RSS

Sharing Konsep Kepesertaan Asuransi/ Jaminan Kesehatan

10 Mei

Sekedar sharing konsep kepsertaan yang berada di kepala saya (pikiran dangkal tanpa teori njelimet) yang selalu mengalami masalah.

Saya terpikir bagaimana jika melakukannya dengan terbalik dan campuran dengan ide pak Sigit. Yakni:

  • Tanda khusus dimiliki oleh peserta yang membayar premi, bukan orang miskin. Kenapa? karena orang miskin sampai sekarnag tidak bisa dideteksi jumlah tepatnya. Dan seperti orang di papua saja masih untung bisa menyimpan suatu ID di dompetnya. Sehingga akan lebih mudah dan jelas jika kita mendeteksi yang membayar premi.

Dampak: orang yang tidak memiliki tanda khusus tersebut, dianggap sebagai orang miskin ketika ke fasilitas kesehatan.

  • Insentif terhadap orang-orang yang membayar premi. Agar penduduk yang memang mampu lebih cenderung memilih  membyaar premi daripada menjadi dianggap miskin. – memang terlihat diskriminatif, tapi kita harus bisa memenuhi kebutuhan seseorang dengan membayar premi tanpa mengurangi kualitas bagi orang yang tidak membayar premi.
  • Tanda khusus tersebut alangkah baiknya jika bisa dimasukkan dalam e-ktp dalam rangka efisiensi, integrasi dan mencegah duplikasi. Meskipun masih butuh waktu yang panjang, namun sudah dimulai dan akan bersifat nasional. Anak dan bayi yang belum memiliki e-ktp  akan terdaftar dalam e-ktp kepala keluarga yang membayar premi nya.
  • Dengan begitu kita tidak perlu direpotkan lagi oleh siapa yang miskin. kecocokan dan lain-lain. karena penduduk indoneisa yang begitu tinggi mobilitasnya dan sangat dinamis ( kaya <-> miskin). Meksipun ke depannya pelan-pelan saya yakin dengan e-ktp akan semakin mudah untuk mengidentifikasi. Apalagi target kementerian dalam negeri untuk menyelesaikan nya dalam waktu dekat guna pemilu.. sama-sama 2014.

Mungkin sementara ini dulu. Bagi para pembaca yang punya ide lebih canggih mohon masukannya untuk kita kembangkan lebih lanjut konsepnya. Siapa tau dari kementerian kesehatan atau BPJS ada yang tertarik dan bisa menjadi inspirasi mereka.

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada 10/05/2012 in Dunia Kesehatan

 

Tag: ,

6 responses to “Sharing Konsep Kepesertaan Asuransi/ Jaminan Kesehatan

  1. Tri Tanami

    02/06/2012 at 4:15 pm

    salam kenal mas Hafidz….
    saya tri, anak aktuaria UGM.. kebetulan saya ingin mengangkat tema asuransi kesehatan.. tp materi yg diberikan masih minim… mau tanya mas refrensi buku yg mengulas perhitungan premi untuk asuransi kesehatan
    thanks ya ^__^

     
    • Hafidz

      18/06/2012 at 2:28 pm

      Mohon maaf baru balas, sebenarnya saya juga nggak terlalu punya banyak sumber untuk premi. tapi saya lebih ke arah kapitasi. buku Rasional pembayaran kapitasi, terbitan IDI (Dr. Hasbullah Thabrany). dan beberapa sumber dari modul PAMJAKI.
      Kalau Mbak Tri Punya sumber-sumber lain, boleh dong bagi-bagi.

       
      • Mendhel

        15/02/2013 at 1:41 pm

        Saya sangat setuju sekali dengan BPJS ini , dan pembayaran premi bagi yang cukup mampu, terjadi pemerataan , bagaimana yang miskin betul – betul tertolong ,cara mendatanya gunakan saja e- KTP dengan pembedaan warna , misalnya merah buat yg miskin, kuning yang bayar premi ( hampir miskin ) , sehingga dalam pelayanan pun si sakit tidak berbelit2 dalam memenuhi persyaratan untuk dilayani disarana pelayanan kesehatan, cukup kemperlihatkan e- KTP sudah bisa dilayani, dan tidak bisa terjadi pemalsuan kartu dan memudahkan sisakit, udah sakit proses nya juga sulit u berobat.
        Karena dalam pelaksanaan jamkesmas masih banyak yang betul2 miskin tidak mempunyai jamkesmas ,dengane- KTP dapat diselesaikan dan saya pikir orang yg cukup mampu tidak akan mau mempunyai e – KTP merah.

         
      • Hafidz

        18/02/2013 at 2:25 pm

        iya.. ide yang menarik..
        saya yakin orang indonesia banyak yang gengsi dengan anda tanda seperti itu. apalagi kalau dengan KTP itu berarti tidak bisa kredit motor.. heheh..

         
    • Lukman

      13/07/2014 at 1:03 pm

      maaf ini sama bu TRI TANAMI SUKRAINI yang S2 UGM Bukan? dengan judul tesis PERAMALAN MORTALITA
      DENGAN MENGGUNAKAN METODE LEE-CARTER bukan?

       
      • Hafidz

        18/07/2014 at 11:30 am

        Bukan, saya Firdaus Hafidz. Saya juga kurang tau yang ibu maksud

         

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: