RSS

Kuliah Perdana Program Pasca Sarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat UGM (Pandemi Flu H1N1)

28 Sep

Pembukaan oleh Prof. Hari Kusnanto

Perkenalan program studi ilmu kesehatan masyarakat di UGM, di Indonesia dan di dunia.

Dilanjutkan dengan Sambutan oleh Prof Ali Ghufron

Kuliah Perdana

Moderator : dr. Lutfan Lazuardi PhD.

Pertama Prof. Dr. Hari Kusnanto

Pandemi Influenza (H1N1)

Kuliah ini sebagai pengantar dari kuliah berikutnya. Flu adalah penyakit yang sering terjadi dan jarang menyebabkan kematian. Flu H1N1 sedang menjadi pandemi, meskipun setiap tahunnya selalau menjadi penyakit musiman. Virus influesnza terdiri dari beberapa tipe yaitu A, B, dan C. Dan dibedakan dengan adanya sub tipe protein hemaglutinin (H) dan neuroaminidase (N).

Tipe Influenza yang berbahaya adalah Influenza tipe A pada beberapa strain manusia, mamalia lain dan SEMUA strain unggas, dibedakan dalam subtypesPALING BERBAHAYA!. Sedangkan tipe B hanya pada manusia, tidak dibedakan dalam subtypes LEBIH RINGAN, WABAH REGIONAL!. Dan tipe C pada manusia dapat ditemukan di babi, tidak mewabah PALING RINGAN!.

Pandemi Influenza Pertama di Abad-21

WHO dalam waktu singkat telah menyatakan flu yang pertama dilaporkan di mexico City ini menjadi pandemi flu yang pertama pada abad 21:

  1. Pada tanggal 24 April 2009 WHO mengumumkan adanya wabah flu
  2. Pada tanggal 25 April 2009 Direktur Jendral WHO menyatakan bahwa wabah flu tersebut merupakan “kedaruratan kesehatan masyarakat yang menjadi keprihatinan dunia internasional”
  3. Pada tanggal 27 April 2009 WHO menyatakan wabah flu tidak dapat dikendalikan, sehingga kewaspadaan pandemi ditingkatkan dari fase 3 ke fase 4, yakni peningkatan penularan dari manusia ke manusia
  4. Pada tanggal 29 April 2009 WHO meningkatkan kewaspadaan pandemi dari fase 4 menjadi fase ke 5, penularan dengan intensitas tinggi.
  5. Pada tanggal 11 Juni 2009 WHO meningkatkn kewaspadaan pandemi dari fase 5 menjadi fase yang tertinggi, yakni fase 6, penualran berlangsung efisien dan tidak terbendung (sustainable).

Skenario munculnya virus influenza A yang baru

clip_image002

Semua virus dari manusia, unggas dan babi masuk dalam tubuh babi, lalu kembali ke manusia lagi. Babi sebagai mixing vessel.

clip_image004

Dikhawatirkan pandemi influenza oleh virus yang ganas.

H5N1 belum menjadi pandemi, yang jelas dari ayam ke manusia. yang belum diketahui adalah dari manusia ke manusia

Sejarah pandemi flu

Sebenarnya pandemi flu bukanlah hal yang baru. Sejak tahun 1918-1919 terdapat Spanish Flu yang menelan banyak korban. Korban kematian mencapai 50-100 juta di seluruh dunia. Tingkat kematian spanis Flu lebih dari 2,5%. Pandemi flu kedua di abad lalu berlangsung pada tahun 1957-1958 dengan julukan Asian Flu. Korban meninggal akibat Asian Flu diperkirakan 2 juta orang, tingkat fatalitas secara keseluruhan kurang dari 1 %. Pada tahun 1968-1929 berlangsung pandemi flu ke tiga, yang dikenal sebagai Hongkong Flu dengan jumlah kematian mencapai 1 juta orang atau tingkat fatalitas kurang dari 1%. Sedangkan Mexico flu yang ditemukan di Mexico City pada bulan Maret 2009 diperkirakan fatalitas 0,4%. Namun perlu diingat bahwa hal ini baru terjadi setengah tahun, atau baru glombang pertama dari musim dingin, kita harus melihat bagaimana keadaannya nanti ketika musim dingin berada di bagian negara lainnya. Karena flu menjadi endemi ketika musim dingin.

Gejala penyakit flu novel H1N1

Gejalanya flu ini sunggu suliti debedakan dengan flu lainnya karena mirip flu musiman, yakni:

• Demam

• Batuk

• Tenggorokan sakit

• Hidung tersumbat dan pilek

• Sakit pegal-pegal

• Sakit kepala

• Menggigil

• Badan lemah

• Muntah (25%) dan diare (25%) dilaporkan (lebih tinggi dari flu musiman)

Dibawa ke Rumah Sakit jika gejala sebagai berikut:

l Sulit bernapas, atau sakit di dada

l Bibir pucat atau berwarna biru.

l Muntah-muntah, tidak bisa minum.

l Pusing jika berdiri, kekurangan cairan (dehidrasi), tidak mengeluarkan urin atau air mata (ketika anak menangis).

l Kejang-kejang

l Kurang responsif atau menjadi bingung.

l Menangis terus (rewel), tidak mau digendong

l Gejala flu membaik, tetapi lalu demam lagi dengan batuk lebih parah

Pencegahan penularan dan penatalaksanaan:

l Yang sakit ditempatkan di kamar tersendiri, dengan desinfeksi menggunakan chlorine atau alkohol terhadap barang-barang yang digunakan

l Pintu kamar penderita harus terus tertutup

l Penderita sakit mengenakan masker bedah jika bersama orang lain atau keluar dari kamarnya

l Terapi obatnya h1n1 hasus pake oseltamivir dan zanamivir (persediaan obat sangat terbatas dan hanya dapat diberikan di rumah sakit).

l Pencegahan bersin dengan tiddue, merusak tissue, mencuci tangan. cara mencuci tangan dengan air yang mengalir.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 28/09/2009 in Kuliah

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: