RSS

PENDAHULUAN COSTING MODEL

06 Jun

Definisi

Model pembiayaan normatif (pembakuan biaya berbasis penilaian ahli dan biaya overhead khusus) pada tingkat kabupaten untuk memperhitungkan biaya SPM (Standar Pelayanan Minimal) yang realistis dan dinamis, sebagaimana diketahui merupakan bagian dari komitmen pemerintah terhadap kesehatan penduduk Indonesia.

Tujuan

  • Melakukan estimasi biaya normatif beberapa kondisi SPM – 29 pelayanan untuk Fase 1
  • Menghitung biaya aktual kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Puskesmas dan RSU Kabupaten/Kota, termasuk pelayanan SPM dan Non SPM untuk Fase 2.
  • Identifikasi determinant biaya Puskesmas dan RSU untuk memberikan pelayanan SPM and Non SPM untuk Fase 2.
  • Menggunakan estimasi dan biaya aktual untuk kepentingan penganggaran dan alokasi sumber daya.

Data Yang Dibutuhkan untuk Simulasi

  1. Populasi
    1. Informasi kabupaten:
      1. Pendapatan perkapita
      2. Nama kabupaten dan propinsi
      3. Anggaran kabupaten/kota untuk kesehatan, (dengan tahun dan nominal annual growth yang diharapkan) serta
      4. Nama dan Jumlah tempat tidur Rumah Sakit Daerah
    2. Informasi kecamatan:
      1. Nama kecamatan dan puskesmas
      2. Cakupan populasi puskesmas
      3. Tipe Puskesmas (Puskesmas rawat inap atau puskesmas non rawat inap)
      4. Jumlah tempat tidur di puskesmas rawat inap
      5. Jumlah cakupan desa puskesmas
    3. Struktur populasi dalam persentasase atau nilai aboslut dari:
      1. Wanita
      2. Kelahiran
      3. Bayi (<1 tahun)
      4. Balita
      5. Wanita umur 15-49 tahun
      6. Lansia (>60 tahun)
      7. Populasi usia <15 tahun
      8. Neonatus (0-28 hari)
      9. Anak usia >5 tahun dan dewasa
      10. Wanita hamil
      11. Pasangan usia subur
      12. Anak usia 7 tahun
      13. Total populasi
      14. Anak usia 6-24 bulan
  2. Map
    1. Peta kabupaten/kota
    2. Ukuran barat-timur dan utara-selatan
    3. Letak fasilitas kesehatan (Puskesmas, Rumah sakit, swasta)
    4. Batas wilayah kabupaten/kota
    5. Batas wilayah cakupan puskesmas
  3. Proporsi dari suatu kondisi pelayanan SPM

    Kami telah menyediakan data default berdasarkan data nasional. Namun, pada beberapa kabupaten, terkadang memiliki karakteristik tersendiri. Hal yang perlu sangat diperhatikan adalah pada Demam berdarah, malaria yang mana sangat bervariasi dari satu daerah dengan lainnya.

Titik Berat Model

  • Pembiayaan normatif SPM berbasis kabupaten/kota
  • Sesuai dengan karakteristik dari kabupaten/kota
  • Dalam pembuatan skenario, dapat berdasarkan kebutuhan (need) atau kepentingan (demand)
  • Dapat menghasilkan: biaya kabupaten/kota – total, per episode, kecamatan, dan lain-lain
  • Dapat membantu dalam pengambilan keputusan.

Keterbatasan

  • Hanya untuk biaya SPM, kecuali desa siaga dan pelayanan kesehatan dasar dan rujukan untuk masyarakat miskin.
  • Biaya non-SPM dihitung secara kasar untuk pendistribusian biaya overhead.
  • Karena keterbatasan data, data dasar yang digunakan merupakan data propinsi atau nasional.
  • Dikarenakan keterbatasan data,
    dasar asumsi elastisitas pada sisi demand menggunakan studi dari Negara yang mirip dengan Indonesia.
  • Untuk sementara, pembiayaan terbatas pada sector public.
  • Asumsi biaya overhead berasal hanya dari beberapa kabupaten (Purbalingga,Subang dan Tanggerang). Diharapkan hasil dair fase 2 dapat memperbaiki kualitas asumsi.
  • Model ini tidak dapat menghasilkan cost-effectiveness

Tipe Biaya

  1. Biaya langsung
    1. Bahan medis, obat, tes laboratorium
    2. Staf yang secara langsung melakukan pelayanan.
  2. Biaya overhead
    1. Overhead fasilitas – pemeliharaan, staf administrasi, peralatan umum, dll –
    2. Overhead spesifik SPM – Pelatihan, alat-alat khusus untuk SPM, dll –
    3. Super-overhead Dinas Kesehatan – staf, operasional, capital –

Tipe Data

  1. Data kabupaten/kota
    1. Struktur kabupaten/kota
    2. Data lokasi
    3. Epidemiologi
  2. Data tetap (fix)
    1. Sumber pelayanan
    2. Biaya foerhead fasilitas
    3. Biaya overhead SPM
    4. Biaya spesifik Dinas kesehatan

Lampiran

Gambar 1: Diagram alur model

Gambar 2: Perjalanan pasien pada model

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 06/06/2009 in Costing Study

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: