RSS

Capaian BPJS

13 Mar

Oleh dr. Doni mewakili dr. Fachmi

Jumlah peserta per 28 february 2014, sudah mencapai 117,5 juta jiwa. Dengaan peserta PBI ada tambahan dari Jamkesda sebanyak 3 jutaan, dan jumlah peserta bukan penerima upah yang sudah mencapai 856 ribu telah mendaftar. dengan animo yang terus meningkat.

Progress migrasi data peserta eks JPK Jamsostek, mengalami kendala karena ketika data diberikan, badan usaha banyak yang inaktif. Sehingga saat ini masih dalam proses verifikasi ulang. Kendala lain, faskes Jamsostek sangat dinamis datanya, karena ternyata sudah ada yang meninggal dokternya, pindah, dan tidak bersedia bergabung dengan JKN. sedangkan, Pengalihan data peserta TNI-POLRI berjumlah 2,045.488 jiwa. Dengan harapan per 1 april TNI POLRI telah terdistribusi

.Upaya penangan keluahan peserta antara lain:

1. Membeirkan jawaban atas keluahn yang disampaikan pesreta melalui:
a. Email/ website
b. Media (surat kabar), Di Jogjakarta, telah bekerjasama dengan surat kabar KR, untuk diberikan feedback.
c. surat tertulis
d. Secara langsugn datang ke kantor BPJS (ada tempat khusus yang privasinya bisa dijaga, sehingga dapat menyampaikan keluhan lebih baik tanpa mengganggu operaisnal layanan lain). Kegiatan ini dilakuan oleh kantor BPJS kesehatan

2. Pemberian informasi langsung/ sosialisasi kepada peserta (instansi, organisasi peserta). BPJS di Yogyakarta, telah melakukan penjadwalan bersama Dinas Kesehatan untuk penyuluhan hingga tingkat Kecamatan dan RW.

3. Melakukan kegiatan forum kemitraan yang melibatkan manajemen RS, Dinas Kesehatan Organisasi Peserta dan Pemda. Telah dibentuk PIC dengan SK direktur rumah sakit, sebagai penerima informasi pertama untuk berkoordinasi dengan rumah sakit.

4. Meningkatkan pemanfaatan aplikasi suara pelanggan yang berfungsi sebagai alat monitoring terhadap kualitas layanan frontliner di kantor cabang dan akses center. Telah ada call center 500400 yang online 24 jam.

5. Melakukan kegiatan pertemuan kelompok dengan manajemen RS untuk membahas keluahan/ masukan dari peserta/ organisasi peserta.

Terkait iuran, pembayaran dilakukan di Bank yang selama ini ada 3 bank yagn sudah bekerja sama yakni BNI, BRI dan Mandiri. Terdapat bank daerah yang sudah mengajukan tapi mesih harus menunggu keputusan dari pusat.

JKN sangat mengharapkan tagihan/ klaim dapat dilakukan per minggu dari rumah sakit sehingga tidak terjadi keterlambatan pembayaran.

Mekanisme pembayaran:

1. Rawat jalan dan rawat inap menggunakan inacbgs untuk rumah sakit dan klinik utama. Pengajuan klaim faskes lanjutan per januari 2014 mencapai 2 triliun dengan 568 milyar yang sudah dibayarkan, 572 milyar belum adijukan dan sisanya masih diverifikasi. Rata-rata jumlah hari penyelesaian klaim selesai dibayar 4,7 hari dan Jateng, DIY 3,8 hari.
Permasalahan sering terlambatnya klaim adalah: 1) belum menguasai INA-CBGs 4.0 2) kekuarngan tenaga; 3) SEP belum terintegrasi, sehingga sedang diusahkan bridging agar tidak perlu entri ulang. Agar tidak terganggu cash flow nya, BPJS telah memberikan ruang untuk uang muka 50-75%.
2. Kapitasi diberikan tepat waktu selama 3 bulan ini dengan besaran kurang lebih 660an milyar per bulan. Namun yang jadi masalah adalah bagaimana penggunaanya. Sehingga, sudah akan terbit aturan presiden untuk hal tersebut
3. Peresepan obat maksimal 7 hari, sisanya dapat ditagihkan secara terpisah. termasuk alat kesehatan di luar tubuh.
4. Sedangkan ambulance dan ditagihkan sesuai besarannya (fee for service, hanya untuk rujukan antar Faskes.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 13/03/2014 in Dunia Kesehatan, Kuliah

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: