RSS

ADVOKASI KUNINGAN

24 Agu

Berangkat malam, pukul 10.00 hari Minggu. Menuju kampus untuk mengambil printer karena entah kenapa tiga (3) printer di rumah ngambek semua. Dari yang nggak detect cartidge nya sampai yang harus satu-satu masukin kertasnya dengan hasil bergaris-garis. Hari itu benar-benar panik, karena instrument belum siap dan printer tidak jalan. Pokoknya rasanya resah terus…

Sampai di Kuningan dengan perjalanan yang begitu sangat lancar, meskipun mata ini harus terjaga karena papa harus dibantu dalam membaca petunjuk arah. Sahur di restoran bis yang sepi dan sunyi… ada cara yang unik dalam membangunkan sahur di suatu daerah Losari. Ada band lengkap dengan lagu dangdutnya di atas gerobak sapi yang didorong oleh manusia. Bolak-balik beberapa kali. Sesampainya subuh di Kuningan, cari hotel mirip daerah seperti Kaliurang. Dingin dan sejuk, dan sangat menyenangkan karena satu kamar memiliki 3 kasur. Pas rasanya, tapi kamarnya bau rokok, dan papa nggak bisa tidur meski sudah semalaman nyetir.

Setelah ngeprint dan ngejilid instrument nya akhirnya sampai juga di Dinas Kesehatan. Tak disangka, sambutannya begitu meriah (rame sekali). Sampai-sampai hampir semua bidang diundang untuk mengikuti. Dikira mereka hendak dibantu dalam penyusunan anggaran. Wah kacau.., padahal cuma advokasi. Seperti biasa, ada yang mantuk-mantuk saja, tapi juga ada yang bertanya kritis, bahkan dengan gamblang menanyakan masalah anggaran untuk responden.. mmm.. jujur aja krusial tapi saya juga nggak tau. Tapi yang jelas ada lah…

Puskesmas yang dipilih adalah Puskesmas Luragung untuk Puskesmas rawat inap dan Puskesmas Kuningan untuk Puskesmas rawat jalan.

Kejar-kejaran dengan Rumah sakit karena ternyata rumah sakit kedudukannya sejajar dengan Dinkes. Untung saja sempat bertemu dengan pegawainya meskipun sudah hampir mau pulang. Karena terburu-buru tidak sempat membahas instrument secara mendalam. Namun mereka menyambut kehadiran kami dan bersedia untuk dilakukan field test. Malah di akhir cerita, saling berbagi tentang klub motor.. mas Aris juga hobi ya udah deh..

Beberapa usulan yang saya tangkap dari pertemuan itu adalah:

  1. Diharap terdapat anggaran yang pantas untuk fasilitator atau pendamping selama studi.
  2. Karena ini merupakan studi yang cukup besar, maka sebaiknya dilakukan survei mengenai penyakit, sehingga bisa meng-update Riskesdas.
  3. Diharap tidak hanya survei fasilitas tapi juga kegiatan program secara detil untuk dihitung cost nya.
  4. Ketika melakukan field test di Puskesmas harap dilakukan di atas jam 11.30. (di luar jam pelayanan)
  5. Diharap memperhatikan Puskesmas yang berada di pinggir (daerah) karena kondisinya sangat berbeda dengan yang ada di kota.
  6. Diharapkan ada timbal balik langsung kepada Kabupaten Kuningan, terutama software yang telah dibangun.
  7. Kepemilikan tanah fasilitas terkadang bukan milik pemda melainkan sewa
  8. Diharapkan hasil dapat dirasakan secepat mungkin.
  9. Pendampingan untuk field test akan dilakukan oleh: (1) Bendahara Rutin/ penerimaan (2) Bendaharam Umum (3) Jamkesmas (4) B. Barang/ Inventaris (5) Kepala TU (6) Kepala Puskesmas (7) Bendahara pengeluaran

Terimaksih kepada Bu Susi dan rekan-rekan yang telah memfasilitasi kami selama berada di Kuningan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24/08/2009 in Costing Study

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: