RSS

Timor, Day 2

25 Jun

Pagi hari abis sarapan di restauran. Beberapa makanan masih ditutup plastik Sehingga kupikir belum bisa makan. ternyata udah bisa. Pesen omlet dengan keju, hasilnya royal banget (sampai neg’).

ok, setelah itu siap berangkat nunggu zoe di depan. Saya dengan supir dan Zoe dengan mobilnya ke SAMES (Instalasi Farmasi Timor).

DSC_0834

Di sana ternyata hampir mirip seperti Indonesia. Agak sulit untuk menyampaikan data-data. Bahkan sampai akhirpun mereka bilang, tolong di delete jumlah stock nya dan jangan di sebar datanya ke orang lain selain untuk penelitian. Meskipun terkesan agak aneh sebenarnya.

DSC_0839

Setelah dari sana sempat kerja bentar dengan zoe terus diantara Zoe ke Mesjid An-Nur. Jam setengah satuan baru mulai adzan. Yang menarik dari mesjid ini adalah sudah dibangun cukup lama. Dan tempat wudhu nya pun cukup unik, yakni dengan posisi duduk. Dan setelah itu semuanya cukup berjalan seperti biasanya di Indoneisa, kecuali ternyata cukup banyak warga asing yang solat.

25062010 25062010(001)

Di sore hari bertemu dengan sam seorang ahli farmakologi klinik. Hebat banget dia, seperti senjata mesin. Ngomong nerocos terus tanpa henti setelah melihat betapa kacaunya treatment yang kita buat di costing sheet. Akhirnya sampai dia mengambil keputusan, Ok. saya buat sesuai guideline dan nanti kita bandingkan. Sangat membantu kalau dia bisa menyelesaikannya sebelum hari selasa sebenarnya.

Dengan menghitung-hitung pengeluaran selama di Timor, kelihatannya saya hanya bisa makan 2 hari sekali. Lalu karena agak laper, pergilah ke bank mandiri malam-malam siapa tahu uangnya sudah sampai dan malam ini bisa makan enak. Tapi ternyata mesin atm hanya bisa dipakai untuk mandiri dili.

DSC_0840 DSC_0847

Perjalanan dipenuhi dengan hiruk pikuk orang yang ingin menonton worldcup antara brazil dan portugal. Rame banget, dan ternyata banyak sekali perempuan yang keluar pakai tank top dan celana pendek. Lalu motor dengan knalpot yang nggak jelas bunyinya. Serasa gaya kota yang sebenarnya. Di sini saya juga agak heran, dimana polisi Timor Leste? kenapa hanya pihak UN yang bekerja. Semoga mereka tidak terlena dibantu pihak luar terus menerus.

 

DSC_0844 DSC_0845

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 25/06/2010 in Journal

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: