RSS

Advokasi

19 Jan

Roem

Pengantar

Di awal-awalnya. Atau sejarahnya dulu di Prancis bagaimana menghubungkan antara rakyat dan kerjaan (demokrasi). Sehingga dewan sebagai perwakilan rakyat memanggil raja. Dan dari sini lah diambil keputusan bersama.

Kalau di Indonesia sering diadopsi menjadi pengacara (advokat). Tapi kalau di belanda malah artinya adalah mabuk.. aneh..

Pengertian dasar

Upaya untuk mempengaruhi suatu kebijakan publik sesuai dengan tujuan mereka yang melakukannya. (dari rakyat kepada pemerintah).

Bukan berarti mengusulkan yang baru atau mengubah, tapi bisa juga mempertahankan suatu pendapat/ ide.

Kerangka krja terdiri dari:

1. Isi hukum – proses-proses legalisasi & litigasi (legal drafting, conter draft, jucidial review, clsss-action, legal-standing, citizen Law-suit, litigasi, jurisprudensi).

2. Tatá laksana hukum –proses-proses politik dan birokrasi (lobi, negosiasi, mediasi, kolaborasi)

3. Budaya hukum – proses-proses sosialisasi dan mobilisasi (kampanye pendapat umum, siaran pers, unjuk-rasa, mogok, boikot, pendidikan dan pengorganisasi masyarakat)

Step:

Kajian/ naskah undang-undang à RUU à disahkan DPR à UU

Permasalahannya, seringkali RUU ini tidak dikonsultasikan ke public secara baik. Sehingga sering bermasalah ketika sudah menjadi UU.

Class action, Citizens lawsuit, pribadi yang menggugat Negara. Awalnya buat notifikasi dulu (kayak pakai Koran, twitter, facebook, ttd).

Legally binding. Teks hukum yang diakui untuk mengambil keputusan dalam pengadilan adalah UU, PERDA dan PERDES. Kalau keputusan presdien, menteri dan lain-lain itu tidak bisa digunakan, semuanya harus merujuk kepada teks hukum.

Organisasi dan jaringan

1. Baris depan (Frontline). Selebritis yang muncul di Koran dan public

2. Pendukung (Backline). Orang-orang yang meriset dan mengumpulkan bukti-bukti.

3. Basis (Groundline). Orang-orang berbicara di bawah/ rakyat.

Pengalaman menunjukkan, bahwa kalau 1 orang melakukan semuanya, adovkasi tidak akan jalan. Karena susah sekali backline ini menahan diri untuk jadi selebritis. Jadi sebuah golden rule dari advokasi adalah harus ada selebritis yang bisa diterima banyak orang.

Nah organisasi anda mau bergerak di mana?

Pelajaran dari Pengalaman

Advokasi baik dan efektif:

1. Terfokus hanya pada satu isu/ tema pada satu masa tertentu – -> Coherency dan consistency

2. Isu itu juga memang ‘mendesak’ dan sesuai dengan tuntutan pendapat dan kebutuhan masayrakat — > urgency dan relevancy

3. Pengaruhnya berdampak besar dan luas pada perbaikan sistim — > magnitude

4. Semua yang terlibat dlaam organisasi dan jaringan kerjanya memang punya tujuan pencapaian (asil) yang sama, meskipun kepentingannya beda-beda — > coordination dan consolidation

5. Kemasan isunya menarik

Pertanyaan diskusi

– Apa isu/ tema fokus yang memenuhi syarat coherency, urgency, relevancy, magnitude, distinctive?

– Kebijakan public yang disasar pada araea mana yang paling realistic terlebih dahulu (local, nasional)?

Redundant: jangan mengangkat topic yang sama lagi ..

Kebutuhan selanjutnya:

1. Keterampilan untuk melakukan advokasi

a. Policy brief

b. Berdebat

2. Mentoring untuk research dan advokasi merupakan pendekatan yang lebih baik.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19/01/2011 in Kuliah

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: