RSS

Holiday in Japan, part 5

16 Mei

Pagi ini lumayan santai karena jadwal nya hanya window shopping di ginza. dan ke asakusa temple. Sisanya diisi dengan perjalanan ke Nagoya selama kurang lebih 4 jam.

Di jalan ginza, pagi hari orang-orang sudah mulai mengantri untuk belanja untuk toko toko tertentu. Di sana ada jam seiko besar yang berbunyi, sehingga ketika jam 10 tepat, pelayan toko baru mempersilahkan pelanggan masuk. Ada toko kecil menjual bakiak jutaan rupiah juga sampai mengusir calon pembeli ketika ternyata toko nya belum buka.

Asakusa street, tempat belanja cemilan dan pernak pernik oleh oleh khas jepang. Boneka kayu karakter asli jepang bisa sangat mahal. Yang paling murah saya lihat 500 yen hanya sebuah 2 tikus sebesar kelingking. Dan bentuknya pun ndak detail melainkan kayak mouse komputer. Langsung menuju asakusa temple. Seperti biasa, basuh-basuh dulu dan kemudian masuk. Ndak terlalu banyak yang spesial. Ada tempat ramalan, pernak pernik keberuntungan. Sebelum berdoa, mereka melempar koin dulu.

Setelah sampai di hotel, dengan mas reksa dan beberapa teman mengitari beberapa blok nagoya.. Ke takasimaya sudah pada tutup mall nya, dan mall di bawah tanah juga sudah tutup. Putar-putar belanja cemilan dan mampir ke pachinko. Wah, ngerti sih ini tempat judi. Karena pernah lihat di sebuah movie jepang.. Saking penasarannya, tanpa berpikir panjang sampai ditinggal teman-teman, saya dan istri langsung mencoba main. Dengan 500 yen dapat 1 keranjang bola besi. Jujur ndak ngerti mainnya, cuma taruh bola, terus putar-putar untuk melempar bola nya. Eh tiba-tiba dapat lucky number. Langsung dapat poin banyak. Karena ndak ngerti dan bingung meski bola masih banyak, saya bilang selesai sama petugas nya. Ku pikir bisa langsung ditinggal pergi karena saya ndak menyelesaikan permainan. Eh tiba-tiba dianter ke depan untuk menukarkan poin jadi permen dan ada kartu -yang awalnya kupikir kartu keanggotaan-. Ternyata bukan, dianter keluar dan di sebelah gedungnya, ada tempat penukaran uang. Dapat 190 yen.. Benar-benar ndak nyangka. Berpikir seperti itu, pantas saja banyak orang kecanduan judi. Setelah coba search di internet, ternyata memang pachinko ini sudah mulai dikenal sejak tahun 1940an. Dan terus berkembang sampai sekarang. Karena judi itu sebenarnya dilarang, maka itu penukaran uang tidak dilakukan di dalam pachinko. Dan awalnya yang menguasai penukaran uang tersebut adalah yakuza. Dikatakan juga, bahwa program memang sengaja dibuat mudah untuk menang di awal agar orang tertarik untuk datang kembali. Meskipun pada akhirnya mereka akan lebih banyak kalah nya.

Anyway.. Mungkin istri saya, satu satunya wanita berjilbab yang masuk pachinko karena penasaran… Hahaa..

Akhirnya kami pulang sendiri karena sudah ditinggal teman-teman. Katanya mereka dapat toko ramen, tapi ndak nyobain juga karena masih kenyang makan kepiting. Oh ya, kepting di sini ada 2 macam, kedua nya tinggal di laut. Bentuknya yang satu mirip rajungan dan yang satu seperti biasa tapi berambut. Kepiting yang besar dan paling mahal bisa sampai berharga 26 ribu yen per kaki kepiting. Wow…

Oke sekian dulu cerita hari ini.. Dan pesan saya: Jangan berjudi pachinko.. Haram… Haha..

.PhotoPhotoPhotoPhotoPhotoPhotoPhoto

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16/05/2013 in Journal

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: