RSS

Timor, day 1

25 Jun

Hari itu cukup sangat memalukan untuk saya sebagai seorang konsultan terutama sebagai orang Indonesia mungkin. Saya terlambat datang ke Timor leste karena terlambat check in di bandara Adi Sucipto. Biasanya Lion air sudah dipanggil naik ke pesawat, masih pada banyak yang ngantri untuk check ini. Kali ini, bandara hampir sepi, dan dengan jelas saya ditolak untuk naik pesawat dengan alasan system sudah tutup. Ya sudah deh, it is my fault. Perasaanku kacau sekali.

Setelah mondar-mandir mengurus tiket yang baru supaya bisa mundur hari kedatangan dan kepulangan. Alhamdulillah cuma nambah sekitar 1,2 juta. itu pun yang paling banyak nambah lion air untuk upgrade kelas dan 75% price

DSC_0805

Berangkatlah aku ke Denpasar di malam hari dan dijemput oleh Nathalie dan Dedy. Makan bentar di KFC sambil nonton pertandingan bola bentar. Menuju ke hotel melewati Kuta.. wadew.. rame banget, sampai macet hampir 1 jam kurang. Alhasil sampai hotel jam 1 malam. wadew.. ngantuk buanget. Lumayan lewat Any hotel yang mahal jadi bisa lebih murah.

 

keesokan paginya siap berangkat ke Timor Leste dengan berbekal uang pas pasan. Terus tuker duit 400 ribu di bandara. Yah lumayan bisa dapet 42 dollar. Agak unik ni bandara, udah pukul 10.00 tapi tempat ruang tunggu check in belum dibuka.

DSC_0811

Alhamdulillah sampai juga di Timor Leste. cukup unik ni bandara, saya nggak ngeliat ada pesawat di sini. Malah lebih banyak helikopter tentara. Setelah membayar visa arrival 30 dollar dan mengambil bagasi, penjemput dari hotel sudah siap. Hal lain yang saya lihat cukup aneh, anak-anak kecil berusia sekitar 7 sampai 10 tahun pada berdiri di dekat parkiran. Mereka ingin membantu para pendatang dan mengharapkan tips. Kasihan juga rasanya. Pelayanan hotel cukup memuaskan, saya diberi minuman dingin dan lap dingin. Dan driver pun sangat pandai berbicara, jadi suasana pun jadi terasa lebih santai.

Sesampainya di hotel, saya belum melihat driver yang akan mengantarkan ku ke tempat rapat. Akhirnya Zoe dan Dominggus yang datang ke hotel untuk rapat. Ternyata walaupun driver World bank sama aja (agak rubber time).

Beberapa saat setelah berbicara di taman belakang Discovery Inn akhirnya saya mengajak mereka untuk masuk untuk meeting di kamar ku aja. “Abis panas banget di luar.. nggak nyaman. Ora isoh mikir dab”.

Makan di luar ketemu orang jawa juga, sekali makan abis 4 dollar (soto ama es teh bo’). Dan akhirnya karena jet lag 2 jam dari Jogja, sampai jam 1 aku belum bisa tertidur sambil nonton freedy kurger vs. jason.

DSC_0820

Miss my family already

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 25/06/2010 in Journal

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: