RSS

DISTRICT 9

03 Sep

Nonton apa ya malam ini? UP atau District 9? ratingnya sama-sama bagus. Dan kata Torana recomended. Karena nonton tabrakan dengan solat Ashar. Saya nggak sempat nonton awal film ini. Tapi secara gambaran besar taulah..

Dari awal film ini sudah memberikan sebuah ketegangan. Apalagi gaya pengambilan gambarnya layaknya dokumenter. Meski terus bergoyang, tapi tidak sepusing kalau nonton “rec”. Film ini cukup ringan namun pertempuran yang terjadi tidak se masif yang saya bayangkan. Dari pihak alien, cuma 3 orang yang melawan pihak manusia. sisanya hanya melihat dari kejauhan. Bahkan dari film ini, alien seperti menjadi makhluk yang bodoh dan tak berpendidikan, sehingga tinggal di lingkungan kumuh. Dan malahan dijajah oleh manusia. Agak aneh memang, meski mereka memiliki teknologi yang tinggi, namun tidak seperti film-film alien lainnya yang membunuhi manusia. Manusia bahkan meneliti mereka dan membunuhi mereka. Karena perkembangan Alien yang begitu pesat selama 20 tahun maka terdapat rencana pemindahan mereka ke District 10.

Adegan tembak menembak dan bunuh membunuh, sangat sadis, sekali tembak langsung hancur. Bahkan ada yang saling memakan. Benar-benar perang gaya bar-bar. Sang alien berjanji bahwa dalam 3 tahun dia akan kembali untuk menyembuhkan Wikus yang telah dikhianati oleh pihak manusia sendiri.

Eh, ternyata film ini membuka luka lama yang terjadi di Afrika selatan. Inspirasi cerita District 9 diambil dari film dokumenter berjudul Joburg yang pernah digarap sang sutradara, Neil Blomkamp. Neil lahir dan tinggal di Johannesburg pada 30 tahun silam. Joburg, yang merupakan nama lain dari Johannesburg adalah film dokumenter yang merekam  proses relokasi besar-besaran kaum non kulit putih dari district 6 Cape Town ke Cape Flats pada tahun 1966.

Kala itu, setidaknya 60.000 kaum kulit hitam tinggal selama kurang lebih 20 tahun dan dipaksa pindah sejauh 16 mil.

Sinopsis:

Tiga puluh tahun yang lalu, kontak pertama alien ke bumi terjadi. Manusia menantikan serangan musuh tersebut, atau munculnya kecanggihan teknologi. Keduanya tidak terjadi. Justru, para alien mengungsi, kelompok terakhir yang selamat dari dunia mereka. Dibangunlah sebuah persinggahan di District 9 di Afrika Selatan

Saat ini, kesabaran alien telah habis. Kendali atas mereka dipegang oleh Multi-National United (MNU), sebuah perusahaan swasta yang akan mendapatkan keuntungan jika mereka berhasil menciptakan senjata melawan alien. Sejauh ini MNU gagal; aktivasi senjata membutuhkan DNA alien. Ketegangan antara alien dan manusia memuncak saat petugas lapangan MNU, Wikus van der Merwe (Sharlto Copley), berkontraksi dengan virus misterius dan mengubah DNA dirinya

Wikus menjadi manusia paling diburu diseluruh dunia, dirinya menjadi manusia paling berharga untuk menemukan rahasia teknologi alien. Terasingkan, hanya satu tempat yang tersisa untuknya: District 9

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 03/09/2009 in Movie Review

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: