RSS

Kesehatan Masyarakat Lalu dan Sekarang

28 Jan

We trace the shifting definitions of the American public health
profession’s mission as a social reform and science-based
endeavor. Its authority coalesced in the late nineteenth and early
twentieth centuries as public health identified itself with housing,
sanitation, and labor reform efforts. The field ceded that authority
to medicine and other professions as it jettisoned its social
mission in favor of a science-based identity. Understanding the
potential for achieving progressive social change as it moves
forward will require careful consideration of the industrial,
structural, and intellectual forces that oppose radical reform and
the identification of constituencies with which professionals can
align to bring science to bear on the most pressing challenges of
the day. (Am J Public Health. 2010;100:54–63. doi:10.2105/AJPH.
2009.163956)

Cuplikan di atas merupakan tema utama yang diangkat dari pertemuan KMPK -IAKMI pada beberapa hari lalu. Pembukaan dimulai oleh Prof. Laksono, kemudian diisi oleh dua narasumber yakni Prof. Hari Kusnanto dan dr. Cahyo dari Dinas kesehatan bagian promosi kesehatan.

Di awal, Prof. Hari Kusnanto memaparkan mengenai sejarah Kesehatan Masyarakat dengan tokoh-tokohnya. Diantaranya adalah:

 

1. Hypocrates

Hipokrates mengartikulasikan metode pengamatan dan dokumentasi klinis serta kode etik praktek medis. Ia mengartikulasikan hubungan antara pola medis dengan lingkungan alam (Udara, Air, dan Tempat) yang mendominasi pemikiran epidemiologis hingga abad kesembilan belas SM.

2. James Lind

Sejarah menceritakan bagaimana James Lind menggunakan perasan jeruk nipis untuk mencegah penyakit scurvy atas dasar penelitian pada populasi pelaut yang berminggu-minggu berlayar di tengah laut.

3. Preaval Pott

Pada tahun 1775, menyatakan bahwa para pekerja pembersih cerobong asap di Inggris menderita penyakit kanker skrotum. Percival Pott menekankan bahwa adanya jelaga dan kurangnya higiene di cerobong asap yang menyebabkan terjadinya kanker skrotum. Dari penelitiannya ini, maka Percival Pott menjadi Occupational epidemiologist pertama dalam sejarah. Penelitian ini berhasil melahirkan Chimney-sweeps Act pada tahun 1788

4. John Snow

Merupakan orang pertama yang menemukan bahwa wabah kolera yang terjadi di Soho, London, pada 1854 sangat terkait dengan sumber air yang digunakan penduduk. Pada saat itu belum ditemukan mikroskop sehingga orang tidak mengetahui apa saja yang terdapat di dalam air. Akan tetapi, John Snow sangat yakin, wabah kolera disebabkan sumber air yang digunakan masyarakat. Ia mencabut pompa air yang digunakan masyarakat sehingga sumber air tersebut tidak dapat digunakan dan wabah kolera kemudian mereda.

5. Rudolf Virchow

Virchow juga bekerja sebagai politikus (anggota dari dewan kota Berlin, parlemen Prussia sejak 1861, Reichstag Jerman 1880-1893) dengan tujuan meningkatkan kepedulian kesehatan masyarakat Berlin. Ia banyak berperan dalam pembangunan sistem air dan gorong-gorong modern. Ia pun menemukan "kedokteran sosial" yang menyatakan bahwa sebuah penyakit tidak murni adalah masalah biologis, namun juga berasal dari problema sosial. Sebagai salah satu pendiri dan anggota dari sebuah partai liberal (Deutschen Fortschrittspartei), ia adalah salah satu politikus penting yang berlawanan dengan Bismarck. Namun ia pernah bekerja sama bersama Bismarck pada Kulturkampf, sebuah kegiatan kampanye melawan gereja Katolik.

6. Edwin Chadwick

Salah seorang yang dikenal pertama kali membuat hubungan antara lingkungan tempat itnggal individu dengna status kesehatan mereka; ia menduduki komite di parlemen yang menelusuri penyebab mortalitas dan morbiditas pada tahun 1830-an, meyusun suatu langkah selama satu dasawarsa dan tindakan nyata untuk meningkatkan sanitasi, menyediakan air bersih, membangun sistem drainase, serta memungkinakan pembuangan kotoran/ limbah yang aman.

7. Lemuel Shattuck

Meskipun orang biasa, ida memiliki minat yang hebat untuk melakukan reformasi bidang sanitasi sebagai hasil dari mengumpulkan dan membuat tabulasi statistik vital Boston. Karena dia selalu mengeluhkan tentang kurangnya kemajuan sanitasi, dia ditunjuk sebagai kepala sebuah komisi legislatif untuk studi tentan gmaslaah kesehatan dan sanitasi di negara-negara persemakmuran.

Public Health di era kolonial

Politik Etis

Kelihatannya sih baik, tapi ternyata Indonesia adalah negara kelinci percobaan akan obat-obat vaksinasi dan keluarga berencana sebelum dipasarkan di Eropa.

Public Health setelah kemerdekaan

Terdapat Inspektoran kesehatan masyarkaat, pembangunan Rumah sakit dan BKIA

Public Health era orde baru

– Etatisme

– Primary health care

– RS Swasta semakin meninkat pesat

– Privatisasi

Public Halth Era Reformasi

– Sosialisme/ Sinterklasisme (Jamkesmas)

– Blobalisme Public Health

– Pertumbuhan RS Swasta

– Regulated/ Managed care & DRG

Public Health Now and future

Saat ini Public health cenderung akademisi yagn memebang peranan penting, bukan praktisi seprti dulu. Saat ini juga cenderung terpecah-pecah. Contoh: kesehatan lingkungan di Dinas LIngkungan tersendiri. Sangat sulit untuk mengintegrasikan dengan dinas kesehatan.

Selalu di tanya-tanya siapa nama dari praktisi yang menonjol… sangat sedikit.

Saya suka sekali dengan pendapat Pak Andre, bahwa sebenarnya yang membunuh para praktisi adalah para akademisi itu sendiri. Kenapa? karena para akademisi punya wadah media dan publikasi yang luas. Bahkan saya melihat juga pendapat praktisi dianggap baik jika sudah ada legalitas dari akademisi, nah jadi sepertinya praktisi seperti memang harus tenggelam.

Nah, sekaranglah saatnya untuk mendorong dan mendukung para praktisi yang aktif dan kreatif untuk terus maju dan berperan dalam kesehatan masayrakat tidak perduli apakah dia dokter atau bukan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 28/01/2010 in Kuliah

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: