RSS

GTZ 29 JUNI 2009

29 Jun

Back to Jakarta 29 Juni – 2 Juli 209. Ternyata tidak bisa pre-test instrumen untuk minggu ini karena Puskabangkes lagi sibuk, sedangkan minggu depan ada pemilihan presiden. So..let’s discuss it later.

Hari ini, kita membicarakan mengenai instrumen Puskesmas halaman demi halaman. Karena Pak Steph sepertinya lagi sibuk ngurus ke Puskabangkes dan ke Rumah Sakit, jadinya nggak bisa full time membahas ini bersama-sama. Apalagi ternyata setelah dibahas, masih banyak perdebatan di sana sini, terutama masalah equipment dan farmasi.

Equipment, apakah perlu dilakukan standarisasi alat? karena toh pada waktu pengisian data tersebut, sang enumerator datang ke tiap departemen/ ruangan untuk mengisi sesuai list yang ada (dianggap sebagai major equipment), tapi standarisasi alat dapat membantu sang enumerator jika di puskesmas tersebut tidak memiliki standar list. Sehingga kita sudah membuat batasan-batasannya.

Farmasi, Alex merasa tidak praktis jika menghitung value nya, toh harga tiap resep tidak akan terlalu jauh (karena semua generik), apalagi si enumerator pasti akan kesulitan untuk membaca tulisan si dokter. Namun menurut Tim dan Pak Steph, ini musti dicoba dulu (the best way), karena kita sudah memendekkannya menjadi 1 minggu dalam pengumpulan data dan toh dalam input datanya tidak musti harus hari itu juga untuk si enumerator.

Untuk 30 besar penyakit puskesmas sebagai sumber cost, saya dan Pak Steph berusaha mencoba mencari datanya di profil kesehatan Indonesia, tapi ternyata tidak ada untuk puskesmas, yang ada hanya rumah sakit. Tapi ternyata ada penelitian yang masih draft sebenarnya yakni:

Assessment of Health Financing Systems in Selected Districts And Municipalities 2008 (Center of Health Economics, SPH, Univ. of Indonesia, Depkes, Australia Indonesia Partnership)

  1. ARI
  2. Pulpa & perapical tissue
  3. Tonsilitis
  4. Diarrhea
  5. Skin infection
  6. Malaria
  7. Asthma
  8. Gastritis
  9. Influensa
  10. HIgh blood preassure
  11. Skin allergy
  12. Trauma/ injury
  13. Headache
  14. Muscle and tendon
  15. Conjungtivitis
  16. Worm
  17. Rheumatic
  18. Scabies

From 25 district?:

    Districts with health insurance programs Districts with Free Health Service programs
  1. Toba Samosir (Tobasa)
  2. Kota Sawahlunto
  3. DKI Jakarta
  4. Purbalingga
  5. Klaten
  6. Sleman
  7. Kota Yogyakarta
  8. Tabanan
  9. Gianyar
  10. Hulu Sungai Selatan
  11. Sinjai
  12. Musi Banyuasin
  13. Rembang
  14. Kota Balikpapan
  15. Kota Bontang
  16. Kota Medan
    • Kota Medan
    • Kota Bukittinggi
    • Kota Batam
    • Kota Bandar Lampung
    • Kota Banjar
    • Pekalongan
    • Sumbawa Barat
    • Kota Bitung
    • Kabupaten

Dari 18 Penyakit tersebut, karena masih banyak variasi penyakit di daerah lain yang mungkin menjadi 10 besar. Untuk mengatasi itu, di district kita akan mencari 30 besar penyakit, kemudian menambahkan 12 penyakit lainnya yang tidak termasuk di dalam 18 penyakit nasional tersebut di atas.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 29/06/2009 in Costing Study

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: