RSS

How to do costing -Double Distribution Method-

05 Feb

A.Rifai

Ketika masuk ke sebuah fasilitas kesehatan, kita harus mengerti dulu bagaimana system keuangan di tempa tersebut. Karena jika kita hanya bawa template ke fasilitas kesehatan dan lagnsung analisis. Yang ditakutkan kita tidka mengerti betul apa arti angka-angka tersebut.

Tahapan:

1. Pengumpulan data (megnerti informasi biaya)

2. Identifikasi biaya asli

Proses untuk menentukan beban biaya yang sesungguhnya terjadi di masing-masing unit/ bagian/ instalasi. Jenis kelompok biaya yang menjadi beban di masing-masing unit/ bagian/ instalasi adalah sebagai berikut:

a) Biaya gaji

b) Penggunaan BMHP

c) Penggunaan Bahan habis pakai

d) Penggunaan biaya alat tulis kantor

e) Biaya operasional

f) Biaya investasi

g) Biaya pemeliharaan

3. Alokasi biaya dari unit penunjang ke unit produksi (metode doublé distribution)

Setelah biaya asli didapatkan di masing-masing unit/ bagian/ instalasi, lakukan pendistribusian dari masing-masing jenis biaya dengan menggunakan metode double distribution sesuai dengan standar alokasinya.

4. Menghitung unit cost, perhitungan biaya masing-masing layanan

Setelah semua jenis biaya slesai didistribusikan ke masing-masing unit/ bagian/ instalasi produksi, lakukan perhitungan masing-masing unit cost pelayanan dengan menggunakan relative value unit –nya masing-masing

Apa siih, fungsi costing pada fasilitas kesehatan:

1. Menetapkan target laba

2. Mentapkan target departemen untuk manajemen menengeah dan manajemen operasi

3. Mengevaluasi efektivitas rencana

4. Menunjukkan keberhasilan dan kegagalan

5. Mengidentifikasi dan memilih strategi

6. Memutuskan penyesuaian dan perbaikan dalam organisasi.

Contoh: ketika penetapan bagi hasil KSO. Seringkali mereka tidak memperhitungkan di awal. Padahal air, listrik, pegawai semua nya beban rumah sakit.

Nyambung ke tahapan BLUD:

1. Inventarisasi aset dan Memperhitungkan unit cost

2. Sosialisasi kepada pemerintah daerah dan rumah sakit

3. Menyusun dokumen.

Ada 3 persayratan:

1. Substantif (industri, perdagangan dan jasa). Perdagangan di obat, jasa untuk dokter, industri di gizi. Bayangkan 500 rupiah untuk buat air panas, bisa dijual 2000 rupiah.

2. Konteks

3. Adminstratif

clip_image002

Master plan untuk menuju ke arah BLUD (22 langkah).- Rifai version

Biaya: nilai tukar, pengeluaran, pengorbanan untuk memperoleh manfaat.

Objek biaya (cost object), tujuan biaya (cost objective), sebagai item aktivitas yang biasa nya diakumulasikan atau diukur. Contoh: biaya administrasi, dll

Klasifikasi biaya teragi menjadi 5:

1. Produk (unit dari suatu barang jadi atau jasa)

2. Volume produksi

3. Departemen, proses, pusat biaya (cost center), atau subdivisi lain dari manufaktur

4. Periode akuntansi

5. Suatu keputusan, tindakan atau evaluasi

Jenis biaya:

1. Biaya variable

Total biaya variable berubah secara proporsialnoal terhadap perubahan aktivitas dalam rentang yang relevan . biaya variable biasanya memasukkan biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. (Berubah secara linier seriing aktivitas).

2. Biaya tetap

Biaya tetap bersifat konstan secara total dalam rentang yang relevan. Dengan kata lain, biaya tetap per unit semakin kecil seriring dengan menignkatnya aktivitas dlaam rentang yang relevan.

Suatu kelas dengna kapasitas 20, ketika di isi 1 sama dengan diisi 20. Tapi akan berubah ketika 21 mahasiwa, Karena harus pindah kelas.

Semakin tinggi produknya, unit costnya akan semakin kecil.

3. Biaya semivariabel

Beberapa jenis biaya memiliki elemen biaya tetap dan biaya variable, jenis biaya ini disebut biaya semivariabel.

Jenis biaya yang tergolong jenis semivariabel, misalnya biaya listrik.

Hubungannya dengan departemen: biaya diklasifikasikan sebagai:

1. Biaya langsung departemen. – unit produksi- Customer nya: external

2. Biaya tidak langsung departemen (digunakan bersama-sama) – join cost/ biaya penunjang/ overhead. Contoh: IPSRS, kantor sekretariat.- costumer nya: internal

Perhitungan unit cost: suatu kegiatan menghitung biaya untuk berbagai jenis pelayana yang ada. Baik secara total maupun per unit dengan cara menghitung unit biaya.

Maksud dan tujuan perhitungan unti cost:

1. Perencanaan anggaran

2. Pengendalian Biaya

3. Penetapan harga

4. Penetapan subsidi

5. Membntu pengambilan keputusan rutin

Alokasi distribusi biaya dapat didasarkan pada:

1. Jumlah karyawan

2. Konsumsi kwh

3. Konsumsi tenaga per jam

4. Luas lantai

5. Nilai aktiva

6. Biaya dari bahan baku yang digunakan

7. Dll – yang relevan dengan biaya tersebut.

Metode doublé distribution.

Metode ini merupakan metode pengalokasian biaya dari pusat biaya penunjang ke pusat biaya produksi melalui dua tahap:

1. Mendistribusikan/ mengalokasikan biaya asli dari pusat biaya penunjang ke pusat biaya penunjang yang lain dan seluruh pusat biaya produksi

2. Mendistribusikan/ megnalokasikan hasil distribusi biaya I pada masing masing pusat biaya penunjang ke seluruh pusat ibaya produksi.

Analisis Biaaya Satuan

Untuk Jasa yang perlu diperhatikan: direct cost + indirect cost.

Untuk perdagangan, variabel yang perlu diperhatikan: harga pokok penjualan + profit margin + direct cost + indirect cost

Untuk industry, variable yang perlu diperhatikan: Bahan Baku, Tenaga kerja langsung, dan overhead

Unit cost tidak sama dengan Tarif

Unit cost: pengorbanan sumber daya rumah sakit yang diwujudkan dalam bentuk Bahan Habis Pakai Jasa Rumah Sakit dan Akomodasi

Tarif: Harga jual yang memperhitungkan Unit cost jasa pelayanan (Medis, Paramedis dan non medis), rencanan pengembangna dan Margin [Tarif = Jasa sarana(uc) + Jasa pelayanan]

Issue terkait tarif. Dalam pengalaman, kenaikan tarif sebaiknya tidak lebih dari 25%. Namun di lapangan sering naik hingga 300%. Ternyata hal ini sangat elastis.

Simulasi

File terbagi menjadi 2 besar :

1. Identifikasi dan alokasi biaya

Unit dibagi 2 besar:

a. Unit produksi: konsumennya adalah external

b. Unit Penunjang: konsumennya adalah internal

Namun hati-hati ketika mereka keduanya, seperti gizi dan limbah medis.

Biaya gaji

– Pastikan bahwa gaji yang dibebankan ke unit tidak termasuk beban biaya yang didanai dari dana pemerintah

– Pastikan bahwa biaya yang dibebankan ke masing-masing unit sesuai dengan beban kerjanya masing-masing

– Insentif/ jasa pelayanan tidak dimasukkan. Karena unit cost merupakan perhitungan biaya pokok saja.

– Dokter bisa diasumsikan full di rawat jalan. Dan perawat full di rawat inap. Hal ini diasumsikan bahwa rawat inap hanya merupakan sebuah pelayanan akomodasi dan perawat melakukan asuhan keperawatan.

Penggunaan bahan medis habis pakai

– Pastikan bahwa BMHP tersebut digunakan pada unit tersebut. Dan akan dialokasikan secara langsung karena hanya digunakan di tempat tersebut. Tidak digunakan oleh penunjang lain.

Penggunaan alat medis

– Patikan bahwa Alat medis tersebut diguankan pada unit tersebut. Dan akan dialokasikan secara langsung karena hanya digunakan di tempat tersebut. Tidak diguankan oleh penunjang lain.

Kendaraan (investasi dan pemeliharaan):

– Dasar alokasi dapat menggunakan beberapa pendekatan. Biasanya menggunakan data jadwal penggunaan kendaraan.

– Untuk distribusinya bisa digunakan selain jumlah karyawan, meskipun bisa digunakan yang lain.

Biaya Investasi

– Aset tetap (bangunan, kendaraan, dll).

– Yang sering jadi masalah adalah, ketika adanya USG, atau pelayanan sama di beberapa unit. Hal ini dapat menyebabkan tariff yang berbeda-beda. Hal ini bisa berbahaya. Hal ini akan menyebabkan rebut-rebutan jasa pelayanan.

2. Alokasi Biaya dari Unit penunjang ke Unit produksi (metode double distribution)

3. Menghitung unit cost

RVU: JIka unit memeberikan lebih dari 1 jenis pelayanan maka diperlukan perhitungan relative value unit. Dan relative value unit tidak digunakan untuk jenis konsultasi, karena asumsinya konsultasi tidak ada jasa sarana nya. Sehingga yang diperhitungkan RVU nya hanya yang berupa tindakan.

Sehingga tidak ada unit cost jasa konsultasi. Dengan begitu, nantinya menggunakan system remunerasi.

Karena waktu perhitungan pun di awal, gaji+tunjangan+insentif merupakan gaji fix cost. Yang tidak berhubungan dengan jasa pelayanan atau kinerja pelayanan produksi.

Hal ini menghindari terjadinya doublé counting di hasil akhir.

Berikut saya lampirkan logika berpikir dari perhitungan unit cost double distribution ini.

Ok.. selamat menikamati..

PDF

Logic

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 05/02/2011 in Kuliah

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: