RSS

RANCANGAN PENELITIAN EXPERIMENTAL (2)

19 Okt

File PDF

drg. Dibyo

Inetermezo:

Di pesawat sering ditawarkan minum.

Q 80’s: What would you like to drink sir? Coffee or tea?

A: After tea… (after T = U / You)

Q 90’s: What would you like to drink sir? Coffee or tea or me?

Q 00’s: What would you like to drink sir? Coffee, tea, me, or milk?

Bahasa Inggris:

Bah, bahasa inggris itu aneh, 11 dibilag eleven, gajah juga dibilang eleven.

Rancangan Penelitian:

1. Distribusi –> Deskripsi S –x-> A

2. Determinan

a. Analitik (sebab sudah dari awal)

b. Experimental(Sebab dibuat)

Pengertian:

Penelitian experimental; adalah suatu penelitian di mana peneliti mempunyai otoritas untuk memanipulasi berbagai tingkat variabel independen tertentu.

DAN

Penelian di mana peneliti mempunyai otoritas untuk mengalokasi subyek ke dalam kompok-kelompok studi secara acak.

Contoh penelitian kanker paru dengan merokok yang etis adalah disuruh berhenti merokok.

Kelompok Pembanding

- Kelompok yang dikenai intervensi yang diselidiki efektivitasnya

- Intervensi bisa tunggal atau kombinasi

Kelompok Pembanding

- Tidak dikenai intervensi yang diselidiki efektivitasnya

- Bukan berarti tanpa perlakuan. Sebagai contoh: tetap diberi obat namun obat yang standar dipakai / klasik.

Keuntungan:

1. Merupakan disain terbaik untuk mengendalikan/ menyeimbangkan (balancing) confounding variables.

Contoh: Buku KIA. Buku yang diberikan mulai ibu hamil. Kebijakan dimulai tahun 2002-2005. Ide nya berasal dari Jepang (JICA). Sebelumnya dilakukan penelitian experimental Buku KIA untuk mengetahui apakah meningkatkan status kesehatan (menurunkan BBLR) dengan cara

clip_image001

Apakah ada alasan untuk mendebat atau menyangkal?Ya, terdapat variabel lain yang berpengaruh, yakni:

a. Tingkat pendidikan

b. Status giizi

c. Kesempatan memperoleh informasi.

Sehingga jika variabel tersebut ada, maka berarti Buku KIA bukan merupakan satu-satunya variabel. Variabel-variabel tersebut menjad variabel pengganggu (confounding factor).

Untuk menghilangkannya atau menjadi variabel terkendali adalah:

Maka harus disamakan subjek pada kecamatan A dan kecamatan B. Jika pada sebagian besar di kec. A perguruan tinggi, maka di B juga dibuat sebagian besar perguruan tinggi.

Jika, status gizi di kec. A ada yang tinggi, sedang, buruk maka di kec. B juga dibuat tinggi, sedang dan buruk. Dan dibuat semirip mungkin.

Sehingga dengan begini dapat disebut validitas internal tinggi

2. Validatas internal tinggi.

Hasil penelitian seperti yang ditunjukkan, dengan pengendalian faktor pengganggu. Contoh: semata-mata karena buku KIA.

Q: Apakah hasilnya sama di seluruh Indonesia, sedangkan penelitian hanya dilakukan di Boyolali?

A: Tidak selalu. Karena variabel-variabel di luar atau populasi tidak dapat dikendalikan. Sehingga validitas externalnya rendah. Namun sebaliknya, jika validitas internal rendah, maka validitas external nya akan tinggi.

VI tinggi => VE rendah

VI rendah => VI tinggi

Q; Lalu bagaimana cara membuat validitas internal dan external sama-sama tinggi?

A: Tidak bisa!

Maka pada saat itu, dilakukan penelitian 2 kali, untuk melihat dengan validitas internal dan validitas external.

3. Disain ini mempunyai pembanding yang bersamaan waktu (Concurrent). Jadi interbensi luar tidak mempengaruhi hasil akhir

4. Analisis mudah.

KERUGIAN:

1. Rancangannya kompleks

2. Kadang-kadang tidak etis

3. Populasi studi dapat berbeda dengan populasi target/ saran

4. Validitas eksternal rendah

5. Double blinding sulit dilakukan.

Penelitian di Rumah Sakit Swasta, judul: Double blinding,3 treatment pasien pasca tonsilektomi. (1) Teramisin (single shot sebelum tonsilektomi) (2) Amoxicillin 3x sehari 5 hari. (3) Roburantia (vitamin) sekali sehari 7 hari.

Double blinding: ketiga subjek diberi obat dengan bungkus yang sama. Namun isinya sesuai penelitian sisanya placebo. Untuk dokter, disupervisi oleh farmasis sehingga dokter tidak tahu.

Jenis Disain Eksperimen yang sering dipergunakan:

1. Rancangan Rambang Lugas(Completely Randomized Design)

Mempunyai 2 atau lebih kelompok, yang masing-masing kelompok diberi intervensi.

A (n=10) –> Terra

B (n=10) –> Amox

C (n=10) –> Rob

Kelemahannya adalah

Subjek diitiap kelompok belum tentu sama, sehingga dapat menjadi confounding faktor

2. Rancangan Sama subyek (Within Subject Design)

Karakterisik subjek pada masing-masing kelompok sama. Sehingga subjek yang diberi obat A dan B sama. Supaya tidak ada perbedaan katerisitik antara kelompok A dan B (menghilangkan conofounder).

Contoh:

Ada 10 orang diabetes, diberi metformin. Dilihat sebelum dan sesudah.

10 Pra—> Met –> 10 Post (dihitung) —–10 Pra –> Glibenclamid –> Post

Kelemahan:

1. Tidak dapat diberikan pada penyakit akut. Karena sekali diobat sembuh tidak dapat diberi obat yang kedua. Sehingga harus kronis.

2. Membutukan waktu yang lama adalah lama karena membutuhkan waktu untuk menunggu half life obat (periode pencucian/ washed out period). Menghilangkan efek sebelumnya.

3. Sehingga Lama

4. Mahal

3. Rancangan Pola Silang (Cross over design)

Kedua subjek kelompok mendapat obat yang sama

A pre—>met–> A post ————-A pre—>Gliben–> A post

B pre—> Gliben –> B post ——–B pre –> Met –> B post

Kelemahan

Membutuhkan sampel yang banyak yakni k! (faktorial)

4. Rancangan blok tak lengkap berimbang (Balanced incomplete block design).

Ada 4 obat (ABCD)

1. A–>B

2. A –>C

3. A–>D

4. B–>A

5. B–>C

6. B–>D

7. C–>A

8. C–>B

9. C–>D

10. D–>A

11. D–>B

12. D–>C

*–> = seminggu kemudian

5. Rancangan penelitian faktorial (terdapat banyak faktor)

Contoh Penelitian rifampisin

 

    450mg   600mg  
    Anak Dewasa Anak Dewasa
Sakit Berat        
  Sedang        
  Kurang        
Sedah Berat        
  Sedang        
  Kurang        

 

Penelitian experimental semu

1. One group pretest –posttest design

Hanya mempunyai satu kelompok. Observasi 1 (O1)—> Tx –> Observasi 2 (O2)

Contoh: peningkatan kemampuan dengan cara pelatihan. E.g. membuat oralit.

Kelemahan:

o Mungkin peningkatan bukan karena pelaithan namun karena ada kejadian lain. Disebut faktor history

o Efek maturasi. Dapat menjadi baik dapat menjadi buruk

2. Non-Randomized Control group pretest-posttest Design

O1 –> Tx –> O2

O1 –>     –> O2

Kelemahan

o Pemberian pre-test mempengaruhi post test

3. Solomon Four-group design

O1 –> Tx –> O2

O1 –>      –> O2

           Tx  –> O1

                      O1

About these ads
 
1 Komentar

Posted by pada 19/10/2009 in Kuliah

 

Tag:

One response to “RANCANGAN PENELITIAN EXPERIMENTAL (2)

  1. irma

    09/02/2012 at 9:38 pm

    thanks…..

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: