RSS

TRAINING FIELD TEST 11-12 SEPTEMBER 2009

15 Sep

2 Hari yang cukup melelahkan. Pagi-pagi keburu-buru njemput Pak steph dan teman di bandara Adisucipto. ternyata ada Pak Edy juga ikut dalam rombongan ini. Wah dengan gapteknya berusaha buka jok belakang stream… al hasil apa adanya jok belakang terbuka.

Sesampainya di Kampus nyari parkiran susah banget, untung saja ada mobil yang tiba-tiba keluar. Field tester sebagian besar sudah siap untuk mengikuti latihan. Tanpa basa basi yang terlalu lama, Prof langsung membuka acara tanpa pendahuluan. Di buka oleh Pak Steph dan dilanjutkan dengan konten oleh saya.

Setelah beberapa saat sampai istirahat, banyak yang protes mengenai cara pelatihan. “Terlalu lama kalau begini caranya, sudahlah gambaran secara umum saja!”, ujar salah satu field tester. Wah saya jadi bingung, pihak GTZ menginginkan agar ini harus dibahas satu persatu karena tidak semua memahami mengenai costing, sedangkan yang lain ingin ini hanya sebagai overview. Karena mungkin terlalu bosan atau kelelahan, banyak peserta yang tertidur. Begini ya ternyata rasanya jadi dosen. Pada saat hendak solat Ashar saya menawarkan teman-teman untuk istirahat, tapi ternyata malah sebaliknya, mereka ingin ini dibahas lebih cepat dan mereka sedang semangat. Tapi, ternyata prof Ghufron malah yang tau masalah utamanya, tenggorokan saya mulai mengering dan mulut saya mulai berbusa.. Wah lelah sekali berbicara berjam-jam. Mungkin ini ya.. rasanya jadi dosen.

Sampai maghrib, semua kuesioner sudah selesai dibahas. Akhirnya pada malam hari kami sepakat (trainer) untuk kumpul membahas perubahan yang diperlukan pada instrumen Dinas, karena ternyata masih sangat membingunkan dan tidak pas rasanya. Sampai tengah malam cari burung dara goreng sama Pak hendri, Pak steph, dan Dini. Untung saja esok harinya, Alex dengan tanggap langsung memberi komentarnya. OK, perubahan yang terjadi langsung dipresentasikan kepada para field tester.

Di Hari kedua, kita kembali membahasnya satu persatu dengan lebih cepat. pada saat ini tidak terlalu banyak pertanyaan, bahkan kita memang sengaja mengebutnya karena belum sempat ke Rumah sakit Swasta. Padahal janjinya hari Jumat datang kesana. Eh, kutinggal solat Duhur, ternyata sudah banyak perubahan kembali oleh Prof. Ghufron dan Pak Steph. Wah dengan jari jemari ini langsung klik sana klik sini merubah semuanya. Ini harus dikerjakan dengan cepat karena Pak Steph dan rekan-rekan akan cabut pukul 15.30. Tapi sebenarnya bukan hal ini yang membuat Pak steph gusar, namun karena rekan-rekan lainnya yang pergi beli oleh-oleh belum kembali.

Kebut-kebutan…halah, di Jogja nggak bisa ngebut, sampai juga di Airport tepat waktu. Mbak Dini kuantar ke Hotel Ishiro. Esok harinya pada hari Minggu karena Mbak Dini kebingungan mencari secang, eh ternyata ada di tempat oleh-oleh bakpia 75. Ya udah deh, mudah mudahan cocok.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 15/09/2009 in Costing Study, Journal

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: