RSS

Pemulung Yang Kaya

16 Apr

Beberapa mnggu yg lalu, ibu pemulung di wilayah tmpat tinggal sy mendatangi sy dan bercerita keluarganya ada yg menikah tapi dia belum ada uang lebih,jd dia meminjam 100rb.sy berikan 100rb pdnya dan berkata ibu tak perlu mengembalikan uang itu tp anggaplah uang bulanan sampah dibayar di muka,krn toh tiap bln dia mdpt 30rb utk jasanya membuang sampah.tp dia menjawab akan segera mngembalikan ketika sdh dpt uang bulanan sampah dari penduduk wilayah itu.lalu bbrp hari yg lalu dia datang melunasi hutangnya.sy menolak tp dia bersikeras mngembalikan dan memilih mdpt uang bulanan sampah stp akhir bulan stlh dia bekerja.orang kecil,berhutang 100rb dan merasa tdk tenang jika tdk segera melunasi hutangnya.sy baru tahu,tyta orang besar,berhutang banyak tp bukannya ingin cepat membayar hutangnya,malah berhutang lagi.menurut anda,dari kedua orang itu siapa sebenarnya org yg miskin atau merasa miskin?apakah orang semakin berkecukupan malah semakin merasa kurang?tp sy berdoa smg sy tdk mjd golongan org itu

Oleh: Maudi

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16/04/2013 in Journal, Pemikiran

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: