RSS

Clinical governance

20 Feb

Download doc

Oleh Tjahjono Kuntjoro

 

Buku yang direkemonasikan, karangan Diana Sale, banyak searching di internet, terutama Australia Clinical governance

Latar belakang: inggris

Clinical governance muncul karena “putus-asanya” terhadap pendekatan total quality management (TQM) atau continuous quality improvement (CQI) untuk pelayanan kesehatan

Clinical governance memberikan aturan yang jelas untuk meningkatkan mutu pelayanan klinis, dengna intervensi yangminimal dari manajemen.

Clinical governance menyediakan petunjuk pelaksanaan yang jauh lebih detail dan terintegrasi dibanding pendekatan peningkatan mutu sebelumnya.

Latar belakng  indonesia

- ISO 9000 menjadi alternative RS di Indonesia untuk meningkatkan mutu

- Clinical Governance bleum digunakan secara optimal untuk meningkatkan mutu klinik. Yang sudah dikembangkan oleh konsultan WHO yakni SPMKK untuk keperawatan

- Masih terbatasnya pedoman peningkatan mutu klinik

Tujuan

Menjamin bahwa pasien memperoleh the best quality of clnical care.

Semua ini haru sberdasarkan patient focus dengna 4 pilar clinical governance:

1. Consumer value

2. Clinical performance & evaluation

3. Clinical risk

4. Profesional development and management

Dengan clinical governance diharapkan dapat menjadi clinical effectiveness (6 elemen clinical effectiveness):

1. Cost effectiveness

2. Critical appraisal

3. Clinical guidelines

4. Evidence based practice.

Ternyata, menyuntik dengan alcohol swab tidak signifikan, ternyata episiotomy pada persalinan primi tidak signfikan akan terjaidnya rupture.

Namun apakah tenaga kesehatan mau merubah itu dengan mudah?

5. Integrated pathway.

Perlu dibuat terkait cost effectiveness.

6. Good practice idea and innovation

Pilar 1. Nilai pelanggan

PIlar ini bertujuan melibatkan pelanggan dan masyarkat dalam:

- Memelihara dan meningkatkankinerja

- Perencanaan ke depan untuk perbaikan pelaynaan rumahsakit

Contoh: melalui survey pelanggan baik, pelanggan interntal (pasien itu sendiir) maupun external (dokter, perawat, dll). kartu jamkesmas, apa yang diharapkan peserta? Ukurannya yang mudah dibawa, supaya tidak setiap kali ditanya, sudah ada chipnya, sehingga memudahkan pasien dan dokter.

Upaya yang dilakuakn meliputi:

o Kepentingan pasien

Manajemen complain, survey kebutuhan dan kepuasan pelanggan, ketersediaan informasi yang mudah diakses masayrakat/ pasien/ keluarga, dan keterlibatan pelanggan dalam pengambilan keputusan klinis

o Kepentingan rumah sakit:

Keterlibatan pelanggan dalam merencanakan pengembangan pelayanan rumah sakit ke depan.

PIlar 2. Kinerja klniis dan evaluasi

Bertujuan untuk menjamin pengenalan yang progresif, penggunaan, monitoring dan evaluasi standar yang berbasis evidens

Budaya untuk melakukan audit klinis dan penliaian kinerja klinis pada tiap-tiap unit pelaynana klinis

Untuk dapat melakukan audit klinis dan penilaian kinerja klinis perlu disusun:

- Standar pelayanan klinis

- Audit klinis

- Indkator klinis

Pilar 3. Risiko Klinis

Pilar ini bertujuan untuk meminimalkan risiko dan meningkatn keselamatan pasien

Aspek manajemen risiko klinis meliputi:

- Monitoring dan analisis kecenderungan terjadinya KTD dan insidens

- Analisis profil risiko: analisis terhadappotensi terjadinya risiko klinis

- Manajemen terhadap insidens dan KTD (Kejadian tidak diharapkan)

Kejadian tidak diharapkan (KTD) = Adverse Event.

Kejadian nyaris cedera (KNC) = Near miss

Risk cost analysis (RCA)

Pilar 4. Manajemen dan pengembangan professional

Pilar ini bertujuan untuk mendukung dan mendokumentasi pengembangan profesionalisme pelaynaan klinis danmemeliharan diterapkannya standar profesi

Inovasi klinis dimonitor dan dikendalikan

About these ads
 
2 Komentar

Posted by pada 20/02/2010 in Kuliah

 

Tag:

2 responses to “Clinical governance

  1. nanda

    16/06/2011 at 6:52 am

    apakah ada sumber referensi dari artikel yang bapak tulis ini?terimakasih

     
    • Hafidz

      16/06/2011 at 12:32 pm

      sorry.. ini cuma kuliah yang aku catet.. tapi ada satu refrensi yang bisa ku kasih:
      Halligan, Donaldson, 2001 “Implementing clinical governance: turning vision into reality” BMJ 322:1413-7

      Semoga bermanfaat

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: