kegagalan proteksi finansial, krisis anggaran.

RVS Fee Schedule

– Pre-set tariffs

– Resource based-relative value scales (RB-RVS) yang paling rumit.

– Developed at Harvard (Prof. William Hsiao) selama hamper lebih 20 tahun (1975-1995)

– Tujuanna adalah pembobotan ulang untuk membiayai primary care secara lebih relative dibandingkan spesialis.

– Digunakan di medicare, US.

RVS tariff = Work (Time does service take + Intensity) + Biaya praktek (berdasrkan survey struktur biaya layanan dokter) + Education costs

– Intensitas= Temuannya adalah ternyata spesialis memiliki intensitas yang rendah karena melakukan kegiatan yang berulang ulang untuk kasus yagn spesifik. Tapi tidak dengan dokter umum yang harus mendiagnosis penyakit dari awal.

– Biaya praktek = biaya seluruh layanan ketika praktek layanan kesehatan

– Education costs= karena harus belajar lebih lama, maka aka nada cost opportunity yang hilang. Oleh karena itu harus ada kompensasi dari tahun yang hilang.

Dalam penganggarannya, dibuat batasan (cap), pool of money masing-masing untuk primary care dan spesialis.

Dari sini dibaut relative value, dari rata-rata tariff. Dengan RVS ini primary care bisa mendaptkan revenue yang lebih baik dari spesialis.

Penelitian ini bisa dilakukan tapi cukup kompleks dan membutuhkan kurang lebih 5 tahun untuk studi ini. Dan butuh psychomitrician.

Di Kanada dan Jepang, melakukan negosiasi fee schedule untuk melaukan set price dengan budget cap tertentu dan goals tertentu. Ternyata dengan negosiasi, 70% memiliki korelasi dengan yang dilakukan secara scientific di amerika serikat.

Capitation

“one payment, person, periode, package”

Di Rusia, secara ekstream, primary care sebagai fund holding. Memang terjadi efisiensi dan layanan primer yang baik. Tapi rujukan menjadi terlambat, dan banyak pasien meninggal yang seharusnya bisa dihindari.

Untuk memperbaiki kapitasi di primary health care:

Dalam Jangka pendek:

– Standarisasi koding menggunakan ICPC-2/MIS

– Monitoring dan evlauasi framework

– Adjustment for case mix

– Adjustment for urban and rural

Dalam jangka panjang

– P4P untuk memanage rujukan

– Enrollment choice, ada rencana bahwa di triwulan akhir tahun, akan dibuka untuk memilih siapa dokter keluarganya untuk tahun depannya.

Tantangan selanjutnya adalah:

1. Bagaimana membawa asuransi swasta ke dalam BPJS?

2. Bagaimana menggabungkan Jameksda ke dalam BPJS?, karena secara politik susah untuk ditarik ke pusat.

3. Bagaimana melindungi 70 juta penduduk informal sektor? Karena kesadaran masyarakat terhadap asuransi masih rendah, karena ketidakmampuan untuk membayar dan ketidakpercayaan terhadap kualitas layanan kesehatan.

Terimakasih

John_langenbrunner@aiphss.org

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 06/05/2014 in Kuliah

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: