RSS

KETIKA CINTA BERTASBIH

27 Jun

Karena film ini istriku sempat tertarik untuk ikut castin di Jogja..Wah rasanya seru banget meskipun pada akhirnya nggak ikutan sesi pengumuman, wah padahal sebenarnya istriku cocok banget tuh jadi Anna.. wo? Film ini pada dasarnya sangat bagus, sisi islaminya sangat kental, dan rasanya lebih kental dari Ayat-Ayat Cinta menurutku, tapi sayang sekali film ini sempat membuat ilfeel gara-gara pengambilan gambar yang sangat buruk ketika scene di pantai. Dan terdapat beberapa adegan yang rasanya kurang sempurna, seperti si Furqon yang tiba-tiba diancam.. dan ada Wali yang ternyata penjahat kelas kakap muncul di rumahnya Azzam (entah apa alasan kemunculannya) seperti ada scene yang kurang.. jadi kurang seru rasanya. Dan yang terakhir, bagian akhirnya benar-benar seperti film siinetron.. to be continued dan ada cuplikannya… yah jelek banget.. mbok dibuat nggantung begitu saja saya rasa sudah cukup. Tapi tetap layak tontonlah… Ok, jadi sinopsisnya sebagai berikut (disadur dari maskhuzam.files.wordpress.com):

 

Ketika Cinta Bertasbih berfokus pada perjalanan tokoh Azzam (M. Cholidi Asadil Alam), seorang mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Universitas Al Azhar Kairo-Mesir. Kuliahnya tertunda selama 9 tahun setelah ayahnya meninggal dunia, sehingga demi menghidupi dirinya dan keluarganya di Solo Azzam berdagang bakso dan tempe di Kairo-Mesir. Namun dari pekerjaannya itulah, ia menjadi terkenal di kalangan KBRI di Kairo, dan mempertemukannya dengan Eliana (Alice Norin), gadis cantik-modern, putri Dubes RI di Mesir.

Perjalanan hidup dan cinta Azzam yang berliku tidak sekedar memberikan pencerahan jiwa namun mengajak penonton untuk lebih mendalami rahasia Illahi dan memaknai cinta. Kehadiran Anna (Oki Setiana), seorang wanita Islami yang menggoda hati Azzam menjadi unsur yang mengikat keduanya dalam misteri cinta yang dikemas dalam sudut pandang yang sangat berbeda dari film-film drama romantis pada umumnya. Peran adiknya bernama Husna (Meyda Sefira), serta Furqan (Andi Arsyil)-teman kuliahnya yang juga berasal dari Indonesia dan terinfeksi AIDS merangkum perjalanan hidup Azzam menjadi sebuah cerita yang sangat bernilai.

Film ini didukung oleh belasan artis senior papan atas, seperti Deddy Mizwar, Didi Petet, Slamet Rahardjo, Ninik L Karim, Nungki Kusumastuti, bahkan sastrawan-Taufik Ismail pun muncul sebagai cameo. Ilustrasi musik dan soundtrack ditangani oleh Melly Goeslaw dan Anto Hoed. Krisdayanti pun tampil sebagai salah satu pengisi album soundtrack film Ketika Cinta Bertasbih.

Seluruh setting dalam novel dihidupkan dengan pengambilan gambar dari lokasi sebenarnya di Kairo-Mesir. Termasuk KBRI di Mesir, Sungai Nil, bahkan Universitas Al Azhar yang selama ini tidak memperbolehkan film asing melakukan syuting di lokasi tersebut. Separuh mahasiswa Indonesia asli yang menimba ilmu di Universitas Al Azhar Kairo-Mesir juga terlibat dalam proses pembuatannya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 27/06/2009 in Movie Review

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: