RSS

SJSN, PEMERINTAH BISA DI- “IMPEACH”

29 Jun

Suara Pembaruan, 29 Juni 2009

Hasbullah Thabrany

[JAKARTA] Rakyat harus memakzulkan (impeach) pemerintah yang akan datang jika dengan sengaja tidak mau menjalankan sistem jaminan sosial nasional (SJSN). Sebab, SJSN merupakan perintah UUD 1945, sehingga jika tidak dilaksanakan, berarti pemerintah tidak memenuhi sumpahnya untuk patuh pada konstitusi itu.

Penegasan itu dilontarkan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKMUI) Hasbullah Thabrany kepada SP di Jakarta, Senin (29/6) terkait dengan belum dilaksanakannya UU SJSN yang sudah hampir lima tahun diundangkan. Menurutnya, jika ada pihak yang tak setuju dengan isi Undang-Undang (UU) 40/2004 tentang SJSN, dipersilakan mengajukan rumusan baru untuk disetujui DPR.

Tetapi, UU SJSN katanya, tak akan gugur jika hingga bulan Oktober ini tidak dijalankan. Bulan Oktober merupakan batas waktu pembentukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sesuai dengan kriteria UU SJSN, yakni nirlaba. Hasbullah yang turut membidani lahirnya UU SJSN menyebutkab, di seluruh dunia sistem jaminan sosial merupakan program untuk mencegah penduduk jatuh miskin ketika kehilangan pekerjaan, kehilangan kapasitas untuk bekerja, karena sakit atau kecelakaan, agar rakyat yang bernasib buruk bisa mempertahankan tingkat kehidupannya.

Sistem jaminan sosial bukan pemaksaan atau sistem yang membebani keuangan negara. Sebelumnya, dia mengatakan, ada yang tidak suka UU SJSN dan menakut-nakuti bahwa kalau diterapkan, pemerintah harus sediakan dana Rp 300-Rp 1.000 triliun, padahal itu tidak benar sama sekali. Kalau ada yang mengatakan, negara belum sanggup, orang itu pasti belum baca UU SJSN, sebab jaminan sosial (social security) di negara lain seperti Jerman, Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Korea, Malaysia dan lain-lain mengembangkan SJSN ketika ekonomi mereka, lebih buruk dari ekonomi Indonesia sekarang.

Ditegaskan, SJSN tidak dirancang didanai dari APBN, kecuali untuk jaminan kesehatan rakyat miskin yang besarnya tidak lebih dari Rp 15 triliun. Disebutkan, sekarang, katanya, lebih dari 50 persen rakyat Indonesia yang memerlukan perawatan jatuh miskin jika sakit.

"Ini terjadi akibat karena biaya perawatan di RS publik (pemerintah) mahal. Ini karena sistem kesehatan yang lebih liberal dari sistem kesehatan di AS," katanya.

Begitu juga dengan orang yang kehilangan pekerjaan, karena PHK atau memasuki usia pensiun akan jatuh miskin karena tidak memiliki gaji. Seperti diketahui SJSN mencakup jaminan kesehatan, kecelakaan kerja, hari tua, pensiun dan kematian.

Hasbullah menegaskan, hampir seluruh negara di dunia memiliki sistem jaminan sosial berdasarkan iuran wajib. Bahkan, negara kapitalis seperti Amerika, Jepang, Jerman, Inggris memiliki sistem jaminan sosial. Amerika kini membahas "Health Care Reform Obama" yang juga bertujuan untuk cakupan semesta, asuransi kesehatan untuk semua penduduk.

Dikatakan, ada kesalahpahaman pada akademisi, pejabat dan pebisnis tentang jaminan sosial, yang menganggap sebagai sistem "sosialis". Pemahaman semacam ini keliru, sehingga sebagian tim sukses calon presiden (capres) merasa tak nyaman bicara jaminan sosial. Bahkan, banyak pernyataan capres dan cawapres yang berbicara ‘kesejahteraan’ tanpa mengacu UUD 1945 Pasal 34 dan UU SJSN.

Masih Dibahas

Hingga saat ini, Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) menurut salah seorang anggotanya, Tianggur Sinaga, di Jakarta pekan lalu mengatakan, saat ini masih terus membahas kemungkinan penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti UU soal Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Penerbitan Perpu ini dirasa penting mengingat pembahasan Rancangan UU BPJS kemungkinan besar tidak bisa diselesaikan hingga Oktober tahun ini.

Senada dengan itu, anggota DJSN lainnya Chazali Situmorang menambahkan, perintah akan menanggung pembayaran premi kesehatan untuk orang miskin sebagai wujud tindak lanjut SJSN yang telah ditetapkan menjadi UU.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 29/06/2009 in Health economics

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: