RSS

Flying to Siem Reap

13 Jul

Hari yang cerah dan berawan untuk pergi ke Kamboja dari Yogyakarta. Di antar istri pagi-pagi sebelum bekerja ke bandara. Perjalanan sudah pasti cukup jauh dan melelahkan, karena rute yang panjang. Yogyakarta – Jakarta – Bangkok – Siem Reap.

CSC_2966DSC_2967always love beautiful sky

DSC_2972 imajinasi awan gajah..

Karena pernah trauma tentang bagasi, jadinya lebih hati-hati. Ternyata kalau bagasi saya transitkan langsung dari Jogjakarta, maka saya harus mengambil bagasinya di Bangkok (all by Garuda). Tapi kalau saya naruh bagasi lagi di Jakarta, bagasi bisa sampai Siem Reap. – Aneh juga.. tapi ya begitulah-.

Mendarat di Bangkok, terlihat betapa jauh rapinya Bangkok dibanding Jakarta. Dari jalan yang lebar dan tdak terlihat macet.. yah soalnya kalau ngelihat Jakarta jam sorean, pasti terlihat banget macetnya karena jam pulang kantor.

 

DSC_2979CSC_3014DSC_2994DSC_2996DSC_2999CSC_3007

Bersama teman-teman kebingunan di bandara Bangkok.. salah wing untuk check in ke Bangkok Airwayska. Yang seharusnya di West. kita di jebloskan sama petugas bandara ke East. Wah jelek sekali petunjuk arahnya di sana dan jarang-jarang banget tempat informasinya. Setelah sampai ke daerah check in semua orang juga kebingungan, karena di ruang tunggu sepi banget dan nggak ada petugas yang standby.Meskipun detik-detik terakhir, petugasnya baru datang dengan hanya teriak-teriak kalau sudah boarding ke siem reap.

DSC_3001DSC_3005CSC_3018DSC_3021DSC_3024DSC_3025

Setelah mendarat di Siem Reap.. langsung buru-buru tukar dollar ke Mata uang kamboja.. sedangkan teman-teman yang lain buru-buru beli nomor lokal, katanya supaya bisa black berry an.

Ternyata semuanya tidak direkomendasikan. Semua harga-harga yang di Siemi Reap sebagian besar pakai dollar. Dan rugi kalau pakai mata uang lokal, karena yang seharusnya nilai tukarnya 3800, orang lokal pakai rate 4000.. mungkin biar nggak susah mengkalikannya dan pastinya keuntungan.

Sedangkan pakai nomor lokal,…. nggak worh it.. karena sering mengalami gangguan jaringan dan untuk Black berry nya pun lebih mahal. 1 minggu 10$.

OK. deh.. sekian dulu cuplikan perjalanan menuju Siem Reap.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 13/07/2012 in Journal

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: