RSS

Cost Analysis: Pharmacoeconomy Perspective

30 Mar

Oleh: Jarir Atthobari

Konsep dari farmakoekonomi:

-          Health care expenditures increase enormously

  • Growing expenditure (2-3% annually)
  • Growing drug expenditures ( + 10% annually)

Salah satu BUMN menghabiskan 36M dalam satu tahun untuk obat dengan kenaikan biaya pemakaian obat hingga 10-20%. Ternyata selain membeli obat mereka juga membeli pempers, minyak kayu putih, dll.

-          Due to?

  • Demographic factors (e.g. ageing of the population).

Harapan hidup makin tinggi, di jogja, perempuan saat ini 72 tahun, laki-laki 71 tahun. Sedangkan asuransi hanya mengcover hanya sampai 60-65 tahun. Sehingga harus ada perubahan kebijakan.

Saat ini, orang tua semakin banyak dan kompleks. Sekarang panti jompo semakin banyak, ahli geratri makin banyak dibutuhkan.

  • Switch to (more expensive) newly reimbursed drugs

Terkadang klinisi, lebih cenderung memberikan resep obat-obat baru. Padahal biasanya lebih mahal dan belum tentu terjamin efektifness nya.

1x kometarpi 15 juta. 6x kometerapi dalam 2 bulan. Hal ini mengakiibatkan biaya semakin mahal.

-          Solution?

  • Efficient use of reosources within the health care setting (e.g. switch to cheaper generic drugs)
    • Generic drugs adalah obat yang telah dipatenkan oleh pemerintah dari perusahaan farmasi yang telah habis masa patennya. Sehingga dapat diproduksi di dalam negeri, sehingga bisa sangat murah. Di Indoensia, meskipun masa paten nya sudah habis, obat-obat generic tetap rendah penggunaannya. Hal ini karena tergantung policy, dari Rumah Sakit, Ausransi, pemerintah pusat, dll

Oportunity Cost

-          Time and money as resources can only be spent once – choice is unavoidable

-          O.C. is defined as the amount that a resource could earn in its high valued alternative use

-          How do you invest your time? Missal: mestinya hari ini kuliah, tapi tidak kuliah Karena lebih memilih tidur di rumah. Waktu ini adalah investasi. Dan waktu ini tidak dapat diulangi lagi.

Financing HIV care in developing countries.

Gap antara resource needs dan resource availability dari 2005 hingga 2007 terus bertambah. Apalagi di Afrika semakin banyak orang yang tidak bisa mendapatkan obat ARV akibat Negara-negara penyumbang kolaps akibat krisis ekonomi.

Hubungan dalam pharmacoeconomic analisis bisa  di dapatkan-outcome- nilai (value):

  1. Clinical
    1. Efficacy
    2. Safety
    3. Side effects
    4. Economic
      1. Work productivity
      2. Direct medical cost
      3. Resources consumer
      4. Humanistic
        1. Satisfaction
        2. Patient preference

The basic question: what health benefits do we get for money we spend on health care?

Cost effectiveness:

  1. Quality
  2. Efficacy. Obat A lebih baik dari obat B.
  3. Safety. Obat A efek sampingnya lebih besar dari obat B.
  4. Cost Effectiveness.

Kapan evaluasi ekonomi dibutuhkan?

Drug A. More Costly Drug A: Less costly
Drug A: more effective PE Drug A. Optimal Strategy
Drug A: less effective Drug B. optimal choice PE

Di Belanda, setelah obat diregistrasi di FDA, harus dilakukan pharmacoeconomics sebelum bisa dilakukan reimbursement. Meskipun belum masuk dalam Clinical guidelines. Namun di Inggris, pharmacoeconomics analysis sudah dilakukan sebelum registrasi. Dulunya di UK (NICE) melakukan pharmacoeconomic setelah reimbursement. Begitupun di Australia melakukan pharmacoeconomic segera setelah reimbursement.

Macam-macam biaya:

Direct medical cost: biaya yang dikeluarkan secara langsung untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Contoh: biaya obat, biaya konsultasi, lab, dll

Direct non medical cost; biaya yang ditanggung secara langsung tapi tidak  berhubungan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Contoh: biaya transportasi menuju fasilitas kesehatan, menggunakan babysitter selama sakit untuk merawat anak-anak.

Indirect non medical costs: biaya tidak langsung ketika sakit. Contoh: biaya yang hilang (produktivitas) karena sakit. Biasanya menggunakan human capital approach (HC) — > based on individual earning capacity using standard labor wage rates. Atau Willingness to pay (WTP) — > Berapa pemeirntah mau membayar atas suatu penyakit untuk meningkatkan 1 harapan hidup.

Intangible costs: biaya yang tidak dapat diukur. Seperti rasa sakit hati, sedih, dll

Opportunity costs: biaya kesempatan untuk melakukan satu hal disbanding hal yang lain

Incremental cost: biaya yang dibutuhkan untuk meningkatan 1 unit pelayanan

Benefit

  1. Natural units
    1. Years of life saved.
    2. Strokes prevented
    3. Peptic ulcers healed
    4. Utility Unit
      1. Quality adjusted life years
      2. Life years gained

Benefits/ Outcomes/ Consequences:

-          Life expectancy/ survival

-          Relief of symptoms (pain, distress, disability)

-          Quality of life

Criteria dasar dari evlauasi farmakoekonomi:

  1. Objective

Tujuan melakukan farmakoekonomi analysis. Untuk membandingkan obat A dan B dan lain-lain. Harus didefinisikan secara jelas dan dapat diukur. Contoh: apakah terapi fosinopril pada pasien hipertensi dengan penyakit diabetes.

Contoh: kejadian flu Mexiko terjadi secara periodic selama 40 tahun sekali. Saat ini sudah ada vaksinasi. Vaksinasi ini hanya dibeirkan pada anak-anak/ remaja dan tenaga medis. Teranyata orang tua sudah punya imunitas untuk penyakit tersebut. Sedangkan tenaga medis sebagai orang yang paling berisiko terkena karena kontak

  1. Perpective:
    1. provider

-          Actual expense of providing a product or service, regardless of what the provider charges

-          Hospitals, managed-care organizations, private-practice physicians

-          Direct cost such as drugs, hospitalization, lab test, supplies, health professionals fee are measured.

  1. Patients

-          What  patients pay for a product or service

-          Portion not covered by insurance

-          Insurance co-payments, out of pocket drug costs as well as indirect costs

  1. Payer

-          Insurance companies, employers or government. Costs represent the charges for health care products and services allowed/ reimbursed by the payer. Indirect costs such lost of workdays and decreased productivity may contribute (tapi bisa tidak juga).

  1. Societal

-          Benefit to society as a whole. All direct and indirect costs are included.

Metode

-          COI (Cost of illness); estimates the cost of disease on a defined population. Mmenghasilkan baseline untuk membandingkan pencegahan terhadap suatu penyakit

-          CMA (cost minimization analysis); Finds the least expensive cost alternative. Biasanya diguankan untuk benefit yang sama.

-          CBA (Cost benefit analysis); Measures benefit in monetary units and computes a net gain. Membandingkan program dengan tujuan yang berbeda.

-          CEA (Cost effectiveness analysis); Compares alternatives with therapeutic effects measured in physical units, computes a C/E ratio. Membandingkan 2 obat yang berbeda outcome dengan benefit yang sama.

-          CUA (Cost utility analysis); Measure therapeutic consequences in utility units rather than physical units, computes a C/U ratio. Dai tidak mengukur berapa banyak yang disembuhkan, namun dilihat dari kualitas hidup. Pilih mana 10 tahun hidup tapi terbaring, atau 5 tahun hidup bisa jalan-jalan.

-          CCA (Cost consecuence analysis).

Study design

Choice of intervention

Cost and konsekuensi

Sensitivity analysis

Discounting

Waduh.. udah ngantuk aku.. nggak bisa nyatet lagi.. hiks..

berikut ada buku yang mungkin bisa bermanfaat untuk dibaca (dari pak jarir juga beberapa waktu lalu dikasih)- dari pada saya email satu per satu pengunjung website
1. Pharmacoeconomics from theory to practice
2. cost effectiveness analyses in health practical approach

About these ads
 
41 Komentar

Ditulis oleh pada 30/03/2010 in Kuliah

 

Tag:

41 responses to “Cost Analysis: Pharmacoeconomy Perspective

  1. pipin

    27/08/2010 at 8:25 pm

    maaf bisa menyarankan buku farmakoekonomi yang mudah dipahami ga?? saya sedang belajar tentng itu, terimakasih

     
    • Hafidz

      28/08/2010 at 8:20 am

      iya.. saya maafkan. heheh.. becanda-becanda..
      buku apa ya enaknya? mm.. nanti saya coba tanyakan dosen saya ya.. mau bahasa indoneisa atau asing?

       
      • pipin

        29/08/2010 at 2:05 pm

        hehe emang ya bulan ramadhan harus banyak menebar maaf hehehe
        bahasa indo or bahasa asing asal english ok.. nek belanda , jerman or mandarin aku ga mudeng..terimakasih ya ..

         
      • Hafidz

        02/09/2010 at 6:55 pm

        Ini saya dapat ebook dari dosen ku pharmacoeconomy..
        apakah mau saya kirimkan lewat alamat email? jika ya, apakah saya bisa minta alamat emailnya?
        makasih

         
  2. pipin

    24/09/2010 at 9:04 am

    baik pak, mohon dikirm ya.
    emailsaya : vitis.fera@ymail.com
    terimakasih sekali ya pak

     
    • Hafidz

      27/09/2010 at 6:06 am

      Sudah saya kirim. Jika belum sampai tolong kabari

       
    • kuya kuya

      25/03/2011 at 3:50 pm

      Kalau boleh apa sy juga bisa minta dikirim ebook PHARMACOECONOMY. Email saya eri_ens@yahoo.co.id

      Terima kasih

       
      • Hafidz

        16/06/2011 at 6:32 am

        Sudah saya krim lewat eamil, semoga bermanfaat

         
  3. indah

    26/09/2010 at 4:48 pm

    aku juga mau ya pa bukunya.thanks

    _Indah LH_

     
    • Hafidz

      27/09/2010 at 6:07 am

      Sudah saya kirim, kalau belum sampai tolong kabari..

       
  4. nafiz

    24/11/2010 at 5:01 pm

    saya juga mau pak…buat tesis saya tentang farmakoekonomi…*_*

     
    • Hafidz

      24/11/2010 at 9:41 pm

      ok deh mbak..coba ku kirim ya..

       
  5. vitis

    26/11/2010 at 7:56 am

    pak, dosen far eko nya pak jarir ya??ato siapa pak?

     
    • Hafidz

      26/11/2010 at 1:36 pm

      yoi.. pak jarir..

       
  6. anita

    29/01/2011 at 3:02 pm

    ass, pak boleh nggak saya minta dikirimikan juga buku nya, skrg saya lagi membuat skripsi tentang farmakoekonomi..

     
  7. anita

    04/02/2011 at 5:28 pm

    pak boleh gak sy minta juga buku ebook nya???

     
    • Hafidz

      05/02/2011 at 7:23 am

      Baik .. segera saya kirimkan. Mohon diskusi lebih lanjut.. TErimkasih

       
  8. halim

    12/05/2011 at 8:04 pm

    mohon bisa dikirimkan ebooknya kepada alamat email saya. terima kasih banyak…

     
    • Hafidz

      18/05/2011 at 8:28 am

      Mohon maaf, mungkin saya belum bisa mengirimnya dalam waktu dekat.. lagi hectic..hehe. sorry

       
  9. irey

    15/06/2011 at 7:43 pm

    apakah e-book nya bisa dikirimkan ke email saya pak?
    terimakasih
    reyz21_dm@yahoo.com

     
    • Hafidz

      16/06/2011 at 6:31 am

      Sudah saya kirim lewat email, semoga bermanfaat

       
  10. irey

    29/06/2011 at 11:21 pm

    bapa…trimakasiiiiiiiiiihhhh.. ebook nya sudah smpe… mhon doanya ya pa… lgy skripsi niii,, heheeee
    skali lagy makasi pa ;)

     
  11. aan

    07/07/2011 at 3:32 pm

    pak e-book nya bsa d kirimkan ke email saya tidak ? kebetulan tesis sya tentang farmakoekonomi.
    terima kasih…. :)
    aannuraeni@rocketmail.com

     
  12. klaudia

    11/09/2011 at 10:00 am

    pak, saya juga mau dong e-booknya..tesis saya mengenai farmakoekonomi juga nih..makasih :)

    claudia_christa@yahoo.com

     
  13. resti dwim

    19/03/2012 at 12:46 pm

    pak, klo biaya administrasi masuk nya k direct cost kan??
    biaya untuk direct non medik??

     
    • Hafidz

      19/03/2012 at 12:49 pm

      admnistrasi yang mana dulu nieh? kalau administrasi pendaftaran di depan (ya), karena pasien terkena secara langsung dan disana ada biaya langsung ke pasien. tapi kalau administrasi seperti direktur, tu, dll masuk nya inderect. gimana?

      -Setelah melihat beberapa tulisan, ternyata leibh cenderung semua admin dikelompokkan menjadi indirect..-

       
      • resti dwim

        19/03/2012 at 1:06 pm

        iya pak, biaya administrasi yg pas pndftaran d depan,,,
        wktu sya bimbingan skripsi, PS saya bilang masuk k indirect,,,
        tapi menurut saya itu kn masuknya biaya pelayanan kesehatan…,jd tetap direct cost..
        kira2 ada sumbernya/jurnal tntg definisi2 biaya rawt inap, administrasi dlll ga yah pak…
        oia pak,, klo biaya rawat inap itu mksudnya biaya yg dibayar pasien untuk mmbyar kamar kn pak??
        oksigen dan EKG masuknya k biaya obat kan pak??
        makaasi ya pak,,

         
      • Hafidz

        20/03/2012 at 1:21 pm

        Email yang tercantum aktif nggak? saya bisa kirimkan beberapa referensi terkait admin cost ini, karena ternyata sifatnya yang bisa direct/indirect.
        wah definisi biaya rawat inap sangat luas menurut saya. Kalau biaya akomodasi, jelas hanya untuk kamarnya.
        OKsigen masuk ke biaya obat namun kalau EKG, biasanya masuk ke dalam pemeriksaan penunjang.

         
      • resti dwim

        20/03/2012 at 1:37 pm

        oh gtu ya pak..tapi agak bingung juga
        iya pak boleh pak dikirim referensinya klo bpk ga kbratan…
        reyz21_dm@yahoo.com
        trimakasih bnyk ya pak..

         
  14. Rizal Fajri Abdillah (@Jalu_Garelous)

    19/04/2012 at 11:19 pm

    saya mnta di kirim juga pak
    rijaljalu@gmail.com
    trimakasih

     
    • Hafidz

      20/04/2012 at 8:00 am

      InsyaAllah saya kirim mas.. semoga selalu bermanfaat

       
  15. dia

    14/05/2012 at 1:56 pm

    asw.. pak,, kalau berkenan saya juga mau dikrim ebook farmakoekonmi,, trims sebelumya
    nurdia.rery@yahoo.com

     
    • Hafidz

      14/05/2012 at 2:35 pm

      ok sudah saya kirim.. semoga selalu bermanfaat.

       
  16. nisa febrinasari M.Sc,Apt

    11/09/2012 at 9:36 am

    asslm pak, kalau sedang tidak sibuk, saya minta tolong dikirim ke email saya ya e book farmakoekonominya,,nisafebrie@gmail.com

     
    • Hafidz

      12/09/2012 at 5:42 am

      sudah saya kirim lewat email. semoga beramanfaat.

       
  17. legis

    13/09/2012 at 4:18 am

    pak kalo gak sibuk, sy juga minta dikirimkan e booknya k email sy legis92@yahoo.com
    terimakasih

     
    • Hafidz

      13/09/2012 at 5:35 am

      Mari, bisa di dibaca dan di download di akhir tulisan..
      Karena ternyata peeminatnya banyak, saya nggak mungkin mengirim satu per satu lewat email lagi.

       
  18. Hafidz

    13/09/2012 at 4:40 am

    Untuk rekan-rekan berikutnya yang ingin mendapatkan bukunya, silakan membaca nya melalui link yang sudah saya buat di akhir tulisan.
    terimakasih, semoga bermanfaat.

     
  19. legis

    16/09/2012 at 6:56 pm

    terimakasih pak :)

     
  20. inha

    12/03/2013 at 6:58 pm

    pak.minta tolong dikirimin ebooknya dong ke email ina_far05@yahoo.com

     
    • Hafidz

      19/03/2013 at 5:18 pm

      Monggo silakan di download dari link yang saya berikan di paling bawah.
      Salam,

       

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: