RSS

Cuplikan Program 100 Hari Depkes

02 Feb

Tujuan

Mempercepat perubahan menuju paradigma, sehat itu indah dan sehat itu gratis bukan pendekatan sakit, tetapi pendekatan sehat yang dilaksanakan secara komprehensif, sinergis, dan integratif, melalui peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, peningkatan kesehatan masayrakat (public health) dengan fokus pada preventif dan promotif, penanggulangan penyakit, dan peningkatan sumber daya manusia kesehatan terutama di DTPK.

Sasaran

Sasaran program 100 H bidang kesehatan meliputi:

  1. Seluruh rakyat miskin
  2. Seluruh wilayah Indonesia, terutama wilayah dengan daya ungkit tertinggi
  3. Seluruh jajaran kesehatna, lintas sektor, swasta, dan segenap komponen masyarakat baik di Pusat maupun di Daerah agar ikut berperan baik sebagai pelaku maupun objek program 100 H

Tantangan

  1. Meningkatkan cakupan jaminan pelayanan kesehatna dengan penkanan pada penduduk miskin
  2. Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu, kesehatan anak, penanganan masalah gizi masyarakat, dan pengendalian penyakit yang diikuti dengan penyehatan lingkungan dan perubahan perilaku
  3. Meningkatkan penanggulangan penyakit menular serta meningkatnya penanggulangan masalah kesehatan akibat bencana
  4. Meningkatkan jumlah dan mutu tenaga kesehatan untuk pemenuhan tenaga kesehatan masyarakat pada fasilitas pelayanan kesehatan, terutama di DTPK.

Program 100 Hari

  1. Peningkatan pelayanan kepada 76,4 juta penduduk miskin dalam sistem jaminan kesehatan dengan anggaran sebesar Rp 4,6 Triliun. Kegiatannya akan meliputi peningkatan akses, peningkatan manajemen dan penyusunan road map 2010-2014 menuju Jaminan Kesehatan Semesta.
  2. Meningkatkan kesehatan masayrakat perdesaan terutama melalui pemantapan fungsi Posyandu, Bidan di desa, dan KB-Kesehatan Reproduksi untuk upaya promotif dan preventif dengan:
    • Pendataan Ibu Hamil dan penyediaan Buku KIA bagi Ibu Hamil baru, untuk mencapai 60.000 desa.
    • Peningkatan advokasi tentang gizi untuk para pengambil keputusan di luar bidang kesehatan. Akan disusun buku saku untuk pengambil keputusan.
    • Pemberian biaya operasional untuk 240.000 Posyandu untuk bulan November-Desember 2009.
    • Pencanangan Kartu Menuju Sehat (KMS) bagi balita, khusus untuk laki-laki dan perempuan, sehingga berat badan balita akan terukur secara lebih cermat.
    • Penanganan kasus gizi buruk oleh kader Posyandu dimulai dengan 6.000 kasus. Akan ditingkatkan pencarian secara aktif oleh para kader Posyandu untuk menemukan balita gizi kurang dan buruk (sesuai data Riskesdas 2007), dan selanjutnya melaporkan ke Puskesmas untuk dilakukan tindak lanjut. Balita gizi buruk yang ditemukan akan mendapatkan perawatan khusus
    • Pengembangan model registrasi keamtian di delapan kota, yang merupakan upaya pengembangan yang sebelumnya hanya mencakup empat kota, sehingga akan diperoleh data yang dimanfaatkan untuk penyusunan kebijakan dan perencanaan lebih baik.
    • Peningkatan upaya kesehatan sekolah (UKS) oleh Puskesmas untuk meningkatkan kesehatan anak di sekolah.
  3. Revitalisasi Permenkes tentang kewajiban menuliskan resep dan menggunakan obat generik di sarana pelayanan kesehatan pemerintah, melalui pelatihan dan pemantauan secara intensif.
  4. Penetapan pembatasan Harga Eceran Tertinggi (HET) Obat Generik Berlogo (OGB).
  5. Penanggulangan HIV/AIDS:
    • Pengamanan dan penyediaan Anti Retroviral Virus (ARV) untuk 16.000 Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA); Penyediaan reagent HIV untuk pengamanan darah (950.000 tes), survailans (200.000 tes) dan diagnostik (1.000.000 tes);
    • Pengembangan Pusat pengobatan TB dan HIV di Provinsi Papua.
  6. Penanggulangan penyakit TB
    • Terjaminnya ketersediaan Obat Anti TB (OAT) di fasilitas kesehatan pemerintah 
    • Tersedianya pusat pelayanan TB Multi Drug Resistant (MDR).
  7. Penanggulangan Malaria:
    • Penemuan dan pengobatan 300.000 penderita malaria
    • Distribusi 2,5 juta kelambu
    • Screening
    • Pos malaria terintegrasi dengan Desa Siaga
  8. Peningkatan Universal Child Immunization (UCI) sebesar 98% desa di 5 provinsi Jawa    (Jatim, Jateng, Jabar, Banten, dan DKI Jakarta), yang merupakan 80% balita Indonesia.
  9. Peningkatan pengawasan obat dan makanan, melalui:
    • Operasionalisasi laboratorium berjalan dalam upaya penurunan dampak/ penyakit yang disebabkan oleh obat dan makanan yang tidak memenuhi persyaratan, terutama di sekolah-sekolah.
    • Pemantapan pelayanan publik dengan layanan satu atap untuk registrasi obat dan makanan
  10. . Beroprasinya Balai Pengobatan Haji Indoneisa (BPHI) baru di Makkah Arab Saudi untuk memantapkan pelayanan kesehatan mulai dari musim haji tahun 2009.
  11. . Penanggulangan bencana:
    • Screening Balita risiko gizi buruk pasca bencana; pemulihan pelayanan kesehatan Puskesmas; dan percepatan rehabilitasi medik di daerah bencana Sumatera Barat dan Jawa Barat
    • Penguatan 100 RS untuk penanggulangan bencana, dengan peningkatan kemampuan SDM-nya.
    • Penguatan logistik pada 9 pusat regional dan 2 sub-regional penanggulangan bencana, sehingga selalu siap dengan menangani bencana. Mempersiapkan standby tim di semua pusat regional yang selalu siap 24 jam untuk dikirimkan ke berbagai tempat bencana secara cepat.
  12. . Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan dalam jumlah, jenis, dan mutu terutama di Daerah Terpencil, Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK):
    • Disusunnya Permenkes tentang Praktik tenaga kesehatan (perawat dan bidan) di DTPK dan Peraturan/ Kepmenkes tentang pemberian insentif bagi tenaga kesehatan strategis (dokter, perawat, bidan, SKM, sanitarian, ahli gizi, asisten apoteker dan analis)
    • Terpenuhinya kebutuhan tenaga kesehatan strategis (perawat, bidan, sanitarian, gizi, analis kesehatan, asisten apoteker) sebanyak 131 orang di 35 Puskesmas dari 101 Puskesmas DTPK.
About these ads
 
Tinggalkan komentar

Posted by pada 02/02/2010 in Dunia Kesehatan, Politik

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: