RSS

PROGRAM HIV NASIONAL DAN ISU M & E DI INDONESIA

19 Jun

Oleh DR. Kemal Siregar

Fungsi KPA dan Sekretariat

Memimpin dan mengelola program respons penanggulangan HIV dan AIDS (Pasal 3 Perpres 75/2006):

  1. Penetapan kebijakan
  2. Penyusunanlangkah strategis
  3. Koordinasi
  4. Penyebarluasan informasi
  5. Kerjasama
  6. Pengelolaan data dan informasi
  7. Monitoring, evaluasi dan pengendalian
  8. Arahan pada KPA Propinsi/Kab/Kota

Karena fungsi KPA yang lebih makro maka, Dinkes merupakan bagian dari KPA. Peran Dinkes adalah sebagai survailans – pendataan.

Dengan ketersediaan data IMS, HIV dari Dinkes dan data jumlah WPS, lokasi dari Dinas social, LSM. Diharap KPA dapat menggabungkan dan menganalisis data tersebut.

Epidemi HIV

Epidemi HIV di Indonesia terus meningkat tajam dari tahun ke tahun, meskipun hal ini kita ketahui merupakan sebuah fenomena gunung es. Pada tahun 2008, dari AIDS epidemic Update, UNAIDS. Terdapat 15.000 kasus dari estimasi sebanyak >200.000 (7,5%)

Peta rawan HIV di 33 Prop dan 440 Kab/Kota

Skenario Menahan Laju Epidemi HIV (Tanpa Papua)

Dengan menggunakan model, skenario dengan cakupan program efektif 80% terhadap populasi kunci pada 2010:

  1. Penggunaan kondom meningkat menjadi 60-70%
  2. Penggunaan jarum suntik non steril menurun 35-40%

Penelitian mengenai perilakuk sangat penting untuk dianalisis. Contoh: perilaku seks, seperti jumlah pasangan seks, hubungan seks < 15 tahun

Skenario Penanggulangan AIDS di Tanah Papua

Skenario dengan cakupan program efektif 80% terhadap populasi kunci pada 2010:

Penggunaan kondom pada setiap hubungan seks berisiko menjadi 60%

Anak HIV dengan Berbagai Skenario Penanggulangan AIDS di Tanah Papua

Dengan cakupan 80% terhadap populasi kunci pada 2010, maka jumlah infeksi baru HIV pada perempuan pasangan pelanggan dan anak pun dapat diturunkan

Estimasi Kesenjangan Pendanaan RAN 2007-2010

Dengan menggunakan RNM: Resources Need Model, dapat dilihat kebutuhan dana yang terus meningkat. Hal ini dapat menggambarkan kesenjangan dana yang terjadi.

Kesenjangan dana ini dapat diatasi dengan dilakukannya Mobile Fund. Salah satunya adalah melalui Global Fund Round 8 yang dilakukan pada 12 propinsi.

Isu M & E

Pengendalian masalah yang sebenarnya:

  • Belum sepenuhnya tersedia data mengenai tingkat risiko dan beban penyakit.

    Contoh: prevalensi HIV/AIDS pada WPS, data perilaku penggunaan kondom, dll

  • Terbatasnya pemutakhiran data dan pemtaan populasi distrik.

    Contoh: jumlah WPS, letak hotspot, dll

  • Terbatasnya kapasitas untuk survailans penyakit
  • Terbatasnya kapasitas untuk monev

Target Capaian Program s/d 2010

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19/06/2009 in HIV/AIDS

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: