RSS

Pemerintah dan Proses Kebijakan

14 Okt

catatan kuliah dapat didownload di sini

Dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA

Seperti biasa, beliau presentasi hampir tanpa menggunakan slide, slide beliau hanyalah tulisan catatan kuliah dari word yang tidak akan pernah terbaca oleh mahasiswa. Saat ini beliau tidak akan membahas mengenai sistem kebijakan International yang seharusnya dibahas. Tapi beliau ingin berdiskusi mengenai apa yang ada di lapangan saat ini.

Policy analis adalah orang yang mampu memecah/ mengurai kebijakan menjadi unsur-unsurnya, lalu diramu kembali menjadi kebijakan yang lebih cocok dan efektif efisien.

3 cara menganalisis policy:

1. Melihat dari segi stake holder approach

2. Menurut proses – langkah-langkah dan rasionalitasnya –

3. Menurut sistem

Contoh Policy (pilihan yang diambil dengan dukungan argumentasi yang spesifik) e.g. Desa siaga, pasti ada pilihan lain sepreti kampung siaga, keluarga siaga, dll.

Analisis Stake Holder

Stake holder: Stake (kepentingan) holder (pemegang) = Pemegang kepentingan = group interest (bunga/ keuntungan). = Setiap kelompok memiliki keuntungan. Orang atau lembaga yang memenangkan kepentingannya.

Contoh rokok: stake holder adalah orang/ lembaga yang terkait memiliki kepentingan / keuntungan dengan kebijakan rokok.

Kebijakan adalah hasil dari pertarungan dari beberapa stake holder. Stake holder yang kuat, yang menentukan kebijakan.

TOOL 1: MELIHAT DARI SEGI STAKE HOLDER APPROACH

Analisis pertama adalah: Melihat siapa dan mengelompokkan. Perlu diingat jangan lihat formalnya tapi siapa dibaliknya.

Contoh: Kebijakan narkoba, yang terjadi nyata bukan di atas kertas (Kebijakan yang sudah ada dirumuskan atau keinginan-keinginan)

KONTRA

PRO

BNN

Gang kriminal

LSM

Penadah ganja

Persatuan korban ganja

Petani ganja

 

Polisi

Pendukung PRO masih kuat.

–>Penyelesaian:

o Melemahkan kekuatan pro, contoh dengan regulasi, pajak tinggi, narkoba hanya boleh digunakan untuk orang tertentu.

o Membasmi stake holder yang kuat. Mengganti polisi yang bermasalah, atau menangkap gang kriminal.

o Advokasi dan Negosiasi.

Kebijakan bersifat dinamis. Sesuai konteks dan keinginan.

Kebijakan itu dapat dari mana saja, masalah hanya sebagai pencetus.

Kebijakan memang rasional. Namun sebagian besar tidak rasional.

Contoh: sebenarnya wanita tidak ingin vaginoplasti atau caesar. Tapi karena ada pemegang kepentingan (spesialis) maka kesulitan lahir sedikit, langsung disuruh caesar.

To be continued…14/10/2009

TOOL 2: MENURUT PROSES DAN LANGKAH-LANGKAHNYA

Siklus Pemecahan Masalah

clip_image001

Lebih baik yang kita lakukan adalah analysis of policy. Bukan analysis for policy.

Contoh: Desa siaga

clip_image002

Keterangan:

1. Desa siaga dibuat untuk

2. Mengatasi keterlambatan rujukan (harus lebih spesifik), bukan menurunkan kematian ibu sebagai masalah (terlalu luas, ada faktor pendidikan, sumber daya, biaya, dll).

3. Keterlambatan rujukan diakibatkan karena orang-orang miskin harus mengurus sendiri masalah rujukan. Hal ini dilakukan oleh para peneliti.

4. Berbagai pilihan kebijakan antara lain

    a. Suami siaga: gagal, hanya orang-orang kaya dan pengantin baru yang berhasil

    b. Puskesmas siaga: banyak ambulance yang malah dipakai untuk kepentingan lain, sehingga gagal.

    c. Rumah sakit siaga: terlalu jauh, sehingga gagal.

    d. Desa siaga: satu-satunya yang masuk akal untuk saat ini.

Kita tidak melakukan semua pilihan kebijakan, karena kalau begitu itu namanya bukan kebijakan.

Contoh: Parent education

clip_image003

TOOL 3: KOMPONEN ANALISIS SISTEM

INPUT –> PROSES –> OUTPUT

Efisiensi dan efektivitas

clip_image004

Efektif: jika kebutuhan cocok dengan pelayanan/ Kemampuan layanan memenuhi kebutuhan/

Contoh: kuliah besar tidak efektif karena orang yang mendengar bermacam-macam (pintar dan bodoh), sehingga terkadang tidak semua bisa menangkap.

Efisien: Bahan minimal, tapi outputnya maksimal.

Contoh: kuliah besar efisien, sekali ngomong, semua mahasiswa bisa mendengar

Contoh: Desa siaga

clip_image005

Contoh : Bank darah

clip_image006

Contoh: Jamkesda

clip_image007

Buat analisis dalam bidang anda kalau mau dapat A… katanya…

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 14/10/2009 in Kuliah

 

Tag:

2 responses to “Pemerintah dan Proses Kebijakan

  1. friend

    19/10/2009 at 1:26 pm

    Selamat Mas Sudah mampu merangkum apa yang beliau maksud… dan luar biasa sudah banyak yang dapat mas catata.. (salut Nilai A untuk catatan ini)…

    Untuk mendapat nilai A harus ada kontrak Antara MHS dan Dosen bersangkutan.. secara lisan tidak cukup untuk bapak yang satu ini.. mohon ke beliau ada catatan tertulis yang di tandatangani oleh 2 pihak ..

    salam

     
    • Hafidz

      19/10/2009 at 6:26 pm

      Walah, kontrak apa lagi ya, tugas beliau aja belum saya sempat kerjakan? Diskusi dengan beliau kalau pemikirannya nggak luas juga cuma plonga plongo rasanya.
      Ngomong-ngomong ini dengan siapa ya?
      Salam kenal, terimakasih atas komentarnya.
      N.B: Jika ada teman-teman lain yang sempat mencatat, mari kita gabungkan, buat catatan kuliah bersama, siapa tau bermanfaat untuk ujian dan atau sewaktu-waktu…

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: