RSS

Budaya dan Sakit

05 Okt

File dapat didownload di sini

Atik triratnawati, Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, UGM

Pendekatan Sakit dalam budaya konsepnya sangat bervariasi. Sehingga definisi sakit dapat beraneka macam. Sakit sangat berbeda antara lokal/tradisional dan medis modern. Dengan jurang pemisah yang lebar sekali. Seorang peneliti seharusnya tidak memihak medis tradisional atau modern.

Terdapat dua pendekatan:

1. Pendekatan emic. Prespektif berdasar masyarakat yang kita teliti/ Melihat sesuatu dari sisi pasien.

Contoh: orang Padang melihat penyakit x. Sang peneliti juga harus mengikuti cara pandang orang tersebut akan penyakit x tersebut. Ukuran tidak eksplisit, tapi implisit. Biasanya berdasarkan pengalaman.

2. Pendekatan etic. Berdasar ilmu pengetahuan yang kita kuasai. Contoh suatu penyakit karena kuman, ditunjukkan dengan ukuran/indikator yang jelas (suhu, tekanan darah dan hasil lab).

Sakit dan penyakit adalah konstruksi budaya yang dihasilkan masyarakat pendukung budaya tersebut atau kelompok masyarakat untuk menggambarkan penderitaannya.

Contoh:

– Jika di kalangan Meksiko, sakit sedikit sudah menjerit, tapi orang Asia tahan menderita.

– Pada saat melahirkan, budaya orang Jawa, pamali teriak-teriak. Karena dianggap tidak sopan.

Definisi/ arti, makna sakit-sehat satu kelompok masyarakat berbeda dengan yang lainnya. Maknsa sakit dan sehat dipengaruhi oleh pangetahuan, pencegahan, pengobatan penyakit. Karena merupakan warisan budaya, turun temurun dari generasi satu ke generasi lain.

Contoh:

– Dari dulu, jika penyakit kita tidak enak, akan selalu dikerok

 

Sehat sifatnya subyektif tergantung pengalaman, pengetahuan nilai, harapan, padangan seseorang, umur dan kelompok sosial.

Contoh:

– Sehatnya balita sangat berbeda sangat berbeda dengan manula.

o Ukuran sehat manula = masih bisa jalan,

o Ukuran sehat balita = masih mau bermain, netek, kencingnya rutin, nangisnya keras, atau tidurnya nyenyak

o Ukuran sehat ABG = masy. Yang tidak pernah sakit. Paling berat rata-rata hanya jerawat dan tidak perlu ke fasilitas kesehatan. Berbeda dengan kedokteran barat, dimana sedikit-sedikit harus pakai resep.

– Suku Indian Navaho (AS); Sehat = simtomatik dari suatu hubungan yang benar antara manusia dengan lingungan (supranatural, alam sekitar, manusia sekelilingnya). Sehat diasosiasikan dengan baik berkah, keindahan, semuayang berharga dlaam hidup. Sakit adalah bukti seseorang telah keluar dari keseimbangan yang rawan.

– Suku Jawa, sehat adalah enak mangan, ngombe, turu, nyambut gawe, ses (udut)-jika merokok rasanya pahit berarti sakit-, dsb

– Suku banjar (pada Ibu-ibu), sehat adalah masih mampu kerja-meskipun mereka pusing, mereka akan ikat kepala mereka agar tidak sakit-, tidak pusing atau memikirkan sesuatu terkait dengan kebutuhan hidup. Kekurangan uang dimaknai sebagai kurang sehat (psi.)

– WHO, sehat adalah status kenyamanan menyeluruh jasmani, mental, sosial, bukan hanya terbebasnya seseorang dari penyakit dan kececatan.

Kegawatan suatu penyakit berhubungan dengan disfungsi tubuh pasien, masyarakat atau disfungsi masyarakat itu sendiri.

Antropologi kesehatan membedakan 3 model penyakit. 3 model ini berasal dari akar yang berbeda. Sehingga tidak dapat disalahkan satu dengan yang lainnya. 3 model penyakit tersebut adalah:

1. Magico-religious model: kekuatan supernatural (dewa kekuatan gaib) dominan. Sakit sebagai hukuman atas pelanggaran yang telah ditetapkan oleh masyarakat.

Contoh: ibu yang hamil sungsang atau perdarahan pada persalinan. Dianggap masyarakat tertentu akibat mengonsumsi sayuran atau ikan tertentu atau melakukan hal tertentu –melewati sungai-.

2. Biomedical model: hidup seperti dikontrol oleh sejumlah proses fisik dan biomedik (dapat dipelajari dan dimanipulasi – dapat dikontrol-).

Contoh: Sakit akibat virus, bakteri, jasad renik dan sebagainya

3. Holistic model: secara alami sehat adalah keseimbangan/ harmoni antara tubuh dan individu, fisik, metafisik. Sehat sebaga hasil dari keadaan positif meliputi lingkungan, sosial budaya, perilaku. Penyembuhan dimaksudkan untuk mengembalikan keseimbangan.

Contoh: Biasanya di Thailand, Jepang, China. Di China, mahasiswa diberi pilihan medis modern atau medis tradisional. Sedangkan kerangka masyarakat orang China sakit dianggap ketidak seimbangan antara Yin dan Yang. Contoh penyakit diare dilihat dari keseimbangan makanan Yin dan makanan Yang lalu disarankan untuk menyeimbangkan jenis makanan Yin dan Yang.

Etiologi (asal usul) Penyakit

– Kegagalan keseimbangan tubuh.

Contoh: di eskimo, ada yang tahan namun orang-orang yang berasal dari daerah tropis mungkin akan sering hidung berdarah, alergi, dll

– Hilangnya jiwa

Contoh: Jiwa dapat hilang sementara. Contohnya penyakit psikis

– Pencurian jiwa dan sukma.

Contoh: si pencuri adalah pihak ketiga. Ahli sihir, ahli tenun, voodoo, Jaelangkung.

– Melanggar tabu

Contoh: melompati makam, nanti bisa mati. Ciri masyarakat tradisional menghubungkan sakit dengan perilaku sebelumnya.

– Pengacauan objek (magic)

Contoh: Ilmu magic yang dikirim seseorang menyebabkan disorientasi pada objek.

Fenomena sakit menurut antropologi kesehatan:

Illness: pengalaman pasien terkait dengan problem kesehatan, konsep budaya (emic approarch, dipengaruhi budaya, sosial, emosi, gejala/ tanda dikenali oleh anggota/ pendukung budaya tersebut)

Contoh:

o Masuk angin

o Ngidam

Tidak ada terminologi dalam kedokteran. Biasanya terjadi karena merasa kekurangan. Tapi tidak mesti terjadi pada ekonomi tingkat rendah, karena mereka tahu diri. Namun tidak musti yang mahal permintaannya, namun sulit dicari. Orang Jawa percaya, ngidam merupakan permintaan jabang bayi dan jika tidak dituruti nanti bayinya ngecesan. Di Mataram, ngidamnya makan sabun dan tanah. Namun setelah melahirkan tidak mau makan hal tersebut lagi.

o Praktek Mas Danu, penyakit disebabkan karena manajemen hati/qolbu yang tidak benar.

Disease: definisi oleh ahli kesehatan, konsep patologi (tidak menyangkut dimensi sosial/ psikologi).- – hanya semata-mata fisik yang terukur oleh medis modern–

Sickness: Konsep sosial, peran sosial di masyarkaat tidak berfungsi pada saat sakit.

Contoh:

o Morning Sickness (Muntah2 pada ibu hamil)

o Pusing à tidak bisa ronda, tidak bisa melayat

Masuk angin sebagai illness

Didefinisikan sebagai ketidaknyamanan kondisi tubuh oleh orang Jawa. Sedangkan dalam medis modern, bahwa masuk angin adalah kumpulan gejala yang kemudian didiagnosis berdasar gejala yang dominan

Orang jawa precaya bahwa penyebabnya adalah terlalu banyak unsur angin masuk ke dalam tubuh sehingga tubuh dingin. Orang jawa punya konsep tubuh memiliki jendela angin, yakni di bagian tengkuk dan bisa masuk angin pada bagian tubuh yang biasanya terutup lalu dibuka. Logikanya, ketika naik motor mudik tidak apa-apa, tapi kalau kena angin pada tengkuk, sebentar langsung masuk angin. Angin pun dibedakan mejadi buruk dan baik. Angin baik pagi sampai siang. Sedangkan sore sampai malam angin dianggap buruk . Sehingga ada anjuran keluar malam pakai sarung, jaket, syal.

Pengobatan: prinsip: -contoh: kerokan-

1. Masuk-keluar (angin- Prinsipnya adalah, jika masuk angin harus ada harmoni keseimbangan angin tersebut. Berarti angin harus keluar dengan sendawa atau kentut-),

2. Panas-dingin (tekanan dan gesekan kerokan menyebabkan panas),

3. Kenceng-kendho (Sendi-sendi terkunci, kerokan akan membuat tubuh yang terkunci itu menjadi terbuka dan fungsi sebaliknya.),

4. Pendekatan holistik dalam pengobatan (tubuh terdiri dari jiwa, raga, sukma – maka kerokan akan mengembalikan fisik, jiwa, raga dan sukma).

Penyebab masuk angin disebabkan oleh naturalistik (ketidakseimbangan unsur di dalam tubuh) bukan personalistik (agen, supernatural, manusia).

Orang jawa membedakan tubuh menjadi:

1. Yang terlihat: otot, tulang,dll

2. Yang tidak terlihat: Jiwa (Pada waktu tidur, jiwa pergi), Sukma (Itilah yang digunakan ketika mati).

Moto; Di dalam badan yang sehat, terdapat jiwa yang sehat (Men sana in corpori sano) ditentang oleh orang Jawa. Serusnya dibalik, Corpori sano in men sana. Hal ini banyak terjadi pada post power sindrom. Si penderita merasa sakit, padahal secara fisik tidak ada masalah. Hal ini terjadi karena ketidakseimbangan antara harapan dan realita.

Konsep patologi humoral: bahwa tubuh memiliki cairan yang memiliki sifat panas-dingin, kering-lembab. Jika 4 unsur tersebut tidak seimbang maka muncullah sakit.

Orang jawa membedakan masuk angin menjadi;

1. Ringan

2. Berat

3. Kasep/ terlambat (angin duduk). Pengertian: Banyak menyerang saat seseorang sedang dalam posisi duduk. Atau angin yang tidak bisa keluar dari tubuh. Dalam medis dikenal sakit jantung.

Peyebab masuk angin: cuaca-kehujanan, kepanasan, kedinginan (air, angin), kelelahan, terlambat makan, salah makan, bagian tubuh terbuka/ kanginan, tidur tanpa alas, kurang tidur, banyak pikiran, tidur tempat terbuka, angin malam, begadang.

Gejala dan tanda: Perut kembung, keras, badan panas-dingin(mriang), menggigil/demam,mata ngantuk/nrocos, otot pegal linu, kepala pusing, mau muntah, lemah/lesu, susah kentut/sendawa

Tanda kesembuhan: fisik, keluar keringat, kentut, dahak, sendawa, sosial: mampu bekerja lagi, berkegiatan sosial-keagamaan; psikologis: segar, enteng, ayem, badan enak, ringan

Berbagai Aspek Pnegobatan Masuk angin (kerokan)

Masih eksis hingga sekarang, karena ada berbagai manfaat:

1. Aspek medis (titik meridian/ akupuntur, memberi rangsang tubuh, menghangatkan, mengendorkan otot tegang, relaksasi, meningkatkan pertahanan tubuh). Terdapat titik yang tidak boleh dikerok, yakni mata dan alat vital.

Bentuk kerokan:

clip_image001

2. Aspek sosial budaya (akrab, romantisme, saling percaya, tolong menolong, tradisi)

3. Aspek psikologis (aman, tentram, kemepyar, puas)

4. Aspek ekonomi (murah, mudah, manjur)

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 05/10/2009 in Kuliah

 

Tag:

2 responses to “Budaya dan Sakit

  1. nining astuti

    28/02/2012 at 11:08 am

    this is a good opinen a good persepsi yes deal … the women,girls,miss,mrs sefty medical … we like kerokan yesss..n thk

     
    • Hafidz

      28/02/2012 at 12:28 pm

      hahah.. like it..
      kelihatannya perlu ada penelitian kerokan lebih lanjut.

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: