RSS

Memberikan pengalaman asuransi

06 Apr

Kemarin ketika ada seseroang menelpon untuk menawarkan asuransi, saya sudah tahu bahwa akan saya tolak. Tapi saya penasaran bagiamana mereka akan manawarkan dan memaksa saya untuk merubah pikiran. Saya jadi terbayang bagaimana dengan pelaksanaan SJSN kelak? apakah nanti akan ada telemarketing yang menawarkan dan berusaha mewajibkan semua orang untuk mendaftar kepada BPJS? mm…

Tapi ternyata mungkin sebenanrya bisa dengan alternatif lain .. yaitu dengan memberikan orang pengalaman untuk menggunakan asuransi. Berikut kutipan dari Prof. Duflo dalam edx:

All of these points are valid and important. Insurance is a difficult concept to grasp, and trust is essential. Education probably matters, but the one experiment that tries to explain the concept very carefully did not see a huge increase in take up, so it is not that easy. May be people need some experience, but since they are not willing to try, it may be difficult to acquire. One way in which people can get experience with insurance is if government initially subsidizes it. People can then get the experience of how it works and build trust (assuming of course that the parties are trustworthy!).

saya merasa ada benarnya, karena seperti orang dibeirkan KB secara gratis dulu. Namun pada berikutnya ketika merka sudah merasakan manfaatnya, mereka bersedia untuk membeli sendiri. Yah mungkin pada saat awal, pemerintah bisa melakukan secara gratis atau subsidi selama jangka waktu tertentu, lalu secara viral semua akan mendaftar. Karena secara psikologis juga bisa berpengaruh. hampir seluruh tetangganya memiliki kartu asuransi, lalu dia sendiri tidak punya..akan ada efek menular.

Lalu bagiamana dengan koleksi nya? belajar dari edx tentang kredit. Salah satu caranya adalah dengan kolektif. penggunaan pernagkat desa atau rt menjadi ujung tanduk nya. Sebenarnya orang Indonesia cukup kompak kok. Atau tempat kerja mungkin bagi orang yagn cukp sibuk .Kalau kayak paajk sekarang harus sendiri-sendiri ke kantor pajak untuk koleksi.. mmm.. saya ragu deh. Tapi memang harus ada dampak sosial maupun hukum bagi orang yang tidak membayar.

Di sisi lain untuk membangun kepercayaan orang secara sustainable membayar asurnsi, sebuah asuransi harus secara rutin memberikan laporan kepada masyarakat terharap kinerja dan keuangan jika diperlukan. Yah menurut saya, untuk memancing orang-orang yang merasa masih sehat adalah dengan benefit lain untuk menjaga mereka tetap sehat. Seperti paket fitnes, paket makanan yang lebih sehat, dll.

yah.. sekedar pemikiran, siapa tau bisa jadi alternatif para pengambil kebijakan..

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 06/04/2013 in Pemikiran

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: