RSS

Rancangan Penelitian Epidemiologi

05 Okt

File dapat di download di sini

Dibyo Pramono dibyopramono[at]gadjahmada.edu; dibyo_pramono[at]yahoo.com

Panggilan Dibyo.

Aturan:

1. Masuk kelas lebih dulu dari Pak Dibyo (disiplin)

2. HP di silent, ketika mengangkat atau sms keluar kelas

3. Laptop boleh dibuka, tapi untuk kepentingan epidemiologi

Intermezo

MMR = Merem Melek Rampung

KMPK = Kebijakan Mubassyisir Percepat Kelulusan

MPPK (Magister perilakuk promosi kesehatan ) = Magister yang membicarakan persoalan-persoalan kecil

FETP (Fantastic, exotic, TOP)

Lambang FETP bola dunia dengan cap tapak kaki dengan bolongan kecil. Karena kemana-mana jalan smapai alas kakinya bolong.

Epidemiologi

Definisi: ilmu yang mempelajari distribusi dan determinan keadaan-keadaan yang erkaitan dengan kesehatan pada populasi tertentu untuk memberikan informasi yang akurat dan berguna dalam pengambilan keibijakan dan tindakan kesehatan masyarakat.

Singkatnya:

Adalah suatu studi yangmembicarakan tentang distribusi dan determinan suatu penyakit (yang muncul di suatu kelompok masyarakat)

DISTRIBUSI

Distribusi: jika saya mengamati kejadian sakit, apakah akan terjadi secara merata? TIDAK!, mengapa? Karena kejadian penyakit bukan suatu kejadian kebetulan, tapi ada faktor-faktor yang mempengaruhi. Contoh: pasir besi di atas papan tidak tersebar merata, karena di bawah papan ada magnet.

è Kita ingin melihat apa yang menjadi pembeda satu daerah dengan daerah yang lain.

Sebelum melihat distribusi kita harus melihat besaran magnitute/ keparahan penyakit berdasar 3 indikator/ ukuran:

1. Morbiditas

    a. Prevalensi

    b. Insidensi

2. Mortalitas

    a. Angka fatalitas

    b. dll

3. Disabilitas

Dimensi Distribusi (Frekuensi):

1. Tempat, fungsi spasial. Ilmu yang digunakan adalah GIS (Geographic information system).

2. Orang. Dilihat dari karakteristik orang. Status sos-ekonomi, umur, kelas sosia, jenis kelamin, etnik, dll

3. Waktu.

Contoh, malaria:

Beban penyakit:

insidensi, berapa yang sakit dalam kelompok tertentu. Indikator: AMI (annual malaria incidence)= pengamatan gejala klinis, karena kurangnya sumberdaya dan alat sehingga tidak dapat melihat parasit dalam darah. atau API (Annual parasite incidence).

Distribusi:

Kewilayahan/ tempat: apakah malaria di papua barat lebih tinggi dari papua?

Keadaan individu: status gizi? Umur?

Waktu: Malaria muncul bulan September hingga januari.

–> Tidak membuat kesimpulan yang mengarah pada sebab akibat. Hanya melihat akibat.

–> Penelitian yang dilakukan adalah DESKRIPTIF

DETERMINAN

Faktor yang menentukan penyebabnya.

Syarat faktor dianggap memepngaruhi outcome:

1. Biological plausibility. Penjelasan teoritis. Meroko menyebabkan kanker, kopi secara statistik juga banyak yang kanker, tapi tidak dapat dijelaskan secara teoritis

2. Dose and response relationship. Contoh: Makin banyak trucnya, makin banyak polusi, makin parah ISPA nya

3. Time sequence. Ada urutan kejadian. Penyebab harus ada sebelum akibat.

Kajian yang menyangkut determinaan adalah:

– ANALITIK

o Penyebab sudah terjadi dari sananya (EX POST FACTO)

Contoh: ibu hamil merokok à BBLR. Merokok tidak dibuat oleh peneliti.

– EKSPERIMENTAL

o Faktor penyebab dibuat oleh Peneliti – Terdapat intervensi

Contoh: dua kelompok ibu hamil, satu diberi buku KIA, satu tidak. à Dilihat outcome kehamilan.

RANCANGAN PENELITIAN

1. Observasional

    a. Dekriptif.

Mengkaji beban sakit, tidak melihat penyebabnya. Hanya membaca hasil/ mengamati.

    b. Analitik (Melihat penyebabnya, namun sebab sudah terjadi sebelumnyaà hanya mengamati/ observasi)

        i. Cohort

· Menentukan sebab kemudian akibat.

· Tujuan : mengkaji hubungan antara faktor resiko dengan “out come”/penyakit

· Minimal ada dua kelompok yang diteliti : Kel. terpajan dan kelompok tidak terpajan.

· Pengelompokan tidak dilakukan secara acak

· Kedua kelompok diikuti selama periode tertentu untuk menentukan “out come”

· Resiko terjadinya masalah pada kedua kelompok akan dibandingkan untuk melihat ada/tidaknya perbedaan

JENIS-JENIS STUDY KOHORT
• Studi Kohort prospektif dengan kelompok pembanding internal
• Studi kohort prospektif dengan kelompok pembanding eksternal
• Studi kohort retrospektif

clip_image001

Contoh: Merokok –> Ca Paru.

clip_image002

· Melihat perbandingan risiko Ca Paru yang Merokok dan Ca Paru yang tidak merokok.

o Incidence pada merokok (IM)= 10/100 (Kemungkinan/ probability untuk sakit atau besaran risiko)

o Incidence pada tidak merokok (ITM)= 5/100 (Kemungkinan/ probability untuk sakit atau besaran risiko)

o Risk Ratio/ Relative Risk (RR)= IM / ITM = clip_image004= 2 — Sifatnya relatif bukan absolut.

KELEBIHAN

· Disain terbaik untuk menentukan insidens dan perjalanan penyakit.

· Menerangkan hubungan faktor risiko & outcome secara temporal dengan baik.

· Pilihan terbaik untuk kasus yang bersifat fatal dan progresif

· Dapat meneliti beberapa efek sekaligus dari faktor resiko tertentu.

· Pengamatan kontinu & longitudinal, kekuatan penelitian andal.

KELEMAHAN :

· Waktu lama, rumit, biaya mahal.

· Kurang efisien untuk kasus yang jarang terjadi

· Ancaman drop out atau perubahan intensitas pajanan tinggi.

· Dapat menimbulkan masalah etik ( membiarkan subyek terkena panajan)

· Kalau kasusnya jarang, membutuhkan sampel yang besar

 

        ii. Case-control

· Akibat mendahului sebab.

· Kasus = kelompok dng “outcome”/penyakit.

· Kontrol = kelompok yang tidak dengan “outcome”/penyakit tertentu.

· Studi epidemiologik analitik observasional.

· Tujuan : menerangkan hubungan antara penyakit dan faktor resiko.

· Kasus ditentukan dalam suatu periode waktu.

· Paparan terhadap faktor resiko dimasa lalu diteliti retrospektif.

· Faktorbresiko dibandingkan untuk mencari perbedaan yang bermakna

· Kontrol dipilih dengan cara serasi(matching) atau tanpa matching

KELEBIHAN :

· Untuk meneliti kasus yang jarang atau masa latennya panjang.

· Hasil dapat diperoleh dengan cepat.

· Biaya relatif lebih sedikit.

· Subyek penelitian lebih sedikit.

· Memungkinkan identifikasi berbagai faktor resiko sekaligus.

KEKURANGAN

· Data berdasarkan daya ingat atau catatan medik.

· Validasi informasi sulit diperoleh

· Tidak dapat memberikan Incidens rate

· Karena kasus dan kontrol dipilih peneliti, sulit untuk menentukan kedua kelompok tsb sebanding dalam faktor eksternal dan sumber bias yang lain.

 

        iii. Cross-sectional (memotong lintang).

Pada dimensi waktu yang berjalan, dipotong pada 1 titik waktu. Melihat variabel independent (pengaruh dan dependent dalam satu waktu yang sama. Tapi bukan berarti harus 1 hari, tergantung jumlah variabel dan subject. Contoh kadar kolesterol dan tekanan darah sistolik.

No.

Kolesterol

Sistolik

1

250

130

2

100

200

3

160

110

Dst..

   

clip_image005

KELEBIHAN :

· Sampel dipilih secara random dari populasi

· Tidak ada “ drop out”

· Sekaligus dapat meneliti banyak variabel

· Dasar bagi penelitian selanjutnya

· Waktu pelaksanaan singkat, biaya relatif murah.

KEKURANGAN

· Sulit membedakan variabel penyebab dengan variabel akibat, karena tidak diketahui mana yang terjadi lebih dahulu. Mengingkari syarat sebab-akibat, yakni time sequence

· Lebih banyak menjaring subyek yang mempunyai masa sakit panjang.

· Perlu subyek penelitian banyak

· Tidak bisa menggambarkan perjalanan penyakit

· Tidak praktis untuk kasus yang jarang.

 

2. Experimental (Melihat faktor dan akibat, namun faktor dibuat oleh peneliti secara sengaja)

    a. Quasi Experimental (Eksperimental semu). Contoh dari 50 bayi, 25 dari RSHS, dan 25 sisanya dari Sardjito.

    b. True Experimental/ RCT (Randomized Control Trial) à Pembuatan kelompok dilotre/ diacak/ randomized. à menggunakan tabel acak yang dilakukan oleh orang independent dan tidak diketahui oleh subject dan peneliti.

Sejauh mungkin dilakkukan true experimental.

Contoh: Tapi mungkinkah penelitian mengenai buku KIA dilakukan true expeimental? TIDAK MUNGKIN. Karena terjadi kontaminasi antara antara ibu yang punya KIA dan yang tidak. Sehingga mau tidak mau harus beda wilayah à quasi experimental.

Contoh: Penelitian laboratoris, uji sensivitas dapat dilakukan uji true experimental.

Experimental dapat dilakukan di:

1. Lab: True Experimental

2. Klinik: True dan Quasi Experimental

3. Masyarakat: Quasi experimental.

Penelitian Deskriptif dan Analitik dapat dijadikan satu karena sama-sama hanya mengamati atau observasi disebut OBSERVASIONAL

Untuk menentukan sample size, rujukan buku: “The adequacy of sample size in health studies” oleh Lameshow dkk, WHO. à “Besar sampel dalam penelitan kesehatan”,Terjemahan Dibyo Pramono, GAMA UP.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 05/10/2009 in Kuliah

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: