RSS

Monitoring dan Evaluasi Penanggulangan HIV&AIDS DIY 2013

20 Des

Yogyakarta- dr. Bambang Sigit sebagai coordinator monev KPA DIY menyampaikan hasil laporan monev untuk tahun 2013. Latar belakang monev ini merupakan upaya untuk memantau pelaksanaan program apakah sesuai dengan perencanaan dan diperoleh dari hasil dan dampak program. Sebagai kerangka kegiatan, dilakukan penilaian terhadap:

  1. Asesmen dan perencanaan – data pengembangan program
  2. Input (sumber daya) – data program
  3. Kegiatan (pelayanan) – data program
  4. Output (hasil langsung) – data program
  5. Hasil (hasil antara) – dari data biologis, perilaku dan social berbasis populasi
  6. Dampak (hasil jangka panjang). – dari data biologis, perilaku dan social berbasis populasi

Tujuan dari monev HIV/AIDS ini adalah untuk memonitor capaian program penanggulangan HIV&AIDS pada pencegahan, dukungan, perawtaan dan pengobatan, mitigasi dampak, lingkungan kondusif dan program lainnya. Sebagai tambahan, juga memberikan gambaran tentang kondisi penanggulangan HIV/AIDS di Yogyakarta.

Proses pelaksanaan monev ini terdiri dair penyusunan tools monitoring untuk memantau capain indicator monev, bentuknya berupa form kegiatan dan form kunjungan lapangan. Pengambilan data capain monev: angket monev dibagikan kepada 37 lembaga yang dinilai terlibat dalamprogram penanggulangan HIV&AIDS di DIY. Capaian program yang dilaporkan than 2013. Ditambahakan laporan kegiatan KPA/K/Kab. Dilengkapi dengan data sekunder dan dianalisis dengan deskriptif kuantitatif dan kualitatf. Sebagai tahap akhir, dibuat penyusunan laporan monev. Data dianalisis dari 28 lembaga sasaran yang terdiri dari 8 layanan kesehatan, 8 LSM, 8 SKPD tingkat provinsi, 4 SKPD tingkat kabupaten.

Berdasarkan data dari Dinkes DIY tahun 2013, di Yogyakarta jumlah penderita AIDS adalah 965, HIV 1.323 sejak tahun 1993. Sedangkan jumlah estimasi populasi dewasa rawan terinfeksi HIV tahun 2013, sebanyak 60.743 orang. Layanan yang bisa diberikan di HIV& AIDS di DIY sudah komprehensif meliputi 8 layanan CST, 22 layanan VCT, 25 layanan IMS, 1 layanan PMTCT, 6 layanan LASS dan 5 layanan PTRM. Tim monev mengalami kendala dalam mengakumulasikan seluruh capaian dari tahun 2010. Oleh karena itu, hanya capaian tahun 2013. Beberapa hasil temuan kuantitatif dari berbagai sumber laporan:

  • Capaian kegiatan penjangkauan LSM kembang di gunung kidul. Dari 225 WPS sebagai target, 113 yang dicapai.
  • Gap yang paling cukup jauh adalah jumlah kondom yan gdidistribusi melalui fasilitas kesehatan. Dari 33.667 sebagai target, hanya 9.241 yang terdistribusi (27%).
  • Jumlah ODHA yang dirujuk ke LSM untuk mendapat dukungan psikososial baru mencapai 44 orang
  • Sedangkan jumlah dan penasun yang sedang mendapat pengobatan terapi rumatan metadon 46 orang
  • Jumlah ODHA yang sedang mendapat pengobatan ARV yakni 731 orang.
  • Prevalensi HIV paling tinggi di lelaki seks lelaki (LSL): 20,3% termasuk LSL memiliki prevalensi paling tinggi terkena sifilis yakni 19.8%. Sedangkan prevalensi HIV dan prevalensi paling rendah pada kelompok wanita pekreja seks (WPS) Tidak langsung.
  • Hasil survey Dinas kesehatan DIY untuk pengetahuan komprehensif remaja usai 15-24 tahun, baru tercapai 25,69% dari 90% target MDGs. Padahal waktu pencapaian tinggal 1 tahun lagi.

Hasil program pencegahan

  • Anggaran untuk kegiatan pencegahan yang bersumber dari pemerintah sebesar 1,2 Milyar (49%), sisanya dari non pemerintah. Sehingga total anggaran pencegahan sebesar 2,5 milyar rupiah.
  • Tahun 2013, 50.153 remaja telah diberikan informasi mengenai HIV&AIDS, dengan rincian 63,1% remaja laki-laki. 36% perempuan dan 0,5% waria. Capaian ini dibandingkan dengan jumlah penduduk usia remaja adalah 8,6%.
  • Populasi kunci yang terpapar informasi HIV sebesar 7.313 orang. Atau sekitar 10% lebih dari total populasi kunci yang sebaigan besar adalah high risk man (HRM) -77.2%-.

Hasil program dukungan, perawatan, dan pengobatan

  • Dana yang dianggarkan dari 13 lembaga yang melaporkan adalah 496 juta dengan persentase anggaran yang paling besar dari donor.
  • Jumlah kunjungan IMS yang paling tinggi adalah WPS, LSL, dan pasangan Risti.
  • Jumlah ODHA yang diskrining TB tahun 2013 di layanan VCT (113 dari 177) dan PITC (89 dari 116).
  • Di layanan VCT, hanya 34 orang HIV ayng dirujuk ke LSM/ petugas pendukung dari 177 orang HIV yang positif.
  • Selama 2013, terdapat 10 Kelompok dukungan sebaya yang terbentuk.

Hasil program mitigasi dampak

  • Anggaran untuk program ini sebesar 315 juta yang seluruhnya bersumber dari pemerintah.
  • Beberapa kegiatan yang bersumber dari APBD dan APBN iniadalah untuk jaminan hidup ADHA sebanyak 27 orang, jaminan hidup ODHA non potensial sebanyak 30 orang dan fasilitasi ODHA usaha ekonomi produksi sebanyak 12 orang.
  • Tambahan gizi untuk ADHA dan ODHA dari LSM Victory plus

Hasil Program lingkungan kondusif

  • Dari data yang berhasil dikumpulkan, anggaran kegiatan ini sebesar 35,8 juta yang sebagian besar didukung oleh donor (31 juta).
  • Kegiatan yang dilakukan meliputi audiensi, pertemuan koordinasi, diskusi paralegal, workshop penysuunan dokumen strategi dan rencana aksi daerah, penysunan pedoman, penyusunan SOP PTRM di lapas, penyusunan kesepakatan local, penguatan kelembagaan KPA, diseminasi hasil penelitian serta kegiatan lainnya.

Hasil temuan kendala dari kunjungan lapangan dan FGD

  • Kegiatan yang belum dilaksanakan adalah ruukan layanan VCT perawatan dan kesehatan bagi TKI dan pekerja migran.
  • Terdapat kendala dalam memberikan materi HIV & AIDS untuk kegiatan pendidikan remaja. Sehingga diperlukan materi pokok dan juklak.
  • Koordinasi dengan penjangkau untuk layanan alat suntik steril (LASS) dan administrasi LASS dirasa masih lemah
  • Penyediaan layanan PTRM yang sudah disediakan sejak tahun 2009, klien yang mengakses methadone masih rendah akibat dari rendahnya penasun yang dirujuk oleh pengjangkau untuk akses methadone
  • Beberapa petugas belum melakukan prinsip 3C (Counseling, consent, confidential) secara optimal. Missal beberap aksus PITC tidak didahului dengan konseling
  • Sistem monev yang belum berjalan baik, yakni dokumen rujukan yang belum lengkap dan standar.
  • Pemantuan pasien-pasien yang mangkir masih menemui beberapa kendala. Fungsi manajer kasus belum optimal. Sistem pencatatan pasien ARV belum terpantau dengan baik. Meksipun sudah dilakuan pelatihan untuk manajer kasus, manajer kasus belum berfungsi optimal, karena melakukan double job, jejaring antar case manajer belum terjalin dengan baik, buku kontak person tidak ada.
  • Sangat dibutuhkan indicator mutu yang jelas dan transparan untuk menilai quality assurance, saat ini indiaktor mutu layanan HIV di rumah sakit belum jelas.

Dari hasil yang sudah disampaikan, terdapat kendala-kendala yang dilaksankan dalam monev ini, yakni belum rutinnya lembaga untuk menyampaikan laporan secara rutin. Sehinga data yang digunkaan dalam monev ini masih rendah.

Kesimpulan

  • Pelaksanaan kegiatan penanggulangan HIV&AIDS di DIY sudah dilakukan secara komprehensif. Kegiatan penanggulangan HIV&AIDS di DIY sudah dilakukan secara komprehensif. Kegiatan penanggulangan HIV&AIDS di DIY sudah mengacu pada 4 fokus area strategi yaitu pencegahan, dukungan, perawtaan dan pengobatan, mitigasi dampak serta lingkungan kondusif, sesuai dengan SRAN 2010-2014.
  • Kegiatan yang dianggarkan SKPD juga sudah ada yang mengacu pada RAD MDGs serta SRAD penanggulangan HIV&AIDS DIY tahun 2011-2015.

Diskusi

  • Bagaimana kita bisa menyambungkan antar layanan, mungkin tidak perlu sama. Tapi bagiaaman mendekatkan layanan antara VCT dan CST, dan siapa saja yang melayani nya? Karena banyak layanan yang bisa memberi layanan VCT, tapi apakah benar-benar dirujuk dan sampai ke layanan CST?
  • PPIA/ PMTCT, sudah harus menjadi tulang punggung, karena epidemic ada di perempuan. Sudah ada di permenkes 21. Seluruh ibu hamil yang memiliki risiko dan IMS harus diberikan penawaran. Tapi menurut beliau ini menjadi sulit, karena Menurut beliau, semua ibu hamil harus ditawari testing. Hal ini sudah terbukti berhasil di Kamboja.
  • Perlu dianalisis lebih lanjut apa arti jumlah kondom yang didistribusi melalui fasilitas kesheatan –puskesmas ketika bertemu pasien- dengan distribusi kondom melalui KPA –di lokasi-lokasi kelompok kunci-. Apa arti data ini? Response: mungkin akan lebih baik jika kita bisa membandingkannya dengan target kebutuhan kondom dan kesediaannya kondom. Tapi setelah dulu pernah dicoba, kebutuhannya sangat tinggi dan penydiaan menjadi tidak bisa mencukupi, sehingga sekarang hanya berdasarkan permintaan outlet. Ke depan, seharusnya dilakukan integrasi program dengan PKBI, yang saat ini banyak menumpuk. Dan tentu saja banyak yang mandiri dalam membeli nya, sehingga juga dimasukkan.
  • 5C yang sekarang diterapkan, bukan 3 C lagi.
  • Target dan capaian pengobatan jumlahnya tidak apple to apple. Perlu ada pelatihan untuk menyamakan persepsi data sehingga hasil dapat dibandingkan.
  • Survey penggunaan kondom ingin dilakukan, tapi metodenya masih sulit, dan tools nya belum ada. Paling mungkin hanya berdasarkan pengakuan. Hanya ada 1 losmen yang mau memeriksa sampah kondom dari penampungan sampah.
  • Ada masukan untuk penyediaan kondom di tempat-tempat berisiko untuk tahun baru. Karena memang berdasarkan penelitian, penjualan kondom di apotek meningkat terutama tahun baru dan valentine. Bu Yanri, juga bisa mengusulkan untuk menyebar kondom dan informasi HIV/AIDS ketika malam tahun baru di losmen-losmen.
  • Sudah banyak pasien baru dengan umur 19 tahun, yang berarti sudah terkena ketika 5-6 tahun yang lalu (masa SMP). Hal ini cukup menyedihkan.
  • Diperlukan daftar istilah/ singkatan untuk masyarakat awam.
  • Beberapa kegiatan strategi yang akan dilaksanakan untuk memberikan informasi adalah ABAT (aku bangga aku tau), dan memasukkan dalam kurikulum penjaskes.
  • Diperlukan survey kepuasan pelanggan untuk mengetahui evaluasi pelayanan kesehatan.
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 20/12/2013 in Dunia Kesehatan, HIV/AIDS

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: