RSS

Harga Dokter Umum

20 Jul

oleh Firdaus Hafidz & Rizki Tsalashitakhair 

“IDI sendiri tegas mengancam bakal melakukan demo jika bayaran dokter yang melayani pasien BPJS dianggap tidak layak(1)

Kutipan di atas merupakan reaksi dari IDI mengenai dampak dari besaran iuran premi BPJS Kesehatan. Fenomena tarik ulur antara peserta, pembayar dan penyedia layanan kesehatan merupakan dinamika dalam sebuah asuransi kesehatan. Keterlambatan dalam meregulasi sistem pelayanan kedokteran merupakan salah satu faktor yang disampikan oleh Ketua Bidang Pengembangan Sistem Pelayanan Kedokteran Terpadu dengan Sistem Rujukan Pengurus Besar IDI, dr. Gatot Soetono MPH .

Distribusi dokter  menjadi hal penting agar sistem yang dimaksud terealisasi, namun selama ini distribusi dokter masih berpusat di kota-kota besar. Oleh karena itu IDI mengusulkan agar pemerintah membuat suatu Indeks Geografi Praktik yang bertujuan agar dokter mendapatkan penghargaannya secara adil sesuai dengan tingkat keterpencilan geografis dan kesulitan fisik tempat mereka bertugas. Belum lagi adanya kebijakan “dokter murah” atau menghargai dokter di bawah standar (underpaid) yang selama ini tidak disadari oleh sebagian besar dokter di mana kompensasi dari kerja utama tidak mencukupi untuk hidup layak akibatnya dokter mencari kerja tambahan di luar kerja utama.

Dengan berbagai latar belakang masalah di atas maka IDI menyusun sebuah Panduan Kompensasi Dokter dan Jasa Medik yang bertujuan untuk mengurangi masalah tersebut. Panduan tersebut diharapkan dapat menjadi acuan dalam menentukan pendapatan dokter, mengurangi kesenjangan kesejahteraan di antara dokter, mendorong persebaran dokter, melindungi pasien dari biaya yang berlebihan serta membantu mewajarkan biaya kesehatan. Dari formula tersebut akhirnya didapatkan nilai rentang kompensasi dokter umum dalam sebulan untuk daerah perkotaan yaitu Rp 12.000.0000 hingga Rp 17.000.000 dengan waktu kerja 40 jam per minggu. Nilai ini akan berubah sesuai dengan geografisnya.(2)

Lalu yang menjadi pertanyaan adalah sebenarnya berapa dokter umum dibayar saat ini?

Berdasarkan hasil studi pembiayaan fasilitas kesehatan di Indonesia yang dilakukan oleh Pusat KPMAK dan OPM, didukung oleh GIZ dan AusAid, menunjukkan bahwa proporsi gaji dokter dalam pelayanan kesehatan di puskesmas hanya 4% dari total biaya puskesmas per tahun. Jika dilihat lebih dalam lagi maka didapatkan bahwa rata-rata gaji dokter puskesmas adalah sebesar Rp 4,5 juta per bulan. Jumlah ini bahkan lebih  rendah dari rata-rata gaji perawat dan bidan yaitu sebesar Rp 5,4 juta per bulan.(3)

Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa dokter umum rata-rata bekerja sebanyak 33 jam per minggu, sedangkan perawat dan bidan bekerja rata-rata 27 jam per minggu. Maka didapatkan rata-rata gaji dokter untuk pelayanan langsung kepada pasien di puskesmas adalah sebesar Rp 34.091 per jam, dibandingkan dengan rata-rata gaji perawat dan bidan sebesar 41.667 per jam.

Dengan demikian terdapat gap sebesar Rp 40.909 per jam yang harus dibayarkan agar gaji dokter umum dapat ideal sesuai dengan standar panduan IDI. Dengan melihat dokter umum sebagai ujung tombak di era BPJS nanti, diperlukan kurang lebih 60 ribu dokter umum. Oleh karena itu dampak terhadap biaya yang harus dibayarkan untuk kompensasi dokter adalah sebesar  Rp 4,7 triliun per tahun untuk gaji dokter umum. Jumlah ini tentunya akan bertambah seiring dengan tingginya inflasi biaya kesehatan dan bertambahnya jumlah lulusan dokter umum di Indonesia.

Sumber :

  1. Susanto CE. Iuran Premi BPJS Kesehatan 5 Persen dari Gaji [Internet]. Media Indonesia.com. 2012;Available from: http://www.mediaindonesia.com/read/2012/06/29/329790/293/14/Iuran-Premi-BPJS-Kesehatan-5-Persen-dari-Gaji
  2. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia. Panduan Kompensasi Dokter dan Jasa Medik. 2008;(November).
  3. Ensor T, Indradjaya S. THE COSTS OF DELIVERING HEALTH SERVICES IN INDONESIA: REPORT ON A PROSPECTIVE SURVEY 2010-2011. 2012.

Sumber: Harga Dokter Umum – BPJS, SJSN, JAMKESMAS, JAMKESDA, Pusat Kebijakan Kesehatan, KPMAK UGM http://www.kpmak-ugm.org/2012-05-12-04-54-35/2012-05-12-05-03-45/article/159-harga-dokter-umum.html#ixzz218RoTHVH

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada 20/07/2012 in Costing Study, Dunia Kesehatan, Health economics

 

6 responses to “Harga Dokter Umum

  1. Dr. Ucik

    21/10/2012 at 11:51 am

    Kasihan ya para dokter umum kita…. Pertanyaan lebih dalam adalah mengapa DU kok hanya dihargai sedemikian rendah. Pasti ada alasannya… Siapa ya yang sudah meneliti, apa saja yang dikerjakan oleh DU di Puskesmas? Apa saja yang dikerjakan oleh petugas medis lain? – perawat, bidan dll.

     
    • Hafidz

      21/10/2012 at 8:02 pm

      Terimakasih atas komentarnya.
      kalau siapa sudah meneliti mengenai pekerjaan dokter umum di puskesmas, kelihatannya belum ada tuh. tapi yang jelas sangat bervaariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. ada yang nganggur sampai super sibuk karena pasiennya yang super banyak dan harus jadi kepala puskesmas/ kepala program tertentu.

       
  2. me

    17/12/2012 at 3:42 pm

    Hasil pertemuan dg askes batam awal desember ini. yang nanti akan berubah jadi bpjs kesehatan.. bahwa kerja sama bpjs diarahkan kepada pemilik sarana yang sesuai standar dan sistim pembayaran kapitasi.. artinya gaji dokter di tentukan oleh pegelola sarana.. kr pengelola sarana yang akn menerima total kapitasinya. Jd bagian dokter tergantung pengelola.. tak ada standar dr askes.. makin terpuruklah dokter.. kr akn sama saja dg sistim yang diterapkan jamsostek saat ini..

     
    • Hafidz

      17/12/2012 at 4:00 pm

      Wah benar sekali tuh. jadi sebenanrya IDI tidak hanya perlu advokasi kepada Kemenkes untuk masalah berapa kapitasi, tapi juga kepada asosiasi klinik mengenai jasa medis dokter yang bekerja di bawah klinik.
      belum lagi memang masalah terhadap berapa gaji dari bidan, perawat dan administrasi lainnya.
      Saya rasa harus ada kesepakatan bersama antar asosiasi, sehingga tidak menimbulkan friksi di lapangan.

       
  3. dr. anonim

    01/01/2013 at 11:29 am

    jadi betul ngga,gaji dokter umum bakal naik? soale aku ga enak sama profesi lain, kalo ngomong masalah gaji dokter umum yg emang masih minim. aku sih sangat setuju sekali kalo emang gaji dokter umum bakal naik….

     
    • Hafidz

      07/01/2013 at 2:27 pm

      yang jelas, IDI berupaya untuk terus mengadvokasi kesejahteraan dokter. Tapi di sisi lain memang susah merubah mindset bahwa dokter itu kaya. jadi kalau dokter minta naik, kok rasa=rasanya nggak pantas. iya nggak?

      yah yang penting kalau dokter puas, pasti pasien terlayani dengan puas… hehe

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: