RSS

Penyakit Menular Seksual

18 Nov

Penyakit Menular Seksual (PMS) atau Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah infeksi yang dapat menular dari satu orang ke orang lainnya melalui kontak seksual termasuk hubungan seksual melalui vagina, seks oral dan seks anal.
Ada banyak penyakit yang termasuk dalam PMS. Beberapa penyakit yang paling sering ditemui adalah human papiloma, Herpes, Sifilis, Trikomoniasis, Chlamydia, Gonorrhea, Virus, Hepatitis B, Vaginosis bakterial dan HIV. Kelompok yang paling beresiko untuk terjangkit PMS adalah remaja dan orang dewasa yang sudah aktif secara sexual

clip_image001[8]

Grafik Jumlah kasus HIV di Kabupaten Mimika per Juni 2009 (Sumber DinKes kab. Mimika 2009)

Beberapa virus penyebab PMS adalah:

  • Human Papiloma Virus (HPV) yang merupakan salah satu penyebab utama kanker mulut rahim dan beberapa kanker lainnya pada sistem reproduksi wanita. Obat untuk menyembuhkan virus HPV belum ditemukan sampai saat ini, Baru-baru ini, vaksin yang dapat mengurangi resiko terinfeksi HPV sudah dikembangkan bila diberikan pada remaja yang belum pernah melakukan hubungan seksual.
  • Virus Herpes adalah salah satu PMS yang belum ada obat penyembuhnya. Namun terdapat terapi untuk menghilangkan gejala herpes di alat kelamin. Gejala herpes termasuk bintil (vesikel) yang nyeri dan dapat muncul secara periodik pada alat kelamin seperti pada batang penis, vagina, vulva, mulut rahim, sekitar anus, yang terpapar terhadap virus melalui kontak langsung kulit ke kulit. 80% dari kasus akan kambuh berulang.
  • Sifilis, disebabkan oleh bakteri yang menimbulkan luka yang tidak nyeri, paling sering pada alat kelamin, tapi dapat timbul pada bagian tubuh lainnya. Sifilis dapat disembuhkan, namun gejala sifilis dapat berlanjut dan mempengaruhi sistem saraf dan otak hingga menyebabkan gangguan daya ingat bahkan kematian jika tidak diterapi.
  • Trikomoniasis juga disebabkan oleh bakteri. Pada wanita, gejalanya termasuk keluar cairan vaginal kuning kehijauan berbusa dan berlebihan, nyeri atau kesulitan buang air kecil dan/atau nyeri saat berhubungan seksual, gatal, atau mungkin tidak ada gejala sama sekali. Laki-laki dapat mengalami peradangan pada saluran kencing, kelenjar atau kulit penis, dan/atau luka pada penis, tetapi sebagian besar lelaki terinfeksi tidak memiliki gejala apapun. Ini adalah salah satu PMS yang dapat disembuhkan.
  • Chlamidya & Gonorrhea seringkali menginfeksi seseorang pada saat yang bersamaan; beberapa gejalanya adalah keluar cairan dari penis, vagina, atau rektum, dan rasa terbakar atau gatal saat buang air kecil. Walaupun gejala Chlamidya berbeda dengan gejala gonorrhea, keadaan tanpa gejala bisa saja terjadi. Kedua PMS ini sebaiknya diperiksakan pada saat yang bersamaan. Keduanya dapat disembuhkan, tapi dapat pula merusak sistem reproduksi jika tidak diterapi

clip_image001[10]

Jumlah Kasus HIV vs AIDS di Kabupaten Mimika per Juni 2009 (sumber DinKes Kab Mimika 2009).

  • HIV (Human Immunodeficiency Virus) penyebab penyakit AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) yang merusak sistem kekebalan tubuh pada manusia dan pada akhirnya menyebabkan tubuh terinfeksi oleh banyak penyakit. Penyakit ini adalah salah satu penyakit yang paling ditakuti dan obat untuk menyembuhkannya belum ditemukan sampai saat ini. Obat-obat antivirus digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup dan mencegah infeksi oportunistik (infeksi yang terjadi karena daya tahan tubuh rendah) pada orang dengan HIV/AIDS. Semua PMS yang disebutkan diatas dapat meningkatkan resiko terinfeksi HIV secara bermakna. Banyak orang tidak menyadari dirinya terinfeksi, karena virus HIV seringkali tidak menimbulkan gejala untuk beberapa tahun pertama. Test HIV adalah satu-satunya cara untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi HIV. Di Mimika, lebih dari 95% kasus HIV ditularkan melalui hubungan seksual.

Jadi apa yang dapat Anda lakukan untuk melindungi diri Anda? Ingat ABC:

  • Abstinance -  menjauhkan diri dari seks bebas adalah satu-satunya cara yang efektif untuk menghindari penyakit menular seksual.
  • Be Faithful – kurangi resiko dengan tetap setia pada satu pasangan.
  • Condoms – penggunaan kondom yang teratur dan benar dapat mengurangi namun tidak menghilangkan resiko terkena penyakit tersebut selama berhubungan intim

Informasi kesehatan ini didapat dari International SOS.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 18/11/2009 in Dunia Kesehatan, HIV/AIDS

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: