RSS

APA KATA CAWAPRES TENTANG KESEHATAN

01 Jul

Malam ini saya menonton Debat Cawapres Putaran Kedua, “Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia”. Selasa, 30 Juni 2009. Awalnya saya sangat tidak tertarik dengan perdebatan ini, karena biasanya jawaban-jawaban yang terjadi adalah jawaban normatif, dan tidak ada perdebatan. Apalagi acaranya sangat terlihat serius dan kaku bahkan terlihat mengarahkan. Cara menjawabnya pun seperti pidato, meskipun pembawa acara berusaha mengajak para cawapres untuk memanfaatkan panggung. Dan audiens tidak boleh tepuk tangan sebelum waktu bicara selesai.. acara apa pakai aturan kayak gitu, bikin tambah nggak seru “weird”.. By the way, pada debat kali ini saya sangat tertarik, karena masalah yang diangkat salah satunya adalah kesehatan.

Bagaimana menurut anda mengenai anggaran kesehatan? dan bagaimana kecenderungan akan preventif dan kuratif?

Budiono: Jamkesmas merupakan upaya kuratif yang sudah berjalan. Hal ini tetap harus dipertahankan, namun upaya-upaya preventif tetap harus ditingkatkan. Untuk penganggaran kesehatan, peningkatan 2 kali lipat dari sekrang merupakan sebuah target yang dilakukan secara bertahap.

Wiranto: Upaya-upaya preventif akan dilakukan secara insentif. Dengan prioritas anggaran akan preventif, maka akan dengan sendirinya secara bertahap anggaran akan kuratif akan berkurang. Untuk target anggaran mengenai kesehatan, Wiranto menargetkan 2 kali lipat dari sekarang.

Prabowo: Prabowo tidak akan berbicara mengenai berapa persen dari anggaran yang akan diberikan untuk kesehatan. Karena banyak sekali kebocoran yang terjadi di negeri ini. Maka sebaiknya kita akan melakukan penjadwalan ulang akan pembayaran utang, yang tentu saja untuk investasi kesehatan salah satunya. Mengenai upaya kesehatan, upaya preventif adalah hal utama, peningkatan gizi anak-anak (salah satunya susu) terus ditingkatkan.

Bagaimana menurut pendapat anda mengenai rokok?

Wiranto: Cara iklan mengenai iklan rokok harus diatur kembali. Agar peringatan mengenai bahaya rokok lebih diperjelas. Dengan terjadi peningkatan kesadaran masyarakat akan bahaya rokok, diharapkan industri rokok dan ketergantungan masyarakat mengenai tembakau semakin berkurang.

Prabowo: Anak-anak memang sangat penting untuk dilindungi dari akibat rokok. Namun dilemanya adalah, bahwa tembakau ditanam pada tanah gersang. Sehingga diperlukan strategi alih tanaman untuk para petani.

Budiono: Budiono dan SBY tidak merokok. Dari segi kesehatan, Budiono mendukung untuk melindungi anak-anak dari rokok. Harus ada pengaturan kembali mengenai periklanan dan bagaimana aturan konsumsi rokok. Namun bukan hanya masalah industri rokok, tapi bagaimana petani dan buruh mendapat penghasilan yang tetap layak tanpa tembakau.

Bagaimana menurut anda mengenai jaminan kesehatan sosial (universal coverage)?

Prabowo: ditargetkan pada 2012 atau lebih cepat seluruh masyarakat Indonesia telah terjamin akan jaminan sosial. Diperlukan langkah-langkah terobosan mengenai sumber dana. Maka akan dilakukan penjadwalan ulang mengenai pembayaran utang. Dan uang-uang dari daerah diharapkan dapat kembali.

Budiono: diperlukan tekad yang kuat dan sistem mengenai langkah-langkah yang jelas. Pada 2010 sudah dibentuk sistem dan langkah-langkahnya. Setelah itu secepatnya (tanpa menargetkan waktu), akan dilakukan secepat-cepatnya universal coverage akan jaminan kesehatan.

Wiranto: Kebijakan yang ditempuh adalah secepat mungkin hak rakyat mengenai jaminan kesehatan terpenuhi. Dilaksankan “lebih cepat lebih baik”, sesuai dengan kemampuan negara. Secara jelas, jika Pak Prabowo berani menargetkan 2012, maka Pak Wiranto dapat lebih cepat dari tahun tersebut.

Apakah diperlukan pembatasan kelahiran melalui undang-undang?

Wiranto: Ledakan penduduk memang tidak dapat dibatasi, maka upaya revitalisasi untuk keluarga berencana di Indonesia perlu ditingkatkan kembali. Pembatasan kelahiran melalui undang-undang bisa dilakukan dengan pendekatan dari berbagai pihak dan langkah yang harus hati-hati. Dan jumlah anak yang dibatasi adalah 2 anak cukup. Pembelaan –> undang-undang memang belum diperlukan untuk saat ini jika melalui pendidikan dan sosialisasi sudah dapat dilakukan.

Prabowo: Melalui jalur pendidikan (persuasif) dan pemberian akses akan keluarga berencana. Budaya bangsa Indonesia untuk pembatasan kelahiran melalui undang-undang tidak bisa.

Budiono: Tidak setuju pembatasan kelahiran melalui undang-undang. Karena akan menjadi bumerang terutama HAM masyarakat Indonesia. Dilakukan revitalisasi dari stakeholder dan petugas lapangan akan keluarga berencana.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 01/07/2009 in Politik

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: