RSS

Learning Case Studies from Another Countries

13 Jul

Indonesia

Belajar dari Lombok Barat. 66% dari populasi telah tercover oleh asuransi. Jamkesda Lobar dan Jamkesda Provinsi NTB, menghadapi defisit. Meskipun bisa dibayar tahun depan.

Sistem membership yang dilakukan adalah open. Maksudnya adalah setiap orang yang sakit bisa ke rumah sakit dan mendaftar di rumah sakit. Dan ada tim verifikasi yang akan memberikan kartu miskin.

Jadi tidak heran dengan sistem seperti ini, adverse selection 100%.. jelas harus diperbaiki.

Filipina

Mereka hanya mengcover 23 cases untuk case basis. Sisanya fee for services. Dan mekanisme pembayaran ini juga di komunikasikan kepada masyarkat, sehingga mereka tau ketika terkadang mereka harus membayar out of pocket ketika pembayarannya fee for services.

Di sisi lain, hal ini juga mempercepat proses administrasi. karena ketika masih full fee for services insurance harus memverifikasi semua secara detail dan memakan waktu kurang lebih 76 days dan setelah berubah menjadi mix; untuk case based –> 46 days. dan fee for service menjadi 52 days. Ke depan mereka akan merubah semua menjadi case based.

Yang menjadi tantangan ke depan adalah, dengan case based ini, mereka ingin memastikan bahwa tidak ada pasien yang diminta untuk beli diluar dan memastikan pasien diberikan sesuai standar oleh karena under prescription.

Cambodia

Pelaksanaan Health Equity Fund di Kampoeng Thom. Dampak dari program ini, terlihat bahwa sejak tahun 2005 terjadi peningkatan terus menerus baik dari utilisasi dan revenue rumah sakit.

Vietnam

Sejak 2009 dilakukan perubahan mekanis pembayaran dari FFS menjadi kapitasi dan DRG. Terdapat 2 hospital yang dilakukan piloting saat ini. Sedangkan 40% rumah sakit menggunakan kapitasi. Sisanya masih FFS. Dengan DRG terlihat dengan jelas bahwa dapat menurunkan beban administrasi asuransi. Namun tentu saja dokter tidak terlalu menyukai. Di Vietnam yang biasanya mereka bisa dapat lebih banyak dengan FFS dan dapat uang di bawah meja yang mereka sebut sebagai “Envelop”

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 13/07/2012 in Health economics, Kuliah

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: