RSS

Workshop: Sustainable TB Financing, Day 1

17 Apr

IMG_20130417_161100

Kementerian kesehatan berama dengan USAID, TB CARE I  dan MSH mengadakan acara workshop dalam rangka mendiskusikan keberlanjutan pembiayaan TB Hal ini menjadi sangat penting karena TB merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat. Telah banyak pencapain yang diperoleh dari program TB di Indonesia. Meskipun begitu program TB masih sangat memiliki ketergantungan yang besar dengan donor, dalam hal ini Global Fund. Beberapa catatan yang saya peroleh dari perwakilan BAPPENAS, pembiayaan TB sebaiknya ke depan memiliki aturan yang lebih jelas mengenai kegiatan pusat dan daerah. penggunaan BOK dengan standar biaya umumnya, dan regulasi penggunaan dana kapitasi dalam rangka kegiatan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu diperlukan pembentukan indikator proses sebagai kegiatan kesehatan masyarkat.

Belajar dari negara lain yakni China, Vietnam, Malaysia, Thailand, Filipina terdapat beberapa hal yang menarik. Di China, telah dilakukan pilot project untuk pembayaran dengan menggunakan sistem pay for performance. Sehingga kapitasi hanya diberikan 70% di awal, lalu kemudian 30% tergantung pencapaian indikator tertentu, sebagai contoh untuk TB. Sedangkan rumah sakit, menggunakan global budget plus pay for performance. Sedangkan di Thailand, dengan adanya berbagai skema asuransi, tantangan nya adalah untuk mengintegrasikan layanan dari ketiga asuransi tersebut. Malaysia hampir tidak memiliki kendala apapun, karena komitmen politik pemerintah yang sudah sangat kuat untuk membiayai seluruh pelayanan kesehatan secara utuh, meskipun terdapat pemikiran untuk berjalan ke arah asuransi ke depan, namun hanya untuk tambahan pelayanan, terutama di sektor swasta. Vietnam meskipun telah memiliki cakupan asuransi yang tinggi, paket layanan untuk TB masih sangat sempit – rawat inap – dengan kontribusi 10%, donor 40%, pemerintah 30%, userfee 20%. Oleh karena itu, out of pocket di Vietnam masih sangat tinggi. Sedangkan Filipina, Philhealth memiliki tanggungjawab untuk melakukan kredential fasilitas kesehatan, namun untuk monitoring layanan TB, dilakukan oleh NTP.

Berikut laporan hari ini, diakhiri dengan makan malam dan bernyanyi dengan organ seperti biasa…

Hari yang cukup melelahkan,

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 17/04/2013 in Dunia Kesehatan, Health economics

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: