RSS

Penderita HIV/AIDS di Bogor Naik

03 Des

KAMIS, 3 DESEMBER 2009 | 14:43 WIB

BOGOR, KOMPAS.com — Warga Kota Bogor yang menderita HIV/AIDS terus naik. Dari tahun 2002 sampai 2009 ini tercatat ada 634 orang terinfeksi HIV, 360 orang menyandang AIDS, dan 45 orang penderita AIDS yang meninggal dunia.
Fakta tersebut menjadikan Kota Bogor berada di peringkat ketiga se-Jawa Barat untuk kasus HIV/AIDS. Berkaitan dengan hal itu, Komisi Penanggulangan AIDS Daerah Kota Bogor berencana melakukan studi banding penanganan atau perawatan penderita HIV/AIDS ke Vietnam.

Sekretaris Daerah Kota Bogor Bambang Gunawan, saat membuka acara Rapat Kerja Daerah Komisi Penanggulangan AIDS Kota Bogor 2009, Kamis (3/12), mengatakan, data penderita HIV/AIDS menunjukkan penambahan karena saat ini sudah mulai tumbuh kesadaran untuk para penderita atau keluarganya untuk tidak menyembunyikan penderitanya.

"Kami sedihlah, naik peringkat dari peringkat empat ke tiga se-Jawa Barat. (peringkat pertama dan kedua adalah Bandung, lalu Bekasi). Namun, peningkatan penderita HIV/AIDS di sini karena tahun-tahun sebelumnya tidak terdata dengan baik," katanya seusai rapat kerja itu di Gedung Balitro di Jalan Tentara Pelajar, Bogor Tengah.

"Tahun-tahun sebelumnya, para orangtua atau penderitanya menyembunyikan diri. Sekarang syukurlah, sudah ada kesadaran semua pihak, bahwa penderita tidak perlu disembunyikan dan malah harus terbuka. Ini agar pengobatan dan pencegahan penyebaran virus HIV ini dapat ditangani dengan benar dan profesional," lanjutnya.

Bambang menegaskan, Pemkot Bogor akan memperbesar dana bagi program kampanye pencegahan dan sosialisasi bahaya HIV/AIDS. Pihaknya juga akan bekerja sama dengan lembaga terkait, seperti Rumah Sakit Marzoeki Mahdi dan para pemuka agama. "Untuk menekan penyebaran virus mematikan itu, semua pihak harus begerak dan bekerja sama," katanya.

Sebagai Ketua Komisi Penangulangan AIDS Kota Bogor, Bambang juga mengungkapkan rencana lembaganya itu melakukan studi banding ke negara lain untuk melihat efektivitas dan keefisienan lembaga di luar negeri dalam menekan penyebaran HIV/AIDS.
"Kami pernah melihat ke Malaysia dan Thailand. Mungkin perlu untuk melihat ke Vietnam, karena negara itu ternyata efektif dan efisen dalam menekan penyebaran HIV/AIDS dan pengobatan pada penderitanya," kata Bambang.

Bekaitan dengan Hari HIV/AIDS se-Dunia, Wali Kota Bogor Diani Budiarto menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Barat karena Diani dinilai sebagai wali kota yang peduli dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit HIV/AIDS.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 03/12/2009 in HIV/AIDS

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: