RSS

Opini bobroknya hukum di Indonesia

12 Jan

Sebenarnya pemerintah dan masyarakat sudah mengetahui hal tentang boboroknya Lembaga Pemasyarakatan sejak lama. Sejak Tommy Suharto mengganti kamarnya menjadi mewah semenjak menjadi status narapidana, dan ketika KPA sudah tahu sejak lama bahwa Rutan menjadi sumber penyebaran narkoba dan HIV/AIDS. Dan alasannya selalu sama, karena overload…!!!. So What?!, masa’ dari tahun ke tahun tidak ada perubahan permasalahan? atau memang tidak ada komitmen untuk menyelesaikan masalah?

Berikut wawancara singkat dengan seseorang sahabat yang bekerja di Dephukham dan sangat concern terhadap HIV/AIDS;

Dari aku pribadi tidak akan ada pembenaran walaupun pejabat-pejabatku mencoba mencari pembenaran.

In my opinion, itu baru salah satu bentuk bobroknya hukum di Indonesia, sementara masih akan ada salah dua, tiga. Bahkan sepuluh dari instansi bidang hukum di nagara kita memang bobrok

Namun dihimbau kepada orang luar, dari kejelekan yang ada tolong dilihat kebaikan juga.. Terutama kebaikan yang telah dilakukan oleh orang yang tidak punya power menegakkan keadilan di lingkungannya.. Seperti aku dan teman-teman yang hanya staf level bawah

Saat kita terjun ke suatu tempat yang penuh lumpur bukan berarti kita harus ikut kotor ada hal yang bisa yang kami lakukan dengan lumpur tersebut untuk kebaikan, makanya aku lebih memilih duduk ngurusin orang sakit dan mau mati dengan HIV dari pada bidang yang berkaitan dengan hukum

Yah, kita sebagai masyarakat awam cuma bisa berharap semoga negara ini menjadi lebih baik ke depan…🙂

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada 12/01/2010 in Politik

 

6 responses to “Opini bobroknya hukum di Indonesia

  1. arman muas

    24/05/2011 at 9:10 am

    kelihatannya hukum berlaku di indonesia untuk rakat kalangan bawah saja sedang kan kalangan atas kebal hukum masa maling ayam lebih lama hukum nya dari pada orang yang maling uang negara milyaran rupiah dan kalaupun di hukum penjaranya kaya hotel bintang lima dan di tambah lagi ada cuti dan plus-plus lainnya…

     
    • Hafidz

      24/05/2011 at 9:40 am

      Setuju pak.. hari ini pun saya mendengar berita bahwa Pak Mahfud saja yang sudah melaporkan ke polisi tidak pernah di follow up. apalagi kita rakyat biasa..
      Saya jadi tambah tidak mengerti.. hukum ini maunya apa??

       
  2. Juslan Putrakonawe

    07/03/2012 at 12:08 am

    hukum di indonesia tak pernah akan habis di bicarakan atau tak pernaha kaan menempuh yang namanya keadilan,, n malahan hukum yang berlaku diindonesia adalah hukum sarang laba: klo nyamuk yang datang pasti da tangkap, tp klo tikus yang datang pasti da hancurkan artinya klo orang kecil yang melanggar pasti di proses habis2an, tp coba klo orang yag punya jabatan atau orang kaya pasti hukum itu bisa da beli.,.,

     
    • Hafidz

      07/03/2012 at 10:44 pm

      Ya Pak, rasa nya sedih sekali jika melihat berita di media massa. Andaikata hukum kita kuat dan tak pandang bulu, saya yakin masyarakat pun akan patuh dan taat hukum.

       
  3. fakultashukum uii

    25/10/2013 at 9:47 am

    Artikel yang bagus.

     
    • Hafidz

      25/10/2013 at 10:31 am

      Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: