RSS

Tantangan 3 bulan pelaksanaan JKN

13 Mar

image

Beberapa tantangan yang disampaikan oleh Prof. Ghufron sebagai wakil Menteri Kesehatan pada acara pencapaian dan tantangan 3 bulan Pelaksanaan JKN di Indoneisa

1. Pendapatan Puskesmas naik tajam di beberapa daerah, yang biasanya cuma 1 milyar operasionalnya, sekarnag bisa mendapat 3 milyar dengan kapitasi. Hal ini membingungkan bagaimana penggunaannya, terutama di puskesmas yang sudah BLUD. Sebenarnya hal ini harus bisa dialokasikan untuk upaya kesehatan masyarakat yang seringkali dilupakan.

2. Proses pendaftaran menumpuk dan banyak menganri karena takut kehabisan. Meskipun sebenarnya tidak perlu seperti ini. Peserta mandiri per 21 januari sudah mencapai 381.540 penduduk.

3. Sudah dievaluasi, rumah sakit yang besar, dari 10 rumah sakit, 9 rumah sakit mengalami surplus. Di Jogja, banyuwangi, dan beberapa swasta sudah positif. Tapi memang ada beberapa kasus harus ditingkatkan tarifnya. Seringkali terjadi kerugian, akrena diagnossi tidak lengkap dan kodernya tidak melakukan refresh, atau verifikator yang terlalu kejam. Dan ada beberapa rumah sakit yang diagnosis nya X namun dinaikkan, atau di putar-putar diagnosisnya. Ini harus hati-hati, karena KPK sudah teratarik untuk memeriksa. Saat ini dilakukan diskusi kesepakatan dan persepsi terkait definisi korupsi dan salah prosedur. Sebagai contoh: penyakit typhoid, SOP nya adalah menggunakan cholaramphenicol, tapi karena tidak sembuh diganti dengan obat cephalosprofine yang lebih mahal.

Contoh lain, kapitasi, di BPK tidak ada nomenklatur kapitasi. dengan penggunaan yang efisien, ada uang sisa dan bisa menjadi hak jasa medis. tapi ini menjadi sulit karena setiap pengeluaran harus ada pertanggungajwabannya menurut BPK dan KPK.

4. Total layanan priemr yang sudah dikontrak 16.458, dan layanan sekunder sudah mencapai 1.750 faislitas kesheatan.

5. Bayi baru lahir dari PBI sudah dijamin dengan SE 32, dan akan dievaluasi setiap 6 bulan.

6. sudah adijaukan anggaran 400 milyar (2014) untuk penghuni panti, lapas/ rutan, anak terlantar, gelandangan dan pengemis, jampersal, jamperthal namun belum disetujui

7. Sosialisai kepada masyarakat untuk mendaftarkan dirinya di saat sehat agar terjadi gotong royong.

8. Terkadang ada pasien yang terbebani pembelian obat, AMHP, pelayanan darah dan penunjang, hal ini seharusnya tidak perlu karena layanan kesehatan harusnya bisa efisien. Kalaupun ada RS iur biaya, akan diklarfikasi dan diberi teguran sesuai prosedur.

9. Pelaynaan rujukan peserta harus membawa surat rujukan berulang kali pada kasus yang sama. Hal ini tidak perlu lagi dengan SE menkes no 32.

10. Pengobatan kronis, sudah bisa diberikan 1 bulan dengan diterbitkannya SE 32.

11. Ada masukan terkait rumah sakit B pendidikan untuk diperlkukan secara terpisah. Hal ini sedang di proses oleh  Kementerian Kesehatan.

12. Profesi megnharapkan adnaya standarisasi pengaturan jaspel nakes dari pembayaran JKN. Hal ini sedang diproses peraturannya tentang prosentase jaspel: a) besaran jaspel tk pertama 40-60% dair toal penerimaan; b) besaran jaspel k lanjutan 35-50% dari total penerimaan.

13. Jampersal sudah diintegrasikan dalam JKN. hal ini menjadi masalah, karena ibu ibu yang di desa mengira masih ada Jampersal.

14. profesi mengharapkan adanya insentif tetap untuk nakes terutama di DTPK. Dalam kajian yang dilakukan oleh Kemenkes, ternyata dengan jumlah dokter yang ada di DPTK, dnegan kenaikan yang sedikit, dampak biaya nya cukup besar. sebagai contoh 1 juta rupiah per orang, berdampak 80 milyar per bulan. (baru puskesmas).

15. Sistem pembayaran INA-CBGs belum dipahami oleh RS dan tenaga medis, sehingga terus menerus dilakukan sosialisasi.

16. peran pemerinah dan pemda dibentuk tim monev terpadu pada jenjang pusat, provinsi, dan kabupaten kota.

jika masih ada masalah di lapangan dapat menghubungi kontak@depkes.go.id; 500400

 
 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: